Feeds:
Pos
Komentar

WineJudul: The Ultimate WINE Companion

Editor: Kevin Zraly

Tebal buku: 380 halaman

Penerbit: Sterling

Tahun: 2010

Bagi pemula, banyaknya jenis wine dengan harga yang sangat bervariasi dalam ruang penyimpanan di sebuah toko wine akan sangat membingungkan, bila harus memilih untuk menjamu rekanan sebagai bagian menu makan malamnya.

Sebagai dasar pengetahuan, ada baiknya kita mengenal lebih dulu tentang Fermentasi. Wine adalah jus hasil fermentasi buah anggur. Rumus sederhana untuk fermentasi adalah: Gula + Ragi = Alkohol + CO2

Proses fermentasi mulai terjadi ketika anggur dihancurkan dan berakhir saat seluruh gula berubah menjadi alkohol, atau kandungan alkohol mencapai kira-kira 15%, keadaan dimana alkohol telah mengantikan ragi. Gula secara alami berada dalam kandungan anggur melalui proses fotosintesa. Ragi juga terdapat  secara natural dalam noktah putih pada kulit anggur, meskipun saat ini tidak selalu dipergunakan sebagai bahan pembuat wine. CO2 akan dilepaskan ke udara, kecuali untuk pembuatan Champagne dan Sparkling Wine, dimana gas ini tetap dipertahankan melalui suatu proses tertentu.

Apakah semua wine berasal dari jenis anggur yang sama? No. Jenis anggur yang umum dipakai untuk pembuatan white/red wine berasal dari spesies Vitis vinivera. Namun bisa juga dari jenis lain misalnya Vitis labrusca, adalah species anggur yang tumbuh di New York state, East coast dan Midwest state. Anggur hibrida juga sering dipergunakan untuk membuat wine, seperti Vitis vinivera dengan berbagai spesies anggur asli Amerika.

Ada tiga tipe besar wine:

  • Table wine: 8-15% alkohol
  • Sparkling wine: 8-12% alkohol
  • Fortified wine: 17-22% alkohol

Fortified wine adalah wine dengan penambahan alkohol pada saat proses fermentasi, dan jenis yang umum dikenal adalah Port, Sherry, Marsala dan Madeira. Berdasar kandungan gula, ada dua jenis fortified wine, yaitu:

  1. Dry fortified wine, proses fermentasi sempurna sehingga semua gula berubah menjadi alkohol
  2. Sweet fortified wine, proses fermentasi menyisakan sedikit gula dari buah anggur sehingga wine terasa manis

Beberapa hal yang mempengaruhi kualitas anggur:

  • Musim tumbuh
  • Jumlah sinar matahari
  • Posisi matahari
  • Suhu rata-rata
  • Curah hujan
  • Kualitas tanah
  • Kecukupan air

Sinar matahari akan mempengaruhi keseimbangan gula/asam yang menyebabkan perbedaan kualitas wine menjadi fair, good atau great. Pada umumnya, red wine membutuhkan waktu tumbuh lebih lama daripada white wine, atau red wine biasanya ditanam di wilayah yang lebih hangat. Di wilayah utara yang lebih dingin, seperti Jerman dan Perancis misalnya, biasa terdapat perkebunan white wine. Di wilayah yang lebih hangat, seperti Itali, Spanyol, dan Portugal, juga Napa Valley, California ditanam red wine.

Anggur mulai dipetik ketika pembuat wine (vintner) menganggap kandungan perbandingan gula/asam sudah sesuai dengan jenis wine yang akan diproduksi. Pada bulan Juni, anggur terasa asam dan bulan September/Oktober akan berasa manis.

Pengaruh cuaca

Cuaca sangat berpengaruh terhadap kualitas dan kuantitas panen anggur. Pada musim spring, saat anggur mulai muncul, turunnya temperatur akan menghentikan tumbuhnya bunga, sehingga mengurangi ragi. Tidak cukup hujan, terlalu banyak hujan atau musim hujan tidak pada waktunya, semuanya akan sangat mengganggu pertumbuhan anggur.

Hujan sebelum panen akan akan menambah kandungan air dalam anggur dan mengurangi konsentrasi jus anggur atau watery wine. Kekurangan hujan akan menghasilkan kualitas anggur yang bagus namun menghasilkan panen yang sedikit. Dan perlu juga diperhatikan akan adanya musuh besar kebun anggur, Phylloxera, hama penyerang kebun anggur.

White wine bisa dibuat dari anggur merah. Warna wine berasal dari kulit anggur. Dengan membuang kulit anggur saat memetiknya akan menghilangkan warna wine dan menjadi white wine. Di wilayah Champagne, Perancis, sebagian besar anggur yang tumbuh adalah anggur merah, namun produksi wine terbanyak adalah white wine. White Zinfandel California dibuat dari anggur merah Zinfandel.

Tannin

Tannin adalah bahan pengawet alami dan satu dari banyak komponen yang menyebabkan wine bisa tahan lama. Ini berasal dari kulit, ranting dan pit dari buah anggur itu sendiri. Sumber lain dari tannin adalah kayu, seperti kayu oak bahan tong (barrel) tempat fermentasi wine. Pada umumnya, red wine mengandung tannin lebih tinggi daripada white wine, karena fermentasi dilakukan dengan ragi yang berasal dari kulitnya sendiri. Kata yang biasa digunakan untuk menjelaskan sensasi dari tannin adalah astringent. Khususnya untuk wine yang masih muda, tannin bisa sangat astringent dan menyebabkan wine terasa bitter. Tannin bukanlah rasa, tapi sensasi tactile.

Tannin juga terdapat dalam teh yang kuat (strong), dan susu biasa digunakan untuk mengurangi rasa astringent karena lemak dan protein akan melemahkan tannin. Bila anda menggunakan produk susu, sepeti keju misalnya, dan dinikmati bersama wine akan mengurangi rasa tannin dan menyebabkan wine jadi lebih nikmat. Cobalah menikmati beef dengan cream dan wine yang bagus. Rasakan…

Apakah rasa asam diperlukan dalam wine? Semua wine mempunyai tingkat keasaman tertentu. Umumnya, white wine lebih asam daripada red wine, meskipun winemaker sudah mencoba membuat keseimbangan antara rasa buah dan keasaman. Tingkat keasaman adalah komponen penting dalam hubungannya dengan umur wine, biasa juga dinyatakan dengan rasa tart atau sour.

Vintage

Vintage menunjukkan tahun panen. Grafik vintage merefleksikan kondisi cuaca terhadap tahun-tahun panen anggur. Cuaca yang bagus biasanya menghasilkan tingkat vintage yang bagus, dan akan menjadi wine yang mampu bertahan lama.

Tidak benar bahwa semakin tua umur wine akan semakin bagus kualitasnya. Faktanya, lebih dari 90% dari semua wine yang ada di dunia, seharusnya dikonsumsi tidak lebih dari satu tahun sejak diproduksi, dan hanya kurang dari 1% (satu persen) wine yang mampu berumur lebih dari 5 tahun dengan kualitas bagus. Wine akan berubah kualitas terhadap waktu, sebagian akan semakin bagus dan sebagian tidak. Hebatnya, 1% itu berarti mewakili lebih dari 350 juta botol wine dari setiap vintagenya.

Apa yang membuat wine bisa bertahan lebih dari lima tahun?

Warna dan Jenis Anggur

Red wine, karena kandungan tanninnya, akan membuatnya mampu bertahan lebih lama daripada white wine. Red wine tertentu seperti Cabernet Sauvignon cenderung lebih banyak mengandung tannin daripada Pinot Noir.

Vintage

Semakin bagus cuaca dalam satu tahun panen, semakin bagus juga keseimbangan wine dalam hal buah, asam, dan tannin sehingga juga potensial untuk dapat bertahan semakin lama.

Lokasi perkebunan

Beberapa lokasi mempunyai kondisi optimum untuk menghasilkan anggur yang bagus, termasuk faktor tanah, cuaca, pengairan dan kemiringan lahan.

Proses pembuatan wine

Semakin lama buah anggur tetap kontak dengan kulitnya saat fermentasi, yang dilakukan dalam tong oak, akan semakin banyak kandungan tanninnya, sehingga semakin bisa bertahan lama.

Kondisi penyimpanan wine

Wine yang paling baguspun tidak akan mampu bertahan lama jika tidak disimpan dengan benar.

Menguji wine

Pesan yang bagus dari buku ini adalah: ‘anda bisa membaca banyak sekali buku supaya lebih mengetahui tentang wine, namun cara terbaik adalah dengan mencicipi sebanyak mungkin wine yang berbeda’

Ada 5 langkah dasar untuk menguji kualitas Wine:

1. Color

Cara yang paling mudah adalah meletakkan kain putih dibelakang gelas. Warna bisa bercerita banyak tentang wine. Untuk white wine, warna bisa berarti:

  1. Umur wine
  2. Varietas anggur akan menghasilkan warna yang berbeda-beda juga. Misalnya Chardonnay biasanya berwarna lebih pekat daripada Sauvignon Blanc
  3. Wine difermentasikan dalam tong kayu.

2. Swirl

Memutar gelas akan menyebabkan kontak oksigen kedalam wine dan melepaskan ester, ether dan aldehyde hingga menghasilkan aroma wine.

3. Smell

Untuk white wine, cobalah untuk menghapalkan aroma Chardonnay, Sauvignon Blanc dan Riesling. Sedangkan untuk red wine, lebih banyak variannya tapi bisa dimulai dengan Pinot Noir, Merlot dan Cabernet Sauvignon.

4. Taste

Rasakan sedikit wine di semua bagian mulut selama 3-5 detik sebelum ditelan. Wine akan menghangatkan dan mengirimkan signal rasa dan aroma ke otak. Ingat, 90% rasa wine ada di aroma.

Sweetness

Terasa di ujung lidah. Rasa manis ini akan segwra terasa, apapun jenis winenya

Acidity

Terasa di pinggir lidah, bagian dalam pipi dan sebelah belakang tenggorokan. White wine dan red wine yang ringan biasanya mengandung tingkat keasaman yang tinggi

Bitterness

Terasa di bawah lidah

Tannin

Sensasinya terasa mulai darj tengah lidah. Tannin biasa ada pada red wine atau white wine yang disimpan lama dalam tong kayu. Bila wine terlalu muda, tannin akan lenyap. Untuk wine yang mengandung banyak tannin, akan memenuhi rasa di dalam mulut bahkan menutup rasa buah.

Fruit’s characteristics

Ini bukan rasa, tapi aroma. Bobot aroma buah (the body) akan terasa di bagian tengah lidah.

Aftertaste

Aftertaste adalah semua proses pengujian rasa dan keseimbangan wine di dalam mulut. Biasanya, rasa harmoni keseimbangan pada wine berkualitas tinggi akan berlangsung lama, 1-3 menit, di semua bagian mulut.

5. Savor

Setelah melakukan pengujian wine melalui media mulut dan penciuman, cobalah untuk duduk sejenak dengan santai dan mulai mengenang pengalaman yang baru saja dilakukan dengan membuat berbagai pertanyaan dalam diam:

  • Apakah wine tadi terasa light, medium atau full bodied?
  • Untuk white wine: bagaimana tingkat keasamannya? Sedikit, cukup atau terlalu asam?
  • Untuk red wine: apakah tannin terlalu kuat atau astringent? Apakah tannin bercampur dengan buah atau justru menutupinya?
  • Komponen apakah yang paling kuat? Gula, buah, asam, tannin?
  • Berapa lama keseimbangan rasa berlangsung? 10′, 60′ atau…?
  • Apakah wine memang sudah siap untuk diminum? Atau masih butuh waktu penyimpanan? Atau mungkin malah sudah melewati waktu puncaknya?
  • Makanan apa yang paling tepat untuk menemani minum wine ini?
  • Apakah harganya sesuai dengan kualitas yang anda rasakan?
  • Dan yang terpenting: apakah anda menyukainya?

Biasanya, begitu oenophiles (wine aficionados) atau pecinta/kolektor wine, menemukan wine yang disukai, maka akan  mempelajarinya lebih dalam lagi. Wine yang bagus tergantung selera masing-masing. Do not let others dictate taste to you!!

Pertanyaan yang sering muncul adalah: kapan suatu wine siap dikonsumsi? Jawabnya adalah: bila semua komponen dalam wine dalam keadaan seimbang menurut citarasa anda sendiri.

Sebagai langkah awal untuk mengetahui wine yang bagus, bisa mulai mencoba beberapa wine berikut ini lebih dulu:

White Wine of the world

  • Riesling: Jerman; Alsace, Perancis; New York, Washington
  • Souvignon Blanc: Bordeaux, Perancis; Loire Valley, Perancis; New Zealand; California (Fume Blanc)
  • Chardonnay: Burgundy, Peranxis; Champagne, Perancis; California; Australia

White wine secara umum paling tepat dinikmati saat masih ‘muda’, bahkan untuk Crisp dan fruity wine akan hilang rasa khasnya bila sudah berumur dua tahun.

Red Wine of the world

Wine_RedMengingat kandungan tannin yang tinggi (dari kulit, ranting dan pit) pada buah anggur merah, menyimpan wine dalam tong kayu oak lebih lama akan menyebabkan red wine jadi lebih lembut rasanya. Kandungan tannin akan menurun dengan berlalunya waktu dan wine jadi lebih terasa keseimbangannya dan full-bodied. Tong kayu oak juga akan menambah rasa khas dalam wine seiring dengan berjalannya proses oksidasi yang akan merubah warna wine menjadi lebih pekat dan rasa yang lebih lembut.

Selain White dan Red wine, ada beberapa jenis wine lainnya yang perlu juga diketahui, seperti:

Crisp wine, berasa sedikit asam dan biasa dihidangkan sebagai bagian dari menu pembuka untuk menstimulir nafsu makan dan membuat rongga mulut lebih lembab dan basah. Wine ini juga biasa disebut bright atau lively wine.

Fruity wine, mempunyai rasa dan aroma buah yang jelas, seperti cherry atau strawberry, mengandung sedikit tannin dan biasanya terasa sebagai wine ringan atau medium. Wine bisa terasa manis atau dry, namun pasti beraroma buah. Para ahli wine sepakat bahwa fruity wine ini cocok dipadukan dengan segala jenis menu makanan.

The 60-second wine expert

Ini adalah metode sederhana yang disarankan untuk menguji kualitas wine. Coba rasakan sensasi 60 detik pertama ketika wine mulai masuk dalam rongga mulut anda.

  • 0-15 detik: adakah rasa manis dari sisa gula hasil fermentasi?
  • 15-30 detik: adakah sensasi rasa buah anggur? Identifikasi bobot rasa wine  (light, medium, full-bodied)
  • 30-45 detik: anda menyukainya?
  • 45-60 detik: length? Berapa lama semua komponen, keseimbangan dan rasa dapat bertahan dalam mulut?

Hal di atas ini hanya sebagian kecil dan masih banyak hal yang bisa dipelajari dari buku ini, yang semuanya disajikan dalam enam bab. Termasuk di dalamnya ada bab khusus tentang bagaimana menguji kecocokan wine dengan makanan, proses pembuatan wine, mencoba wine-wine papan atas, termasuk juga wine-wine dari Amerika Latin. Menarik untuk mempelajarinya.

References:

  1. The Ultimate Wine Companion, Kevin Zraily, Sterling, 2010
  2. Choose The Perfect Wine For Every Occasion | Wines Beers & Spirits of the Net http://www.winesbeersandspiritsofthenet.com/blog/choose-perfect-wine-every-occasion

Catatan perjalanan Haji 2013

 

Keluarga Besar Kakung Prayit di Makkah (By De Wow)

Sebagian Keluarga Besar Kakung Prayit di Makkah, Oct 2013 (By De Wow)

Selasa, 8 Oktober 2013

CGK Menuju Jeddah

CGK Menuju Jeddah

GA980 yg membawa jamaah calon haji al-Hidayah Maktour sehrsnya takeoff 11:40, ditunda hingga 13:00 baru berangkat. Pakde Agus, bude Reni, Sita, Bimo, bude Ganik pade Anang, pakde Wow dan bude Rossy ada dalam rombongan ini. Pswt tua 747-400 dgn satu layar besar di depan utk nonton video bersama. Makan cukup lezat. Landing di Jeddah, 18:15wsa.

Dari atas kota Jeddah, terlihat hampir semua bangunan beton berbentuk kotak, tidak terlihat ada bangunan rumah bercungkup dengan atap genting seperti di Indonesia. Di area bandara tampak sedang banyak melakukan pembangunan, dozer, crane dan alat berat lainnya terlihat aktif bergerak untuk pembukaan lahan dan pembangunan gedung.

Dari pesawat, penumpang dibawa ke kantor imigrasi utk berihrom, sambil menunggu proses imigrasi selesai, yang diurus oleh pihak Maktour. Ruang tunggu cukup nyaman. Tersedia sofa berlebih, wall to wall carpet, bersih dan berAC. Para bapak/ibu bisa berganti pakaian siap umroh di sini. Juice, kopi/teh dan air mineral serta kue disediakan Maktour. Di luar gedung, tersedia halaman luas bersih bertenda besar tempat wudhu, kamar mandi dan musholla juga tempat duduk para jemaah dari berbagai negara yang menunggu keberangkatan bus menuju Makkah.

Pada calon haji tampak lelah dan ngantuk karena hingga jam 21:30wsa (1:30wib) msh blm ada tanda-tanda keberangkatan ke Makkah. Sambil menunggu keberangkatan, beberapa jemaah lelaki terlihat sibuk belajar memakai ihrom dengan benar.

Rabu, 9 Oktober 2013

Sekitar jam 1:00 WSA rombongan Al-Hidayah Maktour 40, yang dipimpin oleh Ustadz Darmawan, – asal Lamongan, muda, pandai, ramah dan selalu mendampingi rombongan Maktour 40 selama prosesi Haji hingga pulang ke tanah air -, sampai di hotel InterContinental Makkah, setelah perjalanan 2 jam menggunakan bus yang nyaman dan nasi kotak sebagai bekal serta ihrom tetap menempel di badan. Langsung menyimpan barang dan siap menuaikan Thawaf serta Sa’i. Lanjut dengan sholat subuh di Masjidil Haram.

Kembali ke kamar, telah siap shower air hangat, sarapan di resto hotel dan berakhir dalam selimut. Lelah sekali saat itu, betis dan pinggang terutama. Makkah yang mulai padat, membuat langkah kaki tertahan. Nyenyak tanpa terjaga dalam tidur dengan salonpas menempel di betis dan pinggang. Zzzz…

Thawaf

Thawaf

Di sekeliling masjidil Haram tampak lengan-lengan panjang crane raksasa mengitari masjid. Pembangunan dan penataan kota memang sedang gencar dilakukan di Makkah. Menurut info internet, Makkah Development Plan akan menghabiskan budget sebesar US$ 27 milyar, yang harus selesai dalam 18 bulan sejak dimulai Mei 2013.

Pembongkaran masjidil Haram sedang dilakukan dan lantai dua untuk keperluan thawaf yang sifatnya sementara, sudah bisa dipergunakan. Mulut lorong menuju lantai dua thawaf ini ada persis di depan hotel Grand Zamzam, khusus untuk pengguna kursi roda bila keadaan sedang tidak padat.

Senin, 14 Oktober 2013

Jam 6:00wsa, dengan berihrom, berangkat menuju tenda di Arafah dalam bus bernomor rombongan ’40’. Sepanjang jalan besar sudah terlihat tenda-tenda kecil di kiri-kanan jalan, para jamaah haji yang berjalan kaki, bus-bus besar kecil beriringan lamban. Ramai lancar.

Beberapa tenda besar Maktour bersebelahan dengan tenda jamaah Malaysia. Tenda besar dengan kamar-kamar di dalamnya untuk laki-laki dan perempuan terlihat nyaman. Lorong di tengah sebagai jalan, dari depan ke belakang, dengan kamar-kamar di sebelah kanan-kirinya. Setiap kamar tersedia 20 kasur lipat bersih dengan rak barang memanjang di atas kepala, satu kamar mandi dan wastafel untuk wudhu dan AC besar. Nyaman. Menurut Maktour, musholla tidak sebagus musim haji tahun lalu, 2012, karena sempat roboh diterjang hujan angin beberapa hari sebelumnya dan tidak cukup waktu untuk memperbaiki seperti semula lagi. Gak masalah, masih nyaman juga. Makan siang disediakan di depan tenda, dan sholat Dhuha, Wukuf dan Maghrib dilakukan di musholla.

Sekitar jam 20:00wsa, bus menjemput di depan tenda rombongan untuk kembali ke Makkah melalui Muzdalifah, untuk mengambil batu dan mabit.

Selasa, 15 Oktober 2013

Sekitar jam 1:00 dini hari, rombongan sampai di hotel InterContinental Makkah, dilanjutkan dengan Thawaf dan Sa’i, tetap dengan berihrom. Alhamdulillah, berjalan lancar, selesai sudah semua larangan ihrom, sementara rombongan jamaah lainnya masih belum banyak sampai di Makkah.

Pelataran masjidil Haram terlihat banyak perempuan bercadar hitam menggelar tikar dengan berbagai kue di atasnya dan anak-anak berpakaian bagus penuh tawa. Merayakan lebaran Idul Adha rupanya.

Di tenda Mina

Di tenda Mina

Tepat setelah Dhuhur, rombongan Maktour berangkat ke tenda Mina untuk melakukan lontar jumrah Aqobah dengan pakaian bebas. Kurang lebih satu jam sampai di tenda Mina. Tenda besar tanpa sekat untuk tiga rombongan bus Maktour, 40-41-42. Laki-laki dan perempuan terpisah oleh jalan tanpa sekat. Tersedia masing-masing dua kamar mandi untuk laki-laki dan perempuan dan gerai makanan, yang selalu menyediakan minuman segar dalam lemari es dan makanan kecil serta buah-buahan. Tersedia kasur lipat empuk berjajar rapi di karpet dan sandal bersih berbungkus plastik.

Setelah sholat maghrib berjamaah dalam tenda, semua jamaah 40, 41 dan 42 berangkat menuju Aqobah dengan tujuh kerikil siap lempar. Berjalan kaki.

Jarak tenda ke jalan-bersusun kira-kira 200 m. Escalator tersedia dalam gedung untuk menuju tiap lantai. Lantai 4, teratas adalah jalan semua jamaah haji tahun ini yang dipergunakan untuk melontar jumroh. Jarak dari escalator menuju Aqobah kurang-lebih 150 m, selanjutnya Wusta dan terakhir…, masing-masing berjarak kira-kira 50 m.

Pemerintah Arab Saudi telah membangun jalan bersusun empat yang sangat lebar (25-30m) menuju tiga ‘tiang’ target fisik lontar jumrah (Aqobah, Wusta, Ula) sebagai simbolisasi musuh umatNya, syaitan. Yang disebut tiang disini sebenarnya adalah bangunan dinding berdimensi kira-kira 15 x 2 m menjulang dari bawah lantai dasar hingga atap lantai 4, berada di tengah jalan susun. Bayangkan sebagai tiang besar ditengah sumur, sehingga batu yang mengenai dinding akan jatuh ke lantai paling bawah dari jalan susun tersebut.

Jamaah haji masih banyak di Makkah, dan belum cukup padat memenuhi Mina, sehingga cukup lega melakukan lontar jumrah Aqobah malam itu.

Tanpa masuk lagi ke tenda, jamaah langsung masuk bus dan kembali ke hotel di Makkah.

Rabu, 16 Oktober 2013

Tenda Maktour di Mina

Tenda Maktour di Mina

Setelah maghrib, rombongan 40-41-42 berangkat menuju tenda Mina untuk mabit dan  lontar jumrah Ula, Wustha dan Aqobah. Jalan raya sudah ramai dengan jamaah yang menuju Mina. 42 kerikil dibagikan oleh Maktour di dalam bus untuk keperluan lontar jumratul. Turun dari bus di Mina langsung jalan kaki menuju Aqobah, Wustha dan Ula dengan 21 kerakal siap di tangan. Jalan paling atas bersusun empat sudah padat dengan jamaah, masing-masing terlihat dipimpin oleh ustadz yang memegang bendera atau papan berlogo rombongannya. Rombongan jamaah Indonesia banyak terlihat. Saat mendekati Aqobah, dengan semangat mereka berlari dan terlihat gemas mereka melempar Aqobah. Wuzzzz… plak.. tangan menampar kepalaku dari belakang setelah batu lepas meluncur ke tiang Aqobah. “Maaf pak”, sambil tersenyum ibu tua memohon maaf. “Alhamdulillah bu, semoga mabrur hajinya”, balasku sambil tersenyum. Pedas di kepala.

Selesai lontar jumrah, rombongan berjalan kaki menuju tenda yang sama, tempat jamaah singgah sehari sebelumnya. Handuk, sandal dan tas kecil berisi perlengkapan mandi tersedia di masing-masing kasur, untuk para jamaah. “Seperti perlengkapan mandi Boeing 747-400″, kata ustadz Faisal.. hahaha…

Kamis, 17 Oktober 2013

Tidur cukup nyenyak dan bangun jam 3:00 pagi untuk mulai ke kamar mandi dan sholat subuh berjamaah. Tersedia masing-masing dua kamar mandi untuk laki-laki dan perempuan dalam tenda Maktour. Di luar tenda, tersedia banyak untuk umum, kamar mandi dan tempat wudhu.

Setelah sholat Subuh berjamaah dalam tenda, dilanjutkan dengan makan pagi. Menu menarik, tersedia dendeng balado dll. Lebih memilih mie instant rasa kari ayam, berlabel tulisan Arab semua tapi logo dan warna sudah sangat terkenal di Indonesia, dalam cangkir plastik, anget dan sudah hapal rasanya.. enak.. pasti anda tahu merknya…

Di depan escalator jumratan

Di depan escalator jumratan

Rombongan berkumpul di luar tenda dan siap bergerak jalan kaki untuk lontar jumroh Aqobah, Wusta dan Ula yang kedua kalinya dengan membawa 21 butir kerakal (lebih besar sedikit daripada kerikil).

Saat itu suasana jalan padat dengan jemaah namun cukup longgar dan nyaman untuk berjalan kaki. Tidak panas karena ada atap beton di atas lantai 4 yang melindungi sengatan matahari, hanya butuh masker karena debu.

Jumat, 18 Oktober 2013

Di depan Masjidil Haram

Di depan Masjidil Haram (Foto: De Wow)

Ulang tahun pakde Agus dan pakde Anang sempat dirayakan dengan makan bersama di cafe Hilton. Sayang, pakde Anung sklg hanya sempat menyambangi sebentar karena harus berangkat ke Jeddah 14:00 untuk pulang ke tanah air.

Hari itu adalah kesempatan terakhir untuk berbelanja oleh-oleh di Makkah karena malam hari kopor yang masuk bagasi pesawat, akan diambil Maktour pada malam hari, kecuali ‘hand carry’ melalui Madina-Jeddah.

Chicken Mandi - Al-Tazaj

Chicken Mandi – Al-Tazaj

Ini juga kesempatan terakhir menikmati ‘chicken mandi’, yang jadi menu pokok sehari-hari keluarga selama di Makkah. ‘chicken mandi’ adalah nama menu paket ayam goreng sejenis KFC dari gerai makanan al-Tazaj, yang berisi nasi gurih berwarna kuning dalam kotak timah sebesar piring cukup untuk berdua, berberas panjang tanpa kuah dengan satu ayam goreng tanpa tepung di tengahnya. Nasi dan ayamnya bisa bertahan lebih dari dua hari tanpa berubah kualitas bentuk maupun rasa, tapi pasti sudah habis dalam dua hari. Sangat direkomendasikan bagi yang berkunjung ke Makkah. Enak sekali.

Sabtu, 19 Oktober 2013

Dalam Bus 'Maktur 40'

Dalam Bus ‘Maktur 40′

Perjalanan Makkah-Madinah berjarak 410 km, menggunakan bus, yang berangkat pukul 14:30 dari hotel InterContinental, Makkah. Matahari cerah, suhu 34C. Pelataran masjidil Haram mulai berkurang kepadatannya, namun thawaf sekeliling Kabah masih penuh dengan umatNya walaupun lantai dua terlihat lengang, terlihat dari siaran langsung tv hotel.

Jalan lengang berlapis aspal hitam halus berlajur tiga di masing-masing jalur dan pemandangan bukit-bukit batu dan dataran luas kering berpasir kecoklatan mewarnai kiri-kanan jalan sejauh mata memandang. Terik. Pagar kawat rendah yang terlihat ringkih setinggi satu meter membatasi kedua jalur berlawanan arah.

Berbahaya rasanya mengemudi di jalan bebas hambatan yang cukup lengang dengan pemandangan datar membosankan dan terik ini. Mudah mengantuk. Terkadang jalan di depan tampak kecoklatan tak tembus pandang karena tertutup pasir yang dihembus angin. Bus sering terasa goyang karena hembusan angin yang sangat kuat.

Sudah 55 menit perjalanan dari Makkah, masih 356 km lagi sampai Madinah.

Pukul 17:40 bus jalan lagi setelah istirahat di pemberhentian bus al-Tazaj, kira-kira KM200 selama 30 menit. Banyak sampah berserakan dan parkir bus tak beraturan. Kamar kecil antri dan jorok. Restoran ada beberapa, namun umumnya ‘take away’ food. Termasuk gerai Al-Tazaj dengan menu unggulan ‘chicken mandi’ yang penuh antrian, ingin juga ikut antri, tapi sayang tak cukup waktu.

Pukul 17:59 sign board pinggir jalan menunjukkan bahwa masih harus menempuh 171km lagi untuk sampai di Madinah. Perjalanan malam hanya mendapat cahaya dari lampu mobil, tanpa lampu jalan sama sekali.

Pukul 20:00 sampai di hotel Hilton Madinah, berlokasi di sekitar area masjid Nabawi.

 

Minggu, 20 Oktober 2013

Acara pagi dimulai dengan sholat subuh masing-masing, sarapan dan berangkat ke masjid Nabawi untuk sholat di roudhoh, jalan kaki. Kelompok perempuan berangkat lebih dulu berhubung dalam masjid, laki-laki dan perempuan dipisahkan. Ziarah ke makam Nabi Muhammad dan Abubakar dilakukan lebih dulu dan dianjutkan sholat di Rawdah (Roudhoh), tempat Nabi Muhammad memimpin sholat umatnya. Perlu menunggu beberapa menit untuk dapat giliran sholat di Roudhoh berhubung banyaknya peminat. Askar Arab secara tegas mengatur ini semua sehingga semua jamaah bisa mendapatkan kesempatan.

Bimo di Masjid Nabawi

Mas Bimo di Masjid Nabawi

Selesai sholat subuh, jalanan depan masjid Nabawi banyak dipergunakan untuk berjualan mainan anak-anak, sajadah, gamis.

Pertokoan di sekitar hotel mengingatkan pertokoan ITC di Jakarta, kios-kios kecil dengan lorong panjang, ramai dengan suara pembeli dan penjual. Pakaian muslim perempuan, sajadah, perhiasan, jam tangan, banyak dijual di kios-kios tersebut.

Melihat-lihat toko jam tangan, banyak dijajakan jenis-jenis yang ‘gemerlap’. Anehnya, sang penjual sering mengatakan “this is original”. Loh.. sebaiknya lebih ‘teliti sebelum membeli’.

‘Food market’ terletak di seberang hotel Hilton menjual banyak makanan fastfood, termasuk baso yang dikemas dalam kotak timah. Semua makanan hanya bisa dibawa pulang (take away), tidak tersedia meja makan di resto kecuali di pelataran pasar. Gerobak dorong untuk berjualan pisang, anggur dan buah lainnya juga tampak di pasar ini. Toko kecil di sudut food market, yang berjualan kurma, termasuk yang ramai dikunjungi jamaah haji. Kurma Ajwa atau kurma nabi, yang menurut cerita adalah jenis kurma yang dulu pernah ditanam oleh nabi Muhammad SAW, cukup laris dibeli jamaah. Juga kurma tanpa biji yang dibungkus cokelat dan berisi almond.

 

Senin, 21 Oktober 2013

Pukul 14:15 berangkat menuju Jeddah.

Setelah 33 menit perjalanan,14:48, papan penunjuk jalan di pinggir jalan tol memberikan info bahwa jarak menuju Jeddah adalah 385 km. Pembukaan selokan dan pipa di sebelah kanan jalan tampak disusun bersambungan siap untuk ditanam. Sering terlihat pembangunan di kanan-kiri jalan.

Lalulintas jauh lebih sepi dibanding dengan perjalanan Makkah-Madinah. Tampak di jalan lurus bebas hambatan ini hanya ada satu bus di depan. Mungkin karena masih banyak jamaah haji yang berziarah di Madinah. Suara angin yang keras dan gerak bus yang seperti terombang-ambing ke arah kanan menunjukkan kekuatan angin yang tinggi menampar bus dari sebelah kiri.

Pukul 17:24, Jeddah masih 126 km dan Makkah 150 km. Matahari tepat dari arah depan bus, silau. 15 menit kemudian bus belok ke kanan di pertigaan yang menuju Jeddah, masih 98 km, sementara jalan lurus menuju Makkah.

Lampu bercahaya terang sepanjang jalan mulai menyala, terlihat seperti garis panjang kuning di tengah tanah datar luas menjelang gelap. Memasuki kota Jeddah, sebagai bagian propinsi Makkah, rasanya lapang dan terang. Tidak banyak orang berlalu-lalang, jalan lebar, gedung-gedung besar berdesain modern dengan halaman luas, bercahaya terang dan neon sign berwarna-warni seperti layaknya kota metropolitan dunia. Banyak terlihat showroom mobil sport mewah.

Pukul 19:00 sampai di hotel Intercontinental, Jeddah. Hotel besar dan kamar besar, yang masing-masing tempat tidurnya (twin) mampu untuk berdua, namun secara keseluruhan, redup cahayanya. Makanan dan buahnya enak sekali.

Di sebelah hotel terdapat toko Gazzaz yang terkenal dengan parfum dan keperluan perempuan lainnya seperti tas, perhiasan, perlengkapan make up, dll. Toko Gazzaz ini juga ada di Makkah, persisnya ada di lantai dasar hotel Hilton, namun tidak sebesar dan senyaman di Jeddah. Bayak dikunjungi jamaah dari Indonesia untuk keperluan oleh-oleh parfum dan pasmina.

Pusat Perbelanjaan Jeddah

Pusat Perbelanjaan Jeddah

Pertokoan modern di jalan Tahliya banyak menjual barang-barang ‘branded’ yang buka mulai jam 10:00 pagi. Merk-merk ternama untuk tas khususnya, seperti Louis Vuitton, Hermes dll. semua tersedia.

Untuk pasar menengah, bisa mengunjungi wilayah Ballad. Barang apapun ada dijual di sini. Kue, pakaian, jam tangan, kamera, semua ada. Bahkan restoran Indonesia ‘Garuda’ yang menjual mie ayam dan baso, lengkap dengan goreng-gorengannya juga ada. Nikmat, rasa asli dan oleh orang-orang Indonesia asli. Cukup untuk mengobati rasa kangen masakan Indonesia. Banyak sekali rombongan jamaah Indonesia yang berseliweran di Ballad ini.

Bude Reni sangat fasih dengan lekuk-liku kota Makkah, Madina dan Jeddah ini, khususnya area tempat jualan oleh-oleh. Istilahnya “lobang semut pun dia tahu” ha ha ha…

22 Oktober 2013

Jam 21:00 mulai berangkat menuju bandara King Abdul Aziz, Jeddah untuk keberangkatan ke tanah air menggunakan GS0983 yang akan takeoff 23 Okt 2013 1:30 dini hari.

Kira-kira 15:00wib GA0983 mendarat di CGK, dan keluar bandara 16:30 setelah paspor dan air zamzam dibagikan oleh Maktour.

Alhamdulillah dan terimakasih kepada Maktour serta Ustadz Darmawan yang telah menghantar dan mengawal kami dalam prosesi haji hingga kembali ke tanah air dengan selamat. Semoga haji kita semua mabrur adanya. Amin

Pilihan

Duduk diam di emperan mall,

berderet mobil mengantar-jemput pengunjungnya,

warna-warni, juga bermacam model pakaiannya

Tentu saja mahal semua yang dikenakannya

Paling tidak, .. terlihat mahal…

Indah dan wangi semuanya..

Sekat-sekat budaya banyak menghadang di ruang pikir

Lelah rasanya, terus berjalan menembus labirin sempit

Pemahaman etika dan kebenaran sosial seringkali menjadi masalah,

apalagi kultur lingkungan asal masih terlalu dominan

Berpikir kritis bukan landasan, kepalsuan menjadi idaman

Tercenung melintas polah tingkahnya,

sibuk bersolek mematut diri, mencoba keras membangun persepsi

Seolah nilai-diri linier dengan harga materi

Genit menyapa setiap mata

Jalan pelan berteman keangkuhan,

dagu diangkat tanpa menoleh .. ‘cool’ pikirnya…

‘tak peduli liyan’ adalah simbol kemapanan menurutnya.

Menafikan kawan apalagi lawan,

sikut kiri-kanan, intrik, fitnah adalah menang baginya,

dan ketulusan tampak naif untuknya

Inilah ‘power’ tepuk di dada,

macam politikus dadakan saja layaknya..

bangga tanpa setia, lupa diri aku siapa

Uang adalah tujuannya.

Betulkah tanpa pilihan untuknya?

Catatan Lebaran 2013

usium Kaliurang Aug. 2013

Musium  Ullen Sentalun, Kaliurang, Aug. 2013


2 Aug 2013

Tepat 7:45, GA306 boarding menuju Surabaya mengangkut kami bertiga. Dua kopor di bagasi, satu kopor dan satu ransel di cabin, siap menjadi bekal kami berlebaran di Kediri-Yogya selama dua minggu, 2-16 Aug 2013. Mampir di Depot Anda, Mojokerto untuk bungkus rawon, pepes pedas kepiting dan udang. Sekitar jam 12:00 sampai di rumah Putri, Kediri.

Buka puasa pertama di Kediri rasanya nikmat sekali, banyak kue, minuman dan lauk-pauk lengkap. Sudah langganan setiap tahunnya, TA dan DG yang belanja, kadang DRS dan OP membantunya. Saya dan Candil penumpangnya he he he.

Tak lama kemudian, pakde Anung datang dari Jakarta (pulang hari Senin, 5 Aug 2013), disusul rombongan terakhir dari Jakarta, De Wow dan klg, om Putut dan mbak Dhila. Wah, Putri makin sumringah.. tapi kok masih susah semangat makannya ya… lemah, kurang semangat, mudah sakit, walaupun dengan fisik yang kelihatan lebih ringan dan sehat. Namun gak bisa dipungkiri, goresan senyum tetap terselip, bahagia dengan kedatangan putra-putri dan cucu-cucunya. Suasana ramai, segar dan ceria muncul disekelilingnya.

Malam hari para cowok jagoan pada tidur di Musholla, lengkap dengan peralatan tidurnya.

3 Aug 2013

Kegiatan seperti biasa, para cowok main game sepakbola dan dua cewek lainnya (dik Laras dan mbak Candil) sibuk dengan iPadnya masing2. Jam 15:30 bude Ganik mulai ngabuburit belanja buat buka puasa ditemani TA, Candil dan OA. Baso goreng Mitra adalah selera tetap para krucil, (SD s/d SMA) dan es Internasional langganan para bapak/ibunya. Buka puasa meriah dengan meja makan penuh lauk dan kue. Gak sempat istirahat, dilanjut sengan beli martabak tipker, depan SMA 1. Sampai rumah, langsung ‘sikat abis’… menyenangkan..

Jagongan di meja makan malam hari gayeng sekali, apalagi ada pakde Agus yang selalu bikin tertawa ngakak…

6 Aug 2013

Pakde Tri sklg datang dari Madiun, di susul mas Iwan dgn mbak Ika pada tanggal 7 Aug pagi dari Yogya. Berhubung sudah ada rumah sendiri di Kediri maka pakde Tri sklg tidak lagi turut meramaikan tinggal di tempat Putri, tapi bude Bet masih sempat nginap semalam.

8 Aug 2013

Putri dan Anak CucuBerangkat sholat Ied jam 6:00 dari rumah. Tidak seperti tahun sebelumnya, kali ini Putri berangkat ke masjid berjalan kaki, tidak lagi berkursi roda. Alhamdulillah. Baju koko bagus dari De Ren warna merah dan putih. Matursuwun bude Reni.

Sudah menjadi budaya keluarga yang sangat ngangeni, sarapan bersama dengan menu utama lontong opor ayam, sayur labu pedas, sambal goreng krecek dan tahu, juga telor petis setelah sholat Ied, dilanjutkan sungkeman dan bermaaf-maafan, kemudian acara yang ditunggu para cucu, yaitu pembagian amplop dari para bude, tante dan om Putut dan ditutup dengan berfoto-foto.

9 Aug 2013

Om Peter datang, setelah melalui perjuangan panjang dari Munchen, Spore, Jakarta, Surabaya dengan delay berkali-kali, karena badai.

10 Aug 2013

KA MalioboroJam 11:25, Putri dan semua anak cucunya bergerak menuju Yogya, menggunakan keretaapi Malioboro. Untuk nyekar Kakung tentunya. Asik juga keretanya, mampir berhenti di setiap stasiun. Mulai Kertosono, Nganjuk, Madiun…

Rombongan Putri terpisah di tiga gerbong, Eksekutif 1, 2 dan 3. Sayang sekali, Pakde Agus dan Bude Reni tidak dapat turut serta, karena tanggungjawab amanah yang harus diembannya sebagai pimpinan masyarakat Kediri. Selamat bertugas pakde/bude. Juga mbak Sita yang harus kuliah di Melbourne, semangat dan sukses mbak. Wah.. kebayang khusuknya sholat Ied mbak Sita di sana..  Kira-kira 15:15 kereta sampai di stasiun Yogyakarta. Putri naik taksi dan sisanya berbecakria menuju hotel Santika. Rp. 30 ribu/becak.

Sampai di Santika disambut pakde Anung dan de Han. Acara meriah dari pakde Anung di kamar karemenan Putri, suite room 355, adalah pembagian amplop untuk semua anak, keponakan juga orangtuanya.

11 Aug 2013

Nyekar Terkasih

Nyekar Terkasih


Pagi itu kita semua berangkat untuk ziarah ke makam Kakung di sebelah timur Ambarukmo. Mas Iwan sudah menyiapkan bunga. Khusuk berdoa semoga Kakung istirahat damai di istanaNya, dilanjutkan menabur bunga di pusaranya. Pakde Anung berangkat ke Surabaya dan mas Iwan ke Jakarta.

Setelah ziarah, Putri dan sebagian rombongan berlebaran ke keluarga di Jomblang, sedangkan para cucu ke UGM untuk berfoto-foto, Insha Allah keinginan para cucu bisa kuliah di UGM dikabulkanNya, amin. Jalan-jalan dilanjutkan ke Kaliurang melihat museum Ullen Sentalun tentang keraton Solo dan Yogya yang direkomendasikan De Wow. Bagus sekali museumnya, jadi lebih paham sejarah keluarga kraton. Foto para raja, ratu dan keluarganya banyak dijelaskan oleh guide yang sepertinya sangat paham silsilah keluarga istana. Sayang tidak ada informasi tertulis yang dipasang untuk menjelaskan foto-foto tersebut.

12 Aug 2013

Putri, DG, TA, siapa lagi ya? Belanja di Kranggan dan batik di Malioboro, sementara para cucu nonton RED2 di Plaza Ambarukmo. De Han, maito dan mbak candil pulang Jakarta, setelah mampir santap lotek di Sagan. Uenak tenan…

Kereta Malioboro jurusan Yogya-Malang mengangkut rombongan ke Kediri pada jam 23:25. Pakde Tri sklg turun di Madiun dan kereta sampai di Kediri sekitar jam 4:00. Om Putut dan om Peter masih santai di Yogya.

13 Aug 2013

Rabu siang Pakde Anang pamit berangkat ke Jakarta.

16 Aug 2013

Jumat jam 9 pagi OA sklg dan DW sklg pamit pulang ke Jakarta.

Alhamdulillah acara lebaran 2013 berjalan membahagiakan untuk semua, semoga semakin meriah untuk Lebaran 2014 dan selalu sehat sejahtera untuk Putri tercinta dan seluruh keluarga. Amin

Putri

Putri


Putri,

Tujuhpuluh lebih usianya

Lamban terlihat gerak raga

mengatur langkah nafas di dada

lembut santun bertutur kata

tanpa lelah, bimbing kami semua

tak lupa terus memanjat doa

‘tuk putra-putri cucu tercinta

 

Bila telah Kakung tiada

Terhentak bangun kami semua

Terbayang jauh di awal usia

Begitu nakal kami ternyata

Ah… Sering lupa …

betapa Kakung Putri berdua

Begitu keras menjaga kita

Mengajar, beraskencur, kue, stensil dan bukunya

Adalah bagian perjuangannya

Tambah tirakad setiap harinya

Mengerti sudah kami kiranya

Bahagia semata tujuannya

Untuk semua buah cintanya

… Sungguh mulia …

Tak mungkin kami membalasnya

Semua yang sudah dicurahkannya

Bagaikan, menggarami samudra saja layaknya

Namun tetap kami upaya

Untuk terus membahagiakannya

Putri yang mulia

Lebaran selalu jadi harapan

Saat berkumpul penuh guyonan

Bila datang saat sungkeman

Terpuruk tunduk diatas pangkuan

Memohon maaf dalam dekapan

Putri selalu, penuh kelapangan

Goresan senyum terselip mekar

ceria kerna keluarga besar

putra-putri dan semua cucunya

riang segar tanpa terasa

muncul sinar di sudut mata

Bahagia penuh Putri tercinta

Menemani di Ambarukmo Plaza

Ramai sekali rasanya, tua-muda, besar-kecil, laki-perempuan berlalu-lalang dengan tas plastik membungkus barang baru di dalamnya. Sulit untuk tidak bersenggolan dengan sesama pengunjung. Beberapa pasangan muda tampak mesra duduk di tangga mall itu, juga kelompok anak muda belasan tahun terlihat ceria bercanda, sedang reuni sepertinya. Berisik bunyi becampur menusuk gendang telinga, penuh. Suara anak menjerit, menangis minta terus bermain di tempat main berbayar sangat khas terdengar. Tak sabar sang ibu, memarahinya dan menariknya masuk ke toko perhiasan. Semburat senyum sang ibu keluar kaca etalase toko, dapat sudah barang yang dicarinya, rupanya…. ah musim belanja saat lebaran masih berlangsung memang..

Duduk aku di pojok sebuah kedai donat, sambil menulis catatan ini, menunggu anak-anak nonton di bioskop, berlima, termasuk satu perempuan termuda kelas 6 SD tapi bukan yang terkecil, bongsor badannya, gadis layaknya. Entah apa yg mereka tonton, tampak panjang antrian beli tiketnya. Senang menemani mereka jalan bersama, selalu bercanda. Kadang sampai bikin adik terkecil yg perempuan sendiri menangis, diganggu kakak-kakaknya. Tapi tetap saja mereka selalu bersama bergembira. Selalu rukun .. anak-anak yang belum mengerti sepunuhnya harga uang. Hemmm… berbahagialah nak.. kuamati saja dari belakang…

Sambil menunggu anak-anak nonton, aku masuk ke toko buku dalam mall yang sama. Ramai juga. Usia belasan, usia sd dan smp, paling banyak terlihat. Mereka berkerumun di anjungan buku-buku novel remaja, chicklit istilahnya, dan komik. Pengunjung terbanyak kedua adalah usia smu dan mahasiswa. Sama, mereka juga menyenangi novel juga, tapi novel yang lebih dewasa. Akupun mengambil satu buku di anjungan novel ini ‘Lelaki pemanggul goni’, buku kumpulun cerpen terbaik 2013 versi Kompas. Buku religi termasuk yang banyak dikunjungi pengunjung. Yang menarik dari para pengunjung toko buku besar ini adalah banyak perempuan usia smu atau mahasiswa, menggunakan jilbab. Apakah ini bisa berarti semakin religius anak muda kita? Semoga berada dalam bimbingan yang benar.
Tiba-tiba sontak kaget aku dibuatnya, mereka berlima teriak di tidak kusangka. Selesai sudah mereka menonton film, RED2. Pulang ke hotel kita bersama.

The Net Delusion

Net Delusion

Dasar pemikiran Morozov dalam buku ini adalah ketidak-percayaan atas keyakinan banyak pihak, mulai dari pemimpin dunia hingga para blogger, bahwa Internet adalah agen pembebasan (cyber-utopian)

Judul: The Net Delusion

Sub Judul: How not to liberate the world

Penulis: Evgeny Morozov

Tebal Buku: 425

Penerbit: Penguin Books

Tahun: 2011

Berbeda dengan buku-buku yang menuliskan tentang berbagai kemudahan, ketelitian, kecepatan dan kenyamanan hidup yang dijanjikan bila bergabung dalam dunia maya via Internet (lihat http://www.pedomannews.com/pilkada-dki-2012/umum/21633-mobile-wave-how-mobile-intelligence-will-change-everything ), maka dalam buku ini justru menunjukkan sisi gelap internet, khususnya dalam penggunaannya untuk tujuan politik pembebasan.

Andrew Sullivan, dalam tulisannya di The Atlantic, “The Revolution Will Be Twittered”, begitu antusias dan meyakini bahwa ketika media cetak dan media electronic telah dibungkam, maka sosial media (Facebook, Twitter, blogs) telah menjadi alternatif alat pembebasan melawan authoritarian, seperti yang di tunjukkan dalam demonstrasi di Tehran, Iran, Juni 2009, saat menentang kekuasaan Ali Khamenei dan Ahmadinejad dan fenomena Arab Spring sesudahnya. Hal yang sama kemudian menyebar diberbagai media cetak/elektronik dunia tentang pentingnya peran sosial media untuk pembebasan. Bahkan seorang deputi penasihat keamanan Presiden George W. Bush sampai merasa perlu untuk mengkampanyekan pentingnya Twitter masuk dalam nominasi pemenang Nobel Perdamaian dengan alasan “tanpa Twitter, bangsa Iran tidak akan merasa berdaya dan percaya diri untuk menuntut kebebasan dan demokrasi”.

Menteri Luar Negeri AS, Hilary Clinton dalam pidatonya tentang Internet Freedom di Newseum, Washington DC, Januari 2010 mengatakan bahwa kebebasan berinternet sangatlah fundamental seperti halnya kebebasan berbicara itu sendiri. Ibarat suatu kota abad 21, maka dalam dunia mayapun, nilai-nilai universal, seperti kebebasan, transparansi dan kebebasan berekspresi, perlu tetap dihormati dan dipertahankan oleh pemerintah dimanapun. “Kebebasan berekspresi, berkumpul, dan berserikat secara online adalah apa yang saya sebut sebagai kebebasan untuk saling terhubung”, kata Hilarry Clinton. Juga mengutip ucapan Presiden Barrack Obama bahwa “the more freely information flows, the stronger societies become”. Akses terhadap informasi akan membantu masyarakat untuk dapat memastikan akuntabilitas pemerintahan, merangsang munculnya ide-ide dan kreatifitas baru serta menstimulasi tumbuhnya kewirausahaan.

Hilary Clinton pasti sangat sulit mempertahankan kebenaran pidatonya setelah terbukti bahwa AS telah melakukan intervensi ke berbagai negara lain melalui dunia maya yang dilakukan oleh Snowden beberapa waktu yang lalu.

Bertolakbelakang dengan media barat, People’s Daily, milik Partai Komunis China, berpendapat bahwa kekacauan setelah pemilu di Iran karena perang online yang dilancarkan oleh AS. Pendapat semacam ini juga muncul di Xinhua News (China), Moldova dan televisi Rusia, NTV. Bahkan ini terbukti, menurut Morozov, hanya terdaftar sebanyak  19,235 akun Twitter di Iran (0.027% dari populasi) pada saat itu.

Bahkan lebih buruk lagi adalah laporan Moeed Ahmad, direktur Al-Jazeera, yang menyatakan bahwa hanya 60 akun Twitter yang aktif di Teheran ketika pihak penguasa Iran memberangus jaringan komunikasi online.

Globalisasi saat ini berada dalam kondisi terburuknya, setidaknya demikianlah kesimpulan tentang akibat Twitter di Iran yang disampaikan diplomat AS di Washington ke perusahaan Amerika di San Fransisco. Alih-alih menemukan cara yang baik untuk memantabkan hubungan jangka-panjang dengan para blogger di Iran dan menggunakan hasilnya untuk perubahan sosial, budaya dan bahkan politik; kebijakan politik luar negeri AS malah justru menyebabkan mayarakat Iran berada pada posisi yang berbahaya. Para demonstran banyak ditangkap dan dipenjarakan, bahkan mereka yang sebelumnya mendapatkan bantuan pendidikan/pelatihan Internet dari AS selama masa pemilu, tidak dapat pulang ke rumah karena terus diawasi segala akitifitasnya. Sedikitnya lima orang ‘terperangkap’ di Eropa. Revolusi Twitter Iran telah menuai dampak buruk globalisasi. Para penguasa autoritarian yang sebelumnya bersifat ambigu terhadap Internet, malah justru mengambil sikap semakin keras menerapkan aturan-aturan pemberangusan.

Ketika nasib demokrasi Iran bergantung pada kemurahan hati Silicon Valley, yang sepertinya tidak cukup peduli dengan berbagai masalah geopolitik dunia, maka AS tidak punya lagi pilihan lain, selain intervensi. Bila ini terjadi, maka sangat tidak bisa dimaafkan bila sampai terjadi intervensi dunia maya ke urusan dalam negeri pihak lain, sementara para pengambil kebijakan negara- negara barat pada umumnya masih bermimpi tentang demokrasi.

Dasar pemikiran Morozov dalam buku ini adalah ketidak-percayaan atas keyakinan banyak pihak, mulai dari pemimpin dunia hingga para blogger, bahwa Internet adalah agen pembebasan (cyber-utopian), yang bermuara pada anggapan lebih lanjut bahwa bila dana besar digelontorkan di negara-negara authoritarian untuk kemudahan akses internet bagi rakyatnya, maka demokrasi akan mudah tercapai karena adanya kebebasan berpendapat, berpolitik dan mengumpulkan massa. Logika yang juga ditentang oleh Morozov adalah bahwa internet sebagai piranti penting untuk pembebebasan ini oleh banyak pihak, disamakan dengan fenomena ‘samizdat’, yaitu penyebaran banyak pamflet kecil di Jerman Timur sebelum runtuhnya Tembok Berlin.

Ada dua kelompok keyakinan yang banyak dianut pengguna internet di dunia tentang hubungan antara internet dan perubahan masyarakat, yaitu:

  • Cyber-utopianism adalah keyakinan yang naif bahwa komunikasi online bersifat emanspatoris, dan penolakan fenomena terjadinya dampak sosial negatif yang disebabkan oleh internet. Menurut Mozorov, tidak banyak sebetulnya cyber-utopist, namun banyak hal dalam kebijakan luar negeri AS m didasarkan pada keyakinan ini
  • Internet centrism adalah keyakinan berlebihan bahwa komunikasi internet mampu merubah kondisi masyarakat sekitar.

Kedua keyakinan inilah sebetulnya yang dibantah oleh Morozov dalam The Net Delusion, dengan melakukan berbagai penelitian terhadap praktek penggunaan internet di negara-negara authoritarian di Asia Tenggara, China, Timur Tengah Afrika, Rusia dan Amerika Latin; dan semuanya disajikan dalam buku ini.

Morozof menunjukkan dalam bukunya bahwa di dunia ini Internet banyak digunakan untuk keperluan:

  1. hiburan,
  2. sensor,
  3. propaganda oleh pemerintah atau individu yang anti-Barat
  4. mengawasi para pemberontak/oposisi.

Hal penting yang perlu juga diperhatikan adalah bahwa:

  1. Internet tidak berada dalam ruang hampa, melainkan berada dalam ruang politik yang responsif terhadap semua fenomena Internet
  2. Persepsi pemerintah terhadap kekuatan Internet sangat dipengaruhi latarbelakang historis, kebudayaan dan ideologi sehingga respon dan kebijakan yang diambilpun juga akan bias
  3. banyak hal yang dilakukan pemerintah AS di dunia maya sudah kontra-produktif.

Dalam bab tentang Sensor, Morozov menceritakan kasus yang terjadi di Arab Saudi sebagai salah satu contoh bukti bahwa internet di negara authoritarian tidak akan berfungsi sebagai alat yang membebaskan. Tahun 2005, otoritas kurikulum ditingkat pendidikan sebelum universitas hanya mengijinkan pelajaran filsafat Islam dan melarang filsafat Barat. Keinginan besar sebagian masyarakat Arab Saudi untuk mempelajari filsafat menyebabkan seorang bangsa Arab yang sedang belajar di AS membuat forum diskusi di internet, Tomaar, untuk berbagi informasi tentang filsafat dan berbagai isu Timur Tengah yang sedang hangat. Dengan cepat sekali situs ini berkembang jumlah penggunanya hingga l2.000 pengguna aktif dan rata-rata 1.000 posting per hari.

Mengingat tidak mungkin menghapus informasi Tomaar dan terinspirasi pemerintah China yang banyak melakukan sensor terhadap para pengguna internet di negerinya, pemerintah Arab Saudi melakukan proses blokir ke ISP pengguna yang bermaksud untuk akses ke URL Tomaar. Blokir ini bisa ditembus melalui jalan ‘melingkar’ via komputer ber ISP lain untuk menembus URL Tomaar. Akhirnya pihak otoritas internet Arab Saudi melakukan serangan DDoS ke Tomaar yang berakibat ditutupnya situs ini oleh penanggungjawab server di AS karena telah terpenuhi akses palsu sehingga macet. Distributed Denial of Service (DDoS) adalah mekanisme sensor dengan cara ‘memacu’ satu atau banyak komputer untuk terus-menerus melakukan ‘posting’ ke URL yang diinginkan sehingga lalu-lintas ke server menjadi macet dan tidak bisa memberikan informasi yang diinginkan ke pengguna.

Kasus seperti Tomaar semakin sering terjadi, khususnya terhadap para aktifis dan organisasi HAM. Media di Myanmar (Irrawaddy, Mizzima dan Democratic Voice of Burma) juga pernah mengalaminya; juga situs oposisi Belarusia, Charter97. Koran independen Russia, Nivaya Gazeta (tempat jurnalis Anna Politkovskaya yang tewas ditembak), koran Respublika milik oposisi Kazakhstan dan radio Free Europe juga mengalami hal yang sama. Bahkan blogger personalpun juga mengalami serangan yang sama. Di tahun 2009, saat ulang-tahun perang Rusia vs Georgia, sebuah blog popular di Georgia, Cyxymu, mengalami serangan DDoS. Demikian juga dengan Vietnam, dua blog penentang kebijakan pemerintah, Bauxite Vietnam dan Blogosin, menjadi target serangan DDoS dan akhirnya menghentikan kegiatannya sendiri dengan alasan ‘fokus pada urusan personal’. Akibat lebih buruk dengan DDoS adalah pengguna situs di negara demokrasipun, yang punya kebebasan akses internet, tetap tidak bisa melakukan akses ke situs yang terkena serangan DDoS.

Serangan DDoS jelas merupakan tindakan serius untuk memberangus kebebasan berekspresi dalam jaringan Internet, yang bahkan tidak hanya dikenakan terhadap situs suatu institusi tetapi juga terhadap situs individual, blog. Cyber-attack tidak hanya dilakukan oleh otoritas pemerintah, tapi bisa juga dilakukan oleh individu atau pendukung pemerintah. Pemblokiran pengguna untuk melakukan akses suatu situs (URL) masih menjadi cara utama untuk kontrol internet.

Pemerintah Russia mempunyai pendapat unik berkenaan dengan sikap oposan di dunia internet yaitu: sistem paling efektif untuk melakukan sensor adalah tanpa melakukannya sama sekali. Artinya, para pengguna internet diberikan kebebasan penuh untuk mengakses semua situs yang ada di internet. Bahkan masyarakat yang merasa tidak puas terhadap pemerintahan lokal, bisa mengadu ke blog Medvedev. Tapi apakah betul memang demikian kenyataannya? Tentu tidak, itu semua hanya etalase.

Russia.ru adalah salah satu institusi pemerintah Russia yang melakukan fungsi kontrol dunia maya. Situs pornografi bahkan diproduksi oleh Russia.ru untuk me’ninabobok’kan para potensial oposan. Hasil penelitian Morozov terhadap mesin pencarian di internet, ternyata pencarian paling popular yang dilakukan para pengguna internet di Russia bukanlah ‘apakah demokrasi itu?’, atau ‘bagaimana caranya melindungi Hak Azasi?’, tetapi ‘apakah cinta itu?’, atau ‘bagaimana menurunkan berat badan?’.

Pada bab terakhir, Morozov mengutip tulisan seorang ahli fisika AS, Alvin Weinberg, berjudul “Can technology replace social engineering?”, yang isinya kurang-lebih adalah masalah sosial yang rumit dapat dijelaskan dan direduksi menjadi masalah teknologi yang lebih sederhana, sehingga dapat diselesaikan menggunakan aplikasi ‘teknologi penyelesaian masalah’ (technological fixes). Yang dimaksudkan dengan aplikasi ini adalah teknologi modern yang mampu mengaburkan inti masalah sosial tanpa perlu merubah perilaku individu, atau mampu melakukan sedikit pergeseran asumsi masalah sosial sehingga memungkinkan dilakukan pemecahan masalahnya. Ini sangat berbeda dengan pendekatan para ahli rekayasa sosial (social engineers), dimana berusaha untuk selalu mempengaruhi perilaku sosial masyarakat melalui ‘kebijakan’, yang biasa disebut Weinberg sebagai ‘piranti sosial’ (social device), yaitu: pendidikan, regulasi dan perpaduan berbagai insentif perilaku sosial yang rumit.

Weinberg meyakini bahwa metoda rekayasa sosial terlalu mahal dan sangat berresiko. Sementara metoda penyelesaian masalah sosial dengan menggunakan ‘teknologi penyelesaian’ tidak banyak memerlukan perubahan perilaku sosial. Analogi penyelesaian masalah sosial dari dua metoda tersebuat adalah: Weinberg tidak akan melakukan sosialisasi pentingnya ‘tidak mengkonsumsi minuman beralkohol sebelum dan saat mengemudi’, melainkan memberikan obat penawar dampak minuman beralkohol. Weinberg telah dengan sengaja mengabaikan penyebab awal timbulnya masalah dan hal ini memang tidak dapat diselesaikan menggunakan ‘teknologi penyelesaian’. Teknologi hanya mampu melakukan mitigasi dampak sosial akibat suatu masalah sosial, yaitu dengan cara memberikan banyak masukan kepada ahli rekayasa sosial supaya mampu menghindari dampak sosial yang lebih berat, dan mengulur waktu sehingga mampu merubah kemungkinan terjadinya revolusi sosial, yang berdampak sosial tinggi, menjadi evolusi sosial.

Bentuk baru dari ‘teknologi penyelesaian masalah’ (technological fixes) saat ini adalah Google, yang sepertinya sudah menjadi obat penawar yang sangat manjur bagi segala kebutuhan. Apakah Google salah? Tentu tidak, tapi tawaran kemudahan untuk dapat menyelesaikan masalah sosial dengan cara mengesampingkan penyebab awal perlulah disikapi secara lebih hati-hati.

Akhirnya Morozov berkesimpulan bahwa terjadi kumulatif kesalahan yang berangkat dari asumsi yang salah (cyber-utopianism) dan bertindak terhadapnya dengan metodologi yang salah juga (internet centrism), bahkan dianggapnya sebagai mimpi semata.

Cyber-realist adalah alternatif dari Cyber-utopian dan internet-centris, yang lebih fokus pada optimasi ‘decision-making’ dan ‘learning process’, dengan harapan terjadi ‘check and balance’ terhadap birokrasi pemerintahan, yang dipadukan dengan insentif struktur yang tepat, akan mampu mengidentifikasi berbagai masalah sosial yang dalam dan rumit, tanpa terjebak dalam penyederhanaan masalah (technological fixes).

Mobile Wave

Sebagai informasi arah kecenderungan perkembangan teknologi informasi dibidang mobile computing, buku Saylor ini sangat menarik dan informatif. “Understand the wave, you can ride it. Refuse to adjust, you will be swallowed”.

 

mobile wave

Judul: Mobile Wave

Sub Judul: How mobile intelligence will change everything

Penulis: Michael Saylor

Penerbit: Vanguard Press

Tebal Buku: 290 halaman

Tahun: 2012

Pagi hari 17 Desember 2010, Muhammed Bouazizi, berkebangsaan Tunisia, sedang menjual sayur di gerobaknya di Sidi Bouzid, tiba-tiba diperiksa oleh seorang polisi wanita yang menanyakan kepemilikan ijin berdagangnya. Seperti umumnya para pedagang pinggir jalan, dia memang tidak mempunyainya. Sang polwan menuntutnya membayar $7, senilai dengan pendapatan satu hari berjualan sayur, dan memukulnya. Merasa diperlakukan tidak manusiawi, Bouazizi melapor ke instansi pemerintah menuntut keadilan. Tidak ditanggapi, dia pergi membeli satu jerigen bensin dan pada 11:30 kembali ke depan gedung pemerintah. Di tengah keramaian ia berteriak sambil menangis “Apa yang kalian harapkan dari kami untuk bisa hidup?”. Wuzzz … membakar diri.

Dua orang mengabadikan kejadian ini melalui video dari handphone dan mengunggahnya ke Facebook. Televisi Al Jazeera mendapatkannya di Facebook dan menayangkannya di siaran berita. Pada hari itu juga masyarakat Tunisia turun ke jalan berbekal batu dan handphone di tangannya. Sepertiga masyarakat Tunisia bisa mengakses Internet dan 50% pengangguran adalah sarjana, sehingga momentum ini menjadi celah untuk revolusi. Tidak sampai satu bulan sejak peristiwa bakar diri, 14 Januari 2011, Presiden Ben Ali meninggalkan negaranya. Lengser. Revolusi melalui jejaring sosial berbasis ‘mobile technology’ menunjukkan hasilnya.

Dengan peralatan yang sama, penggalangan aksi massa juga dilakukan di Mesir untuk meruntuhkan pemerintahan Husni Mubarak dan beberapa negara Arab lainnya, yang dikenal sebagai Arab Spring. Bahkan di Indonesiapun peralatan yang sama pernah sukses menggalang dukungan dalam kasus Prita vs RS Internasional dan kasus Cicak vs Buaya. Kecepatan dan kepadatan interaksi dalam jejaring sosial adalah kunci pembentukan kelompok idea dan pengambilan keputusan untuk melakukan aksi bersama.

Cerita di atas adalah salah satu contoh nyata yang ditampilkan Saylor dalam bab tentang Jejaring Sosial, untuk menunjukkan sangat berartinya handphone atau tablet yang didukung oleh aplikasi jejaring sosial seperti Facebook dan Twitter.

Dalam buku ini Saylor banyak mengulas tentang arah kemajuan teknologi komunikasi yang dipergunakan sehari-hari, mulai dari sejarah singkat perkembangan teknologi komputasi hingga proyeksinya untuk keperluan perkantoran, percetakan, pendidikan, kesehatan, alat pembayaran dan jejaring sosial di negara sedang berkembang hingga dunia masa depan, yang dikemas dalam sepuluh bab dan ditambah daftar pustaka yang lengkap, termasuk alamat internetnya.

Di bab Pendahuluan bukunya, Saylor menulis bahwa berkat teknologi mobile computing, banyak produk untuk kepentingan hidup sehari-hari telah diubah menjadi perangkat lunak. Majalah/koran, buku, musik, permainan, kamera sudah menjadi perangkat lunak, kemudian berbagai barang dalam dompet seperti kartu kredit/debet, ID card, SIM dan berbagai kartu lainnya sudah bisa menjadi perangkat lunak. Ketidak-mampuan beradaptasi dengan perubahan besar dalam dunia cyber menyebabkan bangkrutnya berbagai industri/jasa yang bersifat fisik seperti Kodak dan toko buku Borders Books, namun sebaliknya toko buku Amazon yang melayani pelanggan melalui internet terlihat semakin besar.

Dua hal utama yang saling mendukung dan menyebabkan akselerasi kemampuan transformasional ke depan adalah kemampuan akses universal ke mobile computing dan semakin tingginya intensitas penggunaan jejaring sosial. Saylor meyakini bahwa peran dua hal ini akan mampu mentransformasikan GDP dunia sebesar 50% pada dekade yang akan datang.

Komputer

Dalam sejarah manusia telah terjadi tiga revolusi ekonomi besar, yaitu Revolusi Pertanian, Revolusi Industri dan Revolusi Informasi. Revolusi Pertanian mengakibatkan munculnya budaya bertani, surplus pangan, menetap di satu tempat dan berdagang. Sedangkan Revolusi Industri menyebabkan perubahan dari energi manusia menjadi energi bahkan bakar dan membuka kesempatan munculnya produksi massal hasil pabrikan, dengan hasil akhir peningkatan pendapatan dan kesejahteraan. Dan yang masih sedang berjalan saat ini adalah Revolusi Informasi yang semakin menyebabkan kegiatan ekonomi semakin produktif, efektif dan efisien, dan mobile technology menjadi titik awal percepatan Revolusi Informasi melewati era komputasi tradisional. Komputer adalah jantung daripada Revolusi Informasi, yang membantu manusia melakukan pekerjaan pengawasan dan manajemen segala aset, serta otomatisasi banyak pekerjaan jasa dan pabrikan yang selama ini dikerjakan oleh manusia, dan dapat dilakukan lebih cepat.

Namun demikian, setiap revolusi selalu memakai korban. Revolusi Pertanian menyebabkan musnahnya budaya hidup nomaden, dan memaksa hidup komunal yang lebih besar dan bekerja sama secara ekonomi. Kehidupan berburu berubah ke budaya bertani. Dalam Revolusi Industri, terjadi perpindahan penduduk dari ladang-ladang pertanian ke perkotaan mendekati area industri. Garis tegas ekonomi mulai muncul antara manajemen dengan buruh, dan kekuatan politik mulai bergeser dari monokratik ke demokratik. Sedangkan akibat buruk yang muncul dalam Revolusi Informasi adalah berkurangnya buruh karena digantikan oleh mesin atau proses otomatisasi.

Mobil Computing, yang dikategorikan Saylor sebagai Gelombang ke-5, – setelah gelombang ke-1 Mainframe, kemudian Komputer Mini, Desktop dan Internet PC -, adalah teknologi yang paling besar andilnya dalam merubah kebudayaan industri lama. Bila Revolusi Pertanian membutuhkan waktu ribuan tahun untuk merubah cara hidup manusia, dan Revolusi Industri membutuhkan beberapa abad, maka Revolusi Informasi hanya membutuhkan beberapa dekade saja. Selamat menikmati hidup dalam era Revolusi Informasi.

Mobile Computing

Kemampuan komputer tablet dan handphone generasi terbaru sebagai produk berkembangnya mobile computing, Saylor menyebutnya ‘app-phone’, sudah melewati kemampuan generasi smartphone bahkan bisa disebut sebagai komputer kecil karena kemampuan sistem operasinya yang memungkinkan untuk menjalankan berbagai aplikasi dan berbagai bahasa pemrograman. Dampak keberadaan mobile technology akan jauh melebihi tingkat personal, bahkan akan merubah perilaku sosial masyarakat global.

Pada tahun 2011, lebih dari 5,3 milyar orang atau 75% populasi dunia menggunakan handphone dan sebagian besar akan beralih ke app-phone. Ini berarti lebih dari 5 milyar orang akan menyimpan komputer kecil dalam sakunya, dan mobile computing akan menjadi piranti standar internasional untuk dapat menerima pelayanan keperluan bisnis atau pemerintahan serta untuk berinteraksi satu sama lain melalui media sosial.

Mobil computing memungkinkan pengguna untuk mengakses 24/7 mobile technology dengan aplikasi berbiaya sangat murah (banyak dijual dengan harga US$1-10/aplikasi). Dua perubahan fundamental akan terjadi dalam perilaku bisnis ketika menggunakan mobile computing, yaitu:

  1. Perusahaan akan banyak mengganti produk fisik dan jasa dengan perangkat lunak
  2. Perusahaan bisa menjangkau proses bisnis yang berjarak lebih jauh karena kemudahan komunikasi data

Mobile computing akan ‘memaksa’ perusahaan untuk menggunakan koneksi aplikasi langsung ke pelanggan sehingga memperpendek value chain dari pabrik ke pengguna, dan mengurangi pihak-pihak diantara produsen-konsumen (middle man). Efisiensi.

Beberapa perubahan positif yang akan terjadi dengan kemajuan teknologi mobile computing adalah:

Penggunaan kertas minimum

Di negara maju, pabrik kertas adalah industri yang membutuhkan bahan bakar minyak terbanyak, setelah industri kimia dan industri baja. Penerbit buku, majalah dan koran di AS, menghasilkan lebih dari 40 juta ton CO2 per tahun, ekivalen dengan 7,3 juta mobil dan menggunduli hutan seluas 5000 mil2 per tahun untuk bahan baku kertas.

E-Book adalah produk mobile technology yang mampu mengatasi kekurangan di atas, bahkan:

-          Tidak memerlukan biaya percetakan, kertas, tinta dll. yang diperlukan dalam proses percetakan

-          Tidak memerlukan biaya pengiriman barang

-          Tidak memerlukan gudang besar untuk penyimpanan barang

-          Tidak memerlukan toko buku

-          Proses perdagangan lebih mudah (amazon.com)

-          Produk dapat dibaca lebih mudah (search, bookmarck, copy, note) menggunakan ebook reader

Hiburan instan

Survei di bulan Mei 2010 menunjukkan bahwa 76% pemilik handphone, menggunakannya untuk memotret, main game 34%, mendengarkan musik 33%, akses internet 38%, merekam video 34%, mengirim email 34%. (http://mobilefuture.org/wp-content/uploads/2013/02/mobile-future.publications.Mobile-Momentum.pdf) .  Angka-angka ini pasti bertambah saat ini, mengingat kemampuan produk mobile technology yang semakin tinggi, bahkan layanan tvpun saat ini sudah tersedia melalui handphone anda.

Sebagai Dompet

Kartu kredit adalah alat pembayaran yang sudah berbasis komputasi dan saat ini, di negara maju,  sedang dalam proses untuk dibuatkan piranti lunaknya menggunakan mobile technology, NFC (Near-Field Communication), sehingga pembayaran bisa dilakukan dengan cara memindai handphone tanpa harus membawa kartu kredit di dalam dompet. ID Card, SIM, kartu asuransi yang saat ini sudah komputerisasi akan lebih mudah untuk dibuatkan aplikasinya di handphone. Dompet semakin berkurang fungsinya.

Jejaring sosial

Arab Spring adalah sumbangan Facebook/Twitter sebagai aplikasi jejaring sosial dari produk mobile technology. Selain kepentingan sosial politik, iklanpun sudah masuk melalui aplikasi jejaring sosial ini untuk kepentingan bisnis. Video Conference call memang sudah bisa dilakukan sebelum era mobile technolgy berkembang seperti saat ini, namun tetap dibatasi oleh persyaratan ruang dan piranti keras, sementara Facebook/Twitter/Skype bisa dipergunakan dimanapun (dalam jangkauan signal) hanya dengan mennggunakan handphone. Dalam survei Nielsen 2011, Facebook adalah aplikasi publik yang paling sering digunakan, dan berturut-turut semakin rendah adalah Google, Yahoo, Microsoft dan AOL. Manusia semakin butuh menjadi bagian komunikasi yang terlibat dalam kegiatan atau pembuatan konsensus bersama.

Pelayanan medis lebih cepat dan mudah

Saat ini sudah banyak Rumah Sakit yang menggunakan komputasi untuk keperluan pencatatan riwayat medis para pasiennya sehingga tidak perlu lagi mencari, mengambil, mengantar file berupa tumpukan kertas untuk dibaca dokter sebelum melakukan pemeriksaan medis pasien dan dikembalikan ke tempat semula. Sangat mungkin terjadi kekacauan penyimpanan. Dengan mobile technology, seorang dokter dapat membaca data riwayat medis pasien, yang sudah dibuatkan databasenya, dimanapun dan kapanpun untuk keperluan diagnosa. Obat yang direkomendasikan oleh dokter dapat langsung dibaca oleh apotik yang berbeda lokasi, tanpa harus menuliskan dalam kertas. Sangat efisien, termasuk pembayaran oleh pihak asuransi pasien. Diharapkan dengan kemajuan Mobile Technology, riwayat kesehatan pasien dapat dengan mudah diakses oleh para dokter di Rumah Sakit manapun.

Aplikasi handphone untuk memonitor kesehatan juga sudah mulai banyak dijual dengan murah, misalnya untuk menghitung detak jantung (iphone dan android).

Pendidikan lebih mudah

Belajar bersama, atau disebut collaborative learning, sudah terbukti dapat meningkatkan nilai ujian dan mengurangi dropout hingga 22%. Mobile technology telah menemukan cara untuk dapat melakukan collaborative learning, dimana berbagai pelajar di dunia bisa berdiskusi dalam web-forum untuk membuat database bersama, tentang apapun berbasis lokasi masing-masing.

Layanan Belajar Jarak Jauh (long distance learning) mulai banyak tersedia di negara maju. Menjadi lebih murah karena tidak diperlukan gedung sekolah dan segala isinya, termasuk transportasi dan akomodasi untuk para siswanya.

Perdagangan yang lebih baik

Untuk perdagangan, mobile techology sangat membantu dalam menentukan harga pasar perdagangan retail. Saylor memberikan contoh tentang petani di Nigeria yang saat ini mampu memilih pasar mana yang paling menguntungkan untuk menjual hasil pertaniannya, cukup angkat handphone dan memonitor harga pasar melalui jasa informasi pasar. Sebelum adanya handphone, over/under supplied sering terjadi di berbagai pasar, yang berjauhan, karena kurangnya informasi terkini yang dapat diakses dengan mudah.

Dunia Baru

Generasi masa depan mungkin akan terheran-heran saat mengetahui pernah ada suatu masa dimana orang perlu membuka kertas selebar handuk untuk mencari berita (koran), perlu berdiri dalam antrian untuk memperoleh sesuatu, keluar-masuk hotel untuk mendapatkan kamar kosong, keluar-masuk toko, duduk seharian dalam perpustakaan membaca buku, saku celana tebal karena dompet penuh uang dan kartu, antri di ATM, dll. Semua itu telah hilang, digantikan sebuah alat kecil bernama handphone atau computer tablet.

Kritik

Sebagai informasi arah kecenderungan perkembangan teknologi informasi dibidang mobile computing, buku Saylor ini sangat menarik dan informatif. Namun tidak sepenuhnya benar bahwa industri jasa akan banyak tergantikan oleh perangkat lunak. Salah satu contoh, makin banyak terlihat industri jasa yang menempatkan customer service yang terampil sabar dan menguasai permasalahan sebagai ujung tombak untuk mendapatkan pelanggan. Lihat saja di kantor-kantor perbankan, asuransi, showroom mobil, penerbangan semakin nyaman dengan ruang tunggu besar berAC dan berderet tim customer service. Saylor lupa, bahwa komunikasi yang memanusiakan mungkin saja hanya perubahan gestur atau mengungkap rasa tanpa harus berucap kata, hingga tak tergantikan oleh peralatan secanggih apapun.

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 680 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: