Feeds:
Pos
Komentar

Catatan Lebaran 2013

usium Kaliurang Aug. 2013

Musium  Ullen Sentalun, Kaliurang, Aug. 2013


2 Aug 2013

Tepat 7:45, GA306 boarding menuju Surabaya mengangkut kami bertiga. Dua kopor di bagasi, satu kopor dan satu ransel di cabin, siap menjadi bekal kami berlebaran di Kediri-Yogya selama dua minggu, 2-16 Aug 2013. Mampir di Depot Anda, Mojokerto untuk bungkus rawon, pepes pedas kepiting dan udang. Sekitar jam 12:00 sampai di rumah Putri, Kediri.

Buka puasa pertama di Kediri rasanya nikmat sekali, banyak kue, minuman dan lauk-pauk lengkap. Sudah langganan setiap tahunnya, TA dan DG yang belanja, kadang DRS dan OP membantunya. Saya dan Candil penumpangnya he he he.

Tak lama kemudian, pakde Anung datang dari Jakarta (pulang hari Senin, 5 Aug 2013), disusul rombongan terakhir dari Jakarta, De Wow dan klg, om Putut dan mbak Dhila. Wah, Putri makin sumringah.. tapi kok masih susah semangat makannya ya… lemah, kurang semangat, mudah sakit, walaupun dengan fisik yang kelihatan lebih ringan dan sehat. Namun gak bisa dipungkiri, goresan senyum tetap terselip, bahagia dengan kedatangan putra-putri dan cucu-cucunya. Suasana ramai, segar dan ceria muncul disekelilingnya.

Malam hari para cowok jagoan pada tidur di Musholla, lengkap dengan peralatan tidurnya.

3 Aug 2013

Kegiatan seperti biasa, para cowok main game sepakbola dan dua cewek lainnya (dik Laras dan mbak Candil) sibuk dengan iPadnya masing2. Jam 15:30 bude Ganik mulai ngabuburit belanja buat buka puasa ditemani TA, Candil dan OA. Baso goreng Mitra adalah selera tetap para krucil, (SD s/d SMA) dan es Internasional langganan para bapak/ibunya. Buka puasa meriah dengan meja makan penuh lauk dan kue. Gak sempat istirahat, dilanjut sengan beli martabak tipker, depan SMA 1. Sampai rumah, langsung ‘sikat abis’… menyenangkan..

Jagongan di meja makan malam hari gayeng sekali, apalagi ada pakde Agus yang selalu bikin tertawa ngakak…

6 Aug 2013

Pakde Tri sklg datang dari Madiun, di susul mas Iwan dgn mbak Ika pada tanggal 7 Aug pagi dari Yogya. Berhubung sudah ada rumah sendiri di Kediri maka pakde Tri sklg tidak lagi turut meramaikan tinggal di tempat Putri, tapi bude Bet masih sempat nginap semalam.

8 Aug 2013

Putri dan Anak CucuBerangkat sholat Ied jam 6:00 dari rumah. Tidak seperti tahun sebelumnya, kali ini Putri berangkat ke masjid berjalan kaki, tidak lagi berkursi roda. Alhamdulillah. Baju koko bagus dari De Ren warna merah dan putih. Matursuwun bude Reni.

Sudah menjadi budaya keluarga yang sangat ngangeni, sarapan bersama dengan menu utama lontong opor ayam, sayur labu pedas, sambal goreng krecek dan tahu, juga telor petis setelah sholat Ied, dilanjutkan sungkeman dan bermaaf-maafan, kemudian acara yang ditunggu para cucu, yaitu pembagian amplop dari para bude, tante dan om Putut dan ditutup dengan berfoto-foto.

9 Aug 2013

Om Peter datang, setelah melalui perjuangan panjang dari Munchen, Spore, Jakarta, Surabaya dengan delay berkali-kali, karena badai.

10 Aug 2013

KA MalioboroJam 11:25, Putri dan semua anak cucunya bergerak menuju Yogya, menggunakan keretaapi Malioboro. Untuk nyekar Kakung tentunya. Asik juga keretanya, mampir berhenti di setiap stasiun. Mulai Kertosono, Nganjuk, Madiun…

Rombongan Putri terpisah di tiga gerbong, Eksekutif 1, 2 dan 3. Sayang sekali, Pakde Agus dan Bude Reni tidak dapat turut serta, karena tanggungjawab amanah yang harus diembannya sebagai pimpinan masyarakat Kediri. Selamat bertugas pakde/bude. Juga mbak Sita yang harus kuliah di Melbourne, semangat dan sukses mbak. Wah.. kebayang khusuknya sholat Ied mbak Sita di sana..  Kira-kira 15:15 kereta sampai di stasiun Yogyakarta. Putri naik taksi dan sisanya berbecakria menuju hotel Santika. Rp. 30 ribu/becak.

Sampai di Santika disambut pakde Anung dan de Han. Acara meriah dari pakde Anung di kamar karemenan Putri, suite room 355, adalah pembagian amplop untuk semua anak, keponakan juga orangtuanya.

11 Aug 2013

Nyekar Terkasih

Nyekar Terkasih


Pagi itu kita semua berangkat untuk ziarah ke makam Kakung di sebelah timur Ambarukmo. Mas Iwan sudah menyiapkan bunga. Khusuk berdoa semoga Kakung istirahat damai di istanaNya, dilanjutkan menabur bunga di pusaranya. Pakde Anung berangkat ke Surabaya dan mas Iwan ke Jakarta.

Setelah ziarah, Putri dan sebagian rombongan berlebaran ke keluarga di Jomblang, sedangkan para cucu ke UGM untuk berfoto-foto, Insha Allah keinginan para cucu bisa kuliah di UGM dikabulkanNya, amin. Jalan-jalan dilanjutkan ke Kaliurang melihat museum Ullen Sentalun tentang keraton Solo dan Yogya yang direkomendasikan De Wow. Bagus sekali museumnya, jadi lebih paham sejarah keluarga kraton. Foto para raja, ratu dan keluarganya banyak dijelaskan oleh guide yang sepertinya sangat paham silsilah keluarga istana. Sayang tidak ada informasi tertulis yang dipasang untuk menjelaskan foto-foto tersebut.

12 Aug 2013

Putri, DG, TA, siapa lagi ya? Belanja di Kranggan dan batik di Malioboro, sementara para cucu nonton RED2 di Plaza Ambarukmo. De Han, maito dan mbak candil pulang Jakarta, setelah mampir santap lotek di Sagan. Uenak tenan…

Kereta Malioboro jurusan Yogya-Malang mengangkut rombongan ke Kediri pada jam 23:25. Pakde Tri sklg turun di Madiun dan kereta sampai di Kediri sekitar jam 4:00. Om Putut dan om Peter masih santai di Yogya.

13 Aug 2013

Rabu siang Pakde Anang pamit berangkat ke Jakarta.

16 Aug 2013

Jumat jam 9 pagi OA sklg dan DW sklg pamit pulang ke Jakarta.

Alhamdulillah acara lebaran 2013 berjalan membahagiakan untuk semua, semoga semakin meriah untuk Lebaran 2014 dan selalu sehat sejahtera untuk Putri tercinta dan seluruh keluarga. Amin

Putri

Putri


Putri,

Tujuhpuluh lebih usianya

Lamban terlihat gerak raga

mengatur langkah nafas di dada

lembut santun bertutur kata

tanpa lelah, bimbing kami semua

tak lupa terus memanjat doa

‘tuk putra-putri cucu tercinta

 

Bila telah Kakung tiada

Terhentak bangun kami semua

Terbayang jauh di awal usia

Begitu nakal kami ternyata

Ah… Sering lupa …

betapa Kakung Putri berdua

Begitu keras menjaga kita

Mengajar, beraskencur, kue, stensil dan bukunya

Adalah bagian perjuangannya

Tambah tirakad setiap harinya

Mengerti sudah kami kiranya

Bahagia semata tujuannya

Untuk semua buah cintanya

… Sungguh mulia …

Tak mungkin kami membalasnya

Semua yang sudah dicurahkannya

Bagaikan, menggarami samudra saja layaknya

Namun tetap kami upaya

Untuk terus membahagiakannya

Putri yang mulia

Lebaran selalu jadi harapan

Saat berkumpul penuh guyonan

Bila datang saat sungkeman

Terpuruk tunduk diatas pangkuan

Memohon maaf dalam dekapan

Putri selalu, penuh kelapangan

Goresan senyum terselip mekar

ceria kerna keluarga besar

putra-putri dan semua cucunya

riang segar tanpa terasa

muncul sinar di sudut mata

Bahagia penuh Putri tercinta

Menemani di Ambarukmo Plaza

Ramai sekali rasanya, tua-muda, besar-kecil, laki-perempuan berlalu-lalang dengan tas plastik membungkus barang baru di dalamnya. Sulit untuk tidak bersenggolan dengan sesama pengunjung. Beberapa pasangan muda tampak mesra duduk di tangga mall itu, juga kelompok anak muda belasan tahun terlihat ceria bercanda, sedang reuni sepertinya. Berisik bunyi becampur menusuk gendang telinga, penuh. Suara anak menjerit, menangis minta terus bermain di tempat main berbayar sangat khas terdengar. Tak sabar sang ibu, memarahinya dan menariknya masuk ke toko perhiasan. Semburat senyum sang ibu keluar kaca etalase toko, dapat sudah barang yang dicarinya, rupanya…. ah musim belanja saat lebaran masih berlangsung memang..

Duduk aku di pojok sebuah kedai donat, sambil menulis catatan ini, menunggu anak-anak nonton di bioskop, berlima, termasuk satu perempuan termuda kelas 6 SD tapi bukan yang terkecil, bongsor badannya, gadis layaknya. Entah apa yg mereka tonton, tampak panjang antrian beli tiketnya. Senang menemani mereka jalan bersama, selalu bercanda. Kadang sampai bikin adik terkecil yg perempuan sendiri menangis, diganggu kakak-kakaknya. Tapi tetap saja mereka selalu bersama bergembira. Selalu rukun .. anak-anak yang belum mengerti sepunuhnya harga uang. Hemmm… berbahagialah nak.. kuamati saja dari belakang…

Sambil menunggu anak-anak nonton, aku masuk ke toko buku dalam mall yang sama. Ramai juga. Usia belasan, usia sd dan smp, paling banyak terlihat. Mereka berkerumun di anjungan buku-buku novel remaja, chicklit istilahnya, dan komik. Pengunjung terbanyak kedua adalah usia smu dan mahasiswa. Sama, mereka juga menyenangi novel juga, tapi novel yang lebih dewasa. Akupun mengambil satu buku di anjungan novel ini ‘Lelaki pemanggul goni’, buku kumpulun cerpen terbaik 2013 versi Kompas. Buku religi termasuk yang banyak dikunjungi pengunjung. Yang menarik dari para pengunjung toko buku besar ini adalah banyak perempuan usia smu atau mahasiswa, menggunakan jilbab. Apakah ini bisa berarti semakin religius anak muda kita? Semoga berada dalam bimbingan yang benar.
Tiba-tiba sontak kaget aku dibuatnya, mereka berlima teriak di tidak kusangka. Selesai sudah mereka menonton film, RED2. Pulang ke hotel kita bersama.

The Net Delusion

Net Delusion

Dasar pemikiran Morozov dalam buku ini adalah ketidak-percayaan atas keyakinan banyak pihak, mulai dari pemimpin dunia hingga para blogger, bahwa Internet adalah agen pembebasan (cyber-utopian)

Judul: The Net Delusion

Sub Judul: How not to liberate the world

Penulis: Evgeny Morozov

Tebal Buku: 425

Penerbit: Penguin Books

Tahun: 2011

Berbeda dengan buku-buku yang menuliskan tentang berbagai kemudahan, ketelitian, kecepatan dan kenyamanan hidup yang dijanjikan bila bergabung dalam dunia maya via Internet (lihat http://www.pedomannews.com/pilkada-dki-2012/umum/21633-mobile-wave-how-mobile-intelligence-will-change-everything ), maka dalam buku ini justru menunjukkan sisi gelap internet, khususnya dalam penggunaannya untuk tujuan politik pembebasan.

Andrew Sullivan, dalam tulisannya di The Atlantic, “The Revolution Will Be Twittered”, begitu antusias dan meyakini bahwa ketika media cetak dan media electronic telah dibungkam, maka sosial media (Facebook, Twitter, blogs) telah menjadi alternatif alat pembebasan melawan authoritarian, seperti yang di tunjukkan dalam demonstrasi di Tehran, Iran, Juni 2009, saat menentang kekuasaan Ali Khamenei dan Ahmadinejad dan fenomena Arab Spring sesudahnya. Hal yang sama kemudian menyebar diberbagai media cetak/elektronik dunia tentang pentingnya peran sosial media untuk pembebasan. Bahkan seorang deputi penasihat keamanan Presiden George W. Bush sampai merasa perlu untuk mengkampanyekan pentingnya Twitter masuk dalam nominasi pemenang Nobel Perdamaian dengan alasan “tanpa Twitter, bangsa Iran tidak akan merasa berdaya dan percaya diri untuk menuntut kebebasan dan demokrasi”.

Menteri Luar Negeri AS, Hilary Clinton dalam pidatonya tentang Internet Freedom di Newseum, Washington DC, Januari 2010 mengatakan bahwa kebebasan berinternet sangatlah fundamental seperti halnya kebebasan berbicara itu sendiri. Ibarat suatu kota abad 21, maka dalam dunia mayapun, nilai-nilai universal, seperti kebebasan, transparansi dan kebebasan berekspresi, perlu tetap dihormati dan dipertahankan oleh pemerintah dimanapun. “Kebebasan berekspresi, berkumpul, dan berserikat secara online adalah apa yang saya sebut sebagai kebebasan untuk saling terhubung”, kata Hilarry Clinton. Juga mengutip ucapan Presiden Barrack Obama bahwa “the more freely information flows, the stronger societies become”. Akses terhadap informasi akan membantu masyarakat untuk dapat memastikan akuntabilitas pemerintahan, merangsang munculnya ide-ide dan kreatifitas baru serta menstimulasi tumbuhnya kewirausahaan.

Hilary Clinton pasti sangat sulit mempertahankan kebenaran pidatonya setelah terbukti bahwa AS telah melakukan intervensi ke berbagai negara lain melalui dunia maya yang dilakukan oleh Snowden beberapa waktu yang lalu.

Bertolakbelakang dengan media barat, People’s Daily, milik Partai Komunis China, berpendapat bahwa kekacauan setelah pemilu di Iran karena perang online yang dilancarkan oleh AS. Pendapat semacam ini juga muncul di Xinhua News (China), Moldova dan televisi Rusia, NTV. Bahkan ini terbukti, menurut Morozov, hanya terdaftar sebanyak  19,235 akun Twitter di Iran (0.027% dari populasi) pada saat itu.

Bahkan lebih buruk lagi adalah laporan Moeed Ahmad, direktur Al-Jazeera, yang menyatakan bahwa hanya 60 akun Twitter yang aktif di Teheran ketika pihak penguasa Iran memberangus jaringan komunikasi online.

Globalisasi saat ini berada dalam kondisi terburuknya, setidaknya demikianlah kesimpulan tentang akibat Twitter di Iran yang disampaikan diplomat AS di Washington ke perusahaan Amerika di San Fransisco. Alih-alih menemukan cara yang baik untuk memantabkan hubungan jangka-panjang dengan para blogger di Iran dan menggunakan hasilnya untuk perubahan sosial, budaya dan bahkan politik; kebijakan politik luar negeri AS malah justru menyebabkan mayarakat Iran berada pada posisi yang berbahaya. Para demonstran banyak ditangkap dan dipenjarakan, bahkan mereka yang sebelumnya mendapatkan bantuan pendidikan/pelatihan Internet dari AS selama masa pemilu, tidak dapat pulang ke rumah karena terus diawasi segala akitifitasnya. Sedikitnya lima orang ‘terperangkap’ di Eropa. Revolusi Twitter Iran telah menuai dampak buruk globalisasi. Para penguasa autoritarian yang sebelumnya bersifat ambigu terhadap Internet, malah justru mengambil sikap semakin keras menerapkan aturan-aturan pemberangusan.

Ketika nasib demokrasi Iran bergantung pada kemurahan hati Silicon Valley, yang sepertinya tidak cukup peduli dengan berbagai masalah geopolitik dunia, maka AS tidak punya lagi pilihan lain, selain intervensi. Bila ini terjadi, maka sangat tidak bisa dimaafkan bila sampai terjadi intervensi dunia maya ke urusan dalam negeri pihak lain, sementara para pengambil kebijakan negara- negara barat pada umumnya masih bermimpi tentang demokrasi.

Dasar pemikiran Morozov dalam buku ini adalah ketidak-percayaan atas keyakinan banyak pihak, mulai dari pemimpin dunia hingga para blogger, bahwa Internet adalah agen pembebasan (cyber-utopian), yang bermuara pada anggapan lebih lanjut bahwa bila dana besar digelontorkan di negara-negara authoritarian untuk kemudahan akses internet bagi rakyatnya, maka demokrasi akan mudah tercapai karena adanya kebebasan berpendapat, berpolitik dan mengumpulkan massa. Logika yang juga ditentang oleh Morozov adalah bahwa internet sebagai piranti penting untuk pembebebasan ini oleh banyak pihak, disamakan dengan fenomena ‘samizdat’, yaitu penyebaran banyak pamflet kecil di Jerman Timur sebelum runtuhnya Tembok Berlin.

Ada dua kelompok keyakinan yang banyak dianut pengguna internet di dunia tentang hubungan antara internet dan perubahan masyarakat, yaitu:

  • Cyber-utopianism adalah keyakinan yang naif bahwa komunikasi online bersifat emanspatoris, dan penolakan fenomena terjadinya dampak sosial negatif yang disebabkan oleh internet. Menurut Mozorov, tidak banyak sebetulnya cyber-utopist, namun banyak hal dalam kebijakan luar negeri AS m didasarkan pada keyakinan ini
  • Internet centrism adalah keyakinan berlebihan bahwa komunikasi internet mampu merubah kondisi masyarakat sekitar.

Kedua keyakinan inilah sebetulnya yang dibantah oleh Morozov dalam The Net Delusion, dengan melakukan berbagai penelitian terhadap praktek penggunaan internet di negara-negara authoritarian di Asia Tenggara, China, Timur Tengah Afrika, Rusia dan Amerika Latin; dan semuanya disajikan dalam buku ini.

Morozof menunjukkan dalam bukunya bahwa di dunia ini Internet banyak digunakan untuk keperluan:

  1. hiburan,
  2. sensor,
  3. propaganda oleh pemerintah atau individu yang anti-Barat
  4. mengawasi para pemberontak/oposisi.

Hal penting yang perlu juga diperhatikan adalah bahwa:

  1. Internet tidak berada dalam ruang hampa, melainkan berada dalam ruang politik yang responsif terhadap semua fenomena Internet
  2. Persepsi pemerintah terhadap kekuatan Internet sangat dipengaruhi latarbelakang historis, kebudayaan dan ideologi sehingga respon dan kebijakan yang diambilpun juga akan bias
  3. banyak hal yang dilakukan pemerintah AS di dunia maya sudah kontra-produktif.

Dalam bab tentang Sensor, Morozov menceritakan kasus yang terjadi di Arab Saudi sebagai salah satu contoh bukti bahwa internet di negara authoritarian tidak akan berfungsi sebagai alat yang membebaskan. Tahun 2005, otoritas kurikulum ditingkat pendidikan sebelum universitas hanya mengijinkan pelajaran filsafat Islam dan melarang filsafat Barat. Keinginan besar sebagian masyarakat Arab Saudi untuk mempelajari filsafat menyebabkan seorang bangsa Arab yang sedang belajar di AS membuat forum diskusi di internet, Tomaar, untuk berbagi informasi tentang filsafat dan berbagai isu Timur Tengah yang sedang hangat. Dengan cepat sekali situs ini berkembang jumlah penggunanya hingga l2.000 pengguna aktif dan rata-rata 1.000 posting per hari.

Mengingat tidak mungkin menghapus informasi Tomaar dan terinspirasi pemerintah China yang banyak melakukan sensor terhadap para pengguna internet di negerinya, pemerintah Arab Saudi melakukan proses blokir ke ISP pengguna yang bermaksud untuk akses ke URL Tomaar. Blokir ini bisa ditembus melalui jalan ‘melingkar’ via komputer ber ISP lain untuk menembus URL Tomaar. Akhirnya pihak otoritas internet Arab Saudi melakukan serangan DDoS ke Tomaar yang berakibat ditutupnya situs ini oleh penanggungjawab server di AS karena telah terpenuhi akses palsu sehingga macet. Distributed Denial of Service (DDoS) adalah mekanisme sensor dengan cara ‘memacu’ satu atau banyak komputer untuk terus-menerus melakukan ‘posting’ ke URL yang diinginkan sehingga lalu-lintas ke server menjadi macet dan tidak bisa memberikan informasi yang diinginkan ke pengguna.

Kasus seperti Tomaar semakin sering terjadi, khususnya terhadap para aktifis dan organisasi HAM. Media di Myanmar (Irrawaddy, Mizzima dan Democratic Voice of Burma) juga pernah mengalaminya; juga situs oposisi Belarusia, Charter97. Koran independen Russia, Nivaya Gazeta (tempat jurnalis Anna Politkovskaya yang tewas ditembak), koran Respublika milik oposisi Kazakhstan dan radio Free Europe juga mengalami hal yang sama. Bahkan blogger personalpun juga mengalami serangan yang sama. Di tahun 2009, saat ulang-tahun perang Rusia vs Georgia, sebuah blog popular di Georgia, Cyxymu, mengalami serangan DDoS. Demikian juga dengan Vietnam, dua blog penentang kebijakan pemerintah, Bauxite Vietnam dan Blogosin, menjadi target serangan DDoS dan akhirnya menghentikan kegiatannya sendiri dengan alasan ‘fokus pada urusan personal’. Akibat lebih buruk dengan DDoS adalah pengguna situs di negara demokrasipun, yang punya kebebasan akses internet, tetap tidak bisa melakukan akses ke situs yang terkena serangan DDoS.

Serangan DDoS jelas merupakan tindakan serius untuk memberangus kebebasan berekspresi dalam jaringan Internet, yang bahkan tidak hanya dikenakan terhadap situs suatu institusi tetapi juga terhadap situs individual, blog. Cyber-attack tidak hanya dilakukan oleh otoritas pemerintah, tapi bisa juga dilakukan oleh individu atau pendukung pemerintah. Pemblokiran pengguna untuk melakukan akses suatu situs (URL) masih menjadi cara utama untuk kontrol internet.

Pemerintah Russia mempunyai pendapat unik berkenaan dengan sikap oposan di dunia internet yaitu: sistem paling efektif untuk melakukan sensor adalah tanpa melakukannya sama sekali. Artinya, para pengguna internet diberikan kebebasan penuh untuk mengakses semua situs yang ada di internet. Bahkan masyarakat yang merasa tidak puas terhadap pemerintahan lokal, bisa mengadu ke blog Medvedev. Tapi apakah betul memang demikian kenyataannya? Tentu tidak, itu semua hanya etalase.

Russia.ru adalah salah satu institusi pemerintah Russia yang melakukan fungsi kontrol dunia maya. Situs pornografi bahkan diproduksi oleh Russia.ru untuk me’ninabobok’kan para potensial oposan. Hasil penelitian Morozov terhadap mesin pencarian di internet, ternyata pencarian paling popular yang dilakukan para pengguna internet di Russia bukanlah ‘apakah demokrasi itu?’, atau ‘bagaimana caranya melindungi Hak Azasi?’, tetapi ‘apakah cinta itu?’, atau ‘bagaimana menurunkan berat badan?’.

Pada bab terakhir, Morozov mengutip tulisan seorang ahli fisika AS, Alvin Weinberg, berjudul “Can technology replace social engineering?”, yang isinya kurang-lebih adalah masalah sosial yang rumit dapat dijelaskan dan direduksi menjadi masalah teknologi yang lebih sederhana, sehingga dapat diselesaikan menggunakan aplikasi ‘teknologi penyelesaian masalah’ (technological fixes). Yang dimaksudkan dengan aplikasi ini adalah teknologi modern yang mampu mengaburkan inti masalah sosial tanpa perlu merubah perilaku individu, atau mampu melakukan sedikit pergeseran asumsi masalah sosial sehingga memungkinkan dilakukan pemecahan masalahnya. Ini sangat berbeda dengan pendekatan para ahli rekayasa sosial (social engineers), dimana berusaha untuk selalu mempengaruhi perilaku sosial masyarakat melalui ‘kebijakan’, yang biasa disebut Weinberg sebagai ‘piranti sosial’ (social device), yaitu: pendidikan, regulasi dan perpaduan berbagai insentif perilaku sosial yang rumit.

Weinberg meyakini bahwa metoda rekayasa sosial terlalu mahal dan sangat berresiko. Sementara metoda penyelesaian masalah sosial dengan menggunakan ‘teknologi penyelesaian’ tidak banyak memerlukan perubahan perilaku sosial. Analogi penyelesaian masalah sosial dari dua metoda tersebuat adalah: Weinberg tidak akan melakukan sosialisasi pentingnya ‘tidak mengkonsumsi minuman beralkohol sebelum dan saat mengemudi’, melainkan memberikan obat penawar dampak minuman beralkohol. Weinberg telah dengan sengaja mengabaikan penyebab awal timbulnya masalah dan hal ini memang tidak dapat diselesaikan menggunakan ‘teknologi penyelesaian’. Teknologi hanya mampu melakukan mitigasi dampak sosial akibat suatu masalah sosial, yaitu dengan cara memberikan banyak masukan kepada ahli rekayasa sosial supaya mampu menghindari dampak sosial yang lebih berat, dan mengulur waktu sehingga mampu merubah kemungkinan terjadinya revolusi sosial, yang berdampak sosial tinggi, menjadi evolusi sosial.

Bentuk baru dari ‘teknologi penyelesaian masalah’ (technological fixes) saat ini adalah Google, yang sepertinya sudah menjadi obat penawar yang sangat manjur bagi segala kebutuhan. Apakah Google salah? Tentu tidak, tapi tawaran kemudahan untuk dapat menyelesaikan masalah sosial dengan cara mengesampingkan penyebab awal perlulah disikapi secara lebih hati-hati.

Akhirnya Morozov berkesimpulan bahwa terjadi kumulatif kesalahan yang berangkat dari asumsi yang salah (cyber-utopianism) dan bertindak terhadapnya dengan metodologi yang salah juga (internet centrism), bahkan dianggapnya sebagai mimpi semata.

Cyber-realist adalah alternatif dari Cyber-utopian dan internet-centris, yang lebih fokus pada optimasi ‘decision-making’ dan ‘learning process’, dengan harapan terjadi ‘check and balance’ terhadap birokrasi pemerintahan, yang dipadukan dengan insentif struktur yang tepat, akan mampu mengidentifikasi berbagai masalah sosial yang dalam dan rumit, tanpa terjebak dalam penyederhanaan masalah (technological fixes).

Mobile Wave

Sebagai informasi arah kecenderungan perkembangan teknologi informasi dibidang mobile computing, buku Saylor ini sangat menarik dan informatif. “Understand the wave, you can ride it. Refuse to adjust, you will be swallowed”.

 

mobile wave

Judul: Mobile Wave

Sub Judul: How mobile intelligence will change everything

Penulis: Michael Saylor

Penerbit: Vanguard Press

Tebal Buku: 290 halaman

Tahun: 2012

Pagi hari 17 Desember 2010, Muhammed Bouazizi, berkebangsaan Tunisia, sedang menjual sayur di gerobaknya di Sidi Bouzid, tiba-tiba diperiksa oleh seorang polisi wanita yang menanyakan kepemilikan ijin berdagangnya. Seperti umumnya para pedagang pinggir jalan, dia memang tidak mempunyainya. Sang polwan menuntutnya membayar $7, senilai dengan pendapatan satu hari berjualan sayur, dan memukulnya. Merasa diperlakukan tidak manusiawi, Bouazizi melapor ke instansi pemerintah menuntut keadilan. Tidak ditanggapi, dia pergi membeli satu jerigen bensin dan pada 11:30 kembali ke depan gedung pemerintah. Di tengah keramaian ia berteriak sambil menangis “Apa yang kalian harapkan dari kami untuk bisa hidup?”. Wuzzz … membakar diri.

Dua orang mengabadikan kejadian ini melalui video dari handphone dan mengunggahnya ke Facebook. Televisi Al Jazeera mendapatkannya di Facebook dan menayangkannya di siaran berita. Pada hari itu juga masyarakat Tunisia turun ke jalan berbekal batu dan handphone di tangannya. Sepertiga masyarakat Tunisia bisa mengakses Internet dan 50% pengangguran adalah sarjana, sehingga momentum ini menjadi celah untuk revolusi. Tidak sampai satu bulan sejak peristiwa bakar diri, 14 Januari 2011, Presiden Ben Ali meninggalkan negaranya. Lengser. Revolusi melalui jejaring sosial berbasis ‘mobile technology’ menunjukkan hasilnya.

Dengan peralatan yang sama, penggalangan aksi massa juga dilakukan di Mesir untuk meruntuhkan pemerintahan Husni Mubarak dan beberapa negara Arab lainnya, yang dikenal sebagai Arab Spring. Bahkan di Indonesiapun peralatan yang sama pernah sukses menggalang dukungan dalam kasus Prita vs RS Internasional dan kasus Cicak vs Buaya. Kecepatan dan kepadatan interaksi dalam jejaring sosial adalah kunci pembentukan kelompok idea dan pengambilan keputusan untuk melakukan aksi bersama.

Cerita di atas adalah salah satu contoh nyata yang ditampilkan Saylor dalam bab tentang Jejaring Sosial, untuk menunjukkan sangat berartinya handphone atau tablet yang didukung oleh aplikasi jejaring sosial seperti Facebook dan Twitter.

Dalam buku ini Saylor banyak mengulas tentang arah kemajuan teknologi komunikasi yang dipergunakan sehari-hari, mulai dari sejarah singkat perkembangan teknologi komputasi hingga proyeksinya untuk keperluan perkantoran, percetakan, pendidikan, kesehatan, alat pembayaran dan jejaring sosial di negara sedang berkembang hingga dunia masa depan, yang dikemas dalam sepuluh bab dan ditambah daftar pustaka yang lengkap, termasuk alamat internetnya.

Di bab Pendahuluan bukunya, Saylor menulis bahwa berkat teknologi mobile computing, banyak produk untuk kepentingan hidup sehari-hari telah diubah menjadi perangkat lunak. Majalah/koran, buku, musik, permainan, kamera sudah menjadi perangkat lunak, kemudian berbagai barang dalam dompet seperti kartu kredit/debet, ID card, SIM dan berbagai kartu lainnya sudah bisa menjadi perangkat lunak. Ketidak-mampuan beradaptasi dengan perubahan besar dalam dunia cyber menyebabkan bangkrutnya berbagai industri/jasa yang bersifat fisik seperti Kodak dan toko buku Borders Books, namun sebaliknya toko buku Amazon yang melayani pelanggan melalui internet terlihat semakin besar.

Dua hal utama yang saling mendukung dan menyebabkan akselerasi kemampuan transformasional ke depan adalah kemampuan akses universal ke mobile computing dan semakin tingginya intensitas penggunaan jejaring sosial. Saylor meyakini bahwa peran dua hal ini akan mampu mentransformasikan GDP dunia sebesar 50% pada dekade yang akan datang.

Komputer

Dalam sejarah manusia telah terjadi tiga revolusi ekonomi besar, yaitu Revolusi Pertanian, Revolusi Industri dan Revolusi Informasi. Revolusi Pertanian mengakibatkan munculnya budaya bertani, surplus pangan, menetap di satu tempat dan berdagang. Sedangkan Revolusi Industri menyebabkan perubahan dari energi manusia menjadi energi bahkan bakar dan membuka kesempatan munculnya produksi massal hasil pabrikan, dengan hasil akhir peningkatan pendapatan dan kesejahteraan. Dan yang masih sedang berjalan saat ini adalah Revolusi Informasi yang semakin menyebabkan kegiatan ekonomi semakin produktif, efektif dan efisien, dan mobile technology menjadi titik awal percepatan Revolusi Informasi melewati era komputasi tradisional. Komputer adalah jantung daripada Revolusi Informasi, yang membantu manusia melakukan pekerjaan pengawasan dan manajemen segala aset, serta otomatisasi banyak pekerjaan jasa dan pabrikan yang selama ini dikerjakan oleh manusia, dan dapat dilakukan lebih cepat.

Namun demikian, setiap revolusi selalu memakai korban. Revolusi Pertanian menyebabkan musnahnya budaya hidup nomaden, dan memaksa hidup komunal yang lebih besar dan bekerja sama secara ekonomi. Kehidupan berburu berubah ke budaya bertani. Dalam Revolusi Industri, terjadi perpindahan penduduk dari ladang-ladang pertanian ke perkotaan mendekati area industri. Garis tegas ekonomi mulai muncul antara manajemen dengan buruh, dan kekuatan politik mulai bergeser dari monokratik ke demokratik. Sedangkan akibat buruk yang muncul dalam Revolusi Informasi adalah berkurangnya buruh karena digantikan oleh mesin atau proses otomatisasi.

Mobil Computing, yang dikategorikan Saylor sebagai Gelombang ke-5, – setelah gelombang ke-1 Mainframe, kemudian Komputer Mini, Desktop dan Internet PC -, adalah teknologi yang paling besar andilnya dalam merubah kebudayaan industri lama. Bila Revolusi Pertanian membutuhkan waktu ribuan tahun untuk merubah cara hidup manusia, dan Revolusi Industri membutuhkan beberapa abad, maka Revolusi Informasi hanya membutuhkan beberapa dekade saja. Selamat menikmati hidup dalam era Revolusi Informasi.

Mobile Computing

Kemampuan komputer tablet dan handphone generasi terbaru sebagai produk berkembangnya mobile computing, Saylor menyebutnya ‘app-phone’, sudah melewati kemampuan generasi smartphone bahkan bisa disebut sebagai komputer kecil karena kemampuan sistem operasinya yang memungkinkan untuk menjalankan berbagai aplikasi dan berbagai bahasa pemrograman. Dampak keberadaan mobile technology akan jauh melebihi tingkat personal, bahkan akan merubah perilaku sosial masyarakat global.

Pada tahun 2011, lebih dari 5,3 milyar orang atau 75% populasi dunia menggunakan handphone dan sebagian besar akan beralih ke app-phone. Ini berarti lebih dari 5 milyar orang akan menyimpan komputer kecil dalam sakunya, dan mobile computing akan menjadi piranti standar internasional untuk dapat menerima pelayanan keperluan bisnis atau pemerintahan serta untuk berinteraksi satu sama lain melalui media sosial.

Mobil computing memungkinkan pengguna untuk mengakses 24/7 mobile technology dengan aplikasi berbiaya sangat murah (banyak dijual dengan harga US$1-10/aplikasi). Dua perubahan fundamental akan terjadi dalam perilaku bisnis ketika menggunakan mobile computing, yaitu:

  1. Perusahaan akan banyak mengganti produk fisik dan jasa dengan perangkat lunak
  2. Perusahaan bisa menjangkau proses bisnis yang berjarak lebih jauh karena kemudahan komunikasi data

Mobile computing akan ‘memaksa’ perusahaan untuk menggunakan koneksi aplikasi langsung ke pelanggan sehingga memperpendek value chain dari pabrik ke pengguna, dan mengurangi pihak-pihak diantara produsen-konsumen (middle man). Efisiensi.

Beberapa perubahan positif yang akan terjadi dengan kemajuan teknologi mobile computing adalah:

Penggunaan kertas minimum

Di negara maju, pabrik kertas adalah industri yang membutuhkan bahan bakar minyak terbanyak, setelah industri kimia dan industri baja. Penerbit buku, majalah dan koran di AS, menghasilkan lebih dari 40 juta ton CO2 per tahun, ekivalen dengan 7,3 juta mobil dan menggunduli hutan seluas 5000 mil2 per tahun untuk bahan baku kertas.

E-Book adalah produk mobile technology yang mampu mengatasi kekurangan di atas, bahkan:

-          Tidak memerlukan biaya percetakan, kertas, tinta dll. yang diperlukan dalam proses percetakan

-          Tidak memerlukan biaya pengiriman barang

-          Tidak memerlukan gudang besar untuk penyimpanan barang

-          Tidak memerlukan toko buku

-          Proses perdagangan lebih mudah (amazon.com)

-          Produk dapat dibaca lebih mudah (search, bookmarck, copy, note) menggunakan ebook reader

Hiburan instan

Survei di bulan Mei 2010 menunjukkan bahwa 76% pemilik handphone, menggunakannya untuk memotret, main game 34%, mendengarkan musik 33%, akses internet 38%, merekam video 34%, mengirim email 34%. (http://mobilefuture.org/wp-content/uploads/2013/02/mobile-future.publications.Mobile-Momentum.pdf) .  Angka-angka ini pasti bertambah saat ini, mengingat kemampuan produk mobile technology yang semakin tinggi, bahkan layanan tvpun saat ini sudah tersedia melalui handphone anda.

Sebagai Dompet

Kartu kredit adalah alat pembayaran yang sudah berbasis komputasi dan saat ini, di negara maju,  sedang dalam proses untuk dibuatkan piranti lunaknya menggunakan mobile technology, NFC (Near-Field Communication), sehingga pembayaran bisa dilakukan dengan cara memindai handphone tanpa harus membawa kartu kredit di dalam dompet. ID Card, SIM, kartu asuransi yang saat ini sudah komputerisasi akan lebih mudah untuk dibuatkan aplikasinya di handphone. Dompet semakin berkurang fungsinya.

Jejaring sosial

Arab Spring adalah sumbangan Facebook/Twitter sebagai aplikasi jejaring sosial dari produk mobile technology. Selain kepentingan sosial politik, iklanpun sudah masuk melalui aplikasi jejaring sosial ini untuk kepentingan bisnis. Video Conference call memang sudah bisa dilakukan sebelum era mobile technolgy berkembang seperti saat ini, namun tetap dibatasi oleh persyaratan ruang dan piranti keras, sementara Facebook/Twitter/Skype bisa dipergunakan dimanapun (dalam jangkauan signal) hanya dengan mennggunakan handphone. Dalam survei Nielsen 2011, Facebook adalah aplikasi publik yang paling sering digunakan, dan berturut-turut semakin rendah adalah Google, Yahoo, Microsoft dan AOL. Manusia semakin butuh menjadi bagian komunikasi yang terlibat dalam kegiatan atau pembuatan konsensus bersama.

Pelayanan medis lebih cepat dan mudah

Saat ini sudah banyak Rumah Sakit yang menggunakan komputasi untuk keperluan pencatatan riwayat medis para pasiennya sehingga tidak perlu lagi mencari, mengambil, mengantar file berupa tumpukan kertas untuk dibaca dokter sebelum melakukan pemeriksaan medis pasien dan dikembalikan ke tempat semula. Sangat mungkin terjadi kekacauan penyimpanan. Dengan mobile technology, seorang dokter dapat membaca data riwayat medis pasien, yang sudah dibuatkan databasenya, dimanapun dan kapanpun untuk keperluan diagnosa. Obat yang direkomendasikan oleh dokter dapat langsung dibaca oleh apotik yang berbeda lokasi, tanpa harus menuliskan dalam kertas. Sangat efisien, termasuk pembayaran oleh pihak asuransi pasien. Diharapkan dengan kemajuan Mobile Technology, riwayat kesehatan pasien dapat dengan mudah diakses oleh para dokter di Rumah Sakit manapun.

Aplikasi handphone untuk memonitor kesehatan juga sudah mulai banyak dijual dengan murah, misalnya untuk menghitung detak jantung (iphone dan android).

Pendidikan lebih mudah

Belajar bersama, atau disebut collaborative learning, sudah terbukti dapat meningkatkan nilai ujian dan mengurangi dropout hingga 22%. Mobile technology telah menemukan cara untuk dapat melakukan collaborative learning, dimana berbagai pelajar di dunia bisa berdiskusi dalam web-forum untuk membuat database bersama, tentang apapun berbasis lokasi masing-masing.

Layanan Belajar Jarak Jauh (long distance learning) mulai banyak tersedia di negara maju. Menjadi lebih murah karena tidak diperlukan gedung sekolah dan segala isinya, termasuk transportasi dan akomodasi untuk para siswanya.

Perdagangan yang lebih baik

Untuk perdagangan, mobile techology sangat membantu dalam menentukan harga pasar perdagangan retail. Saylor memberikan contoh tentang petani di Nigeria yang saat ini mampu memilih pasar mana yang paling menguntungkan untuk menjual hasil pertaniannya, cukup angkat handphone dan memonitor harga pasar melalui jasa informasi pasar. Sebelum adanya handphone, over/under supplied sering terjadi di berbagai pasar, yang berjauhan, karena kurangnya informasi terkini yang dapat diakses dengan mudah.

Dunia Baru

Generasi masa depan mungkin akan terheran-heran saat mengetahui pernah ada suatu masa dimana orang perlu membuka kertas selebar handuk untuk mencari berita (koran), perlu berdiri dalam antrian untuk memperoleh sesuatu, keluar-masuk hotel untuk mendapatkan kamar kosong, keluar-masuk toko, duduk seharian dalam perpustakaan membaca buku, saku celana tebal karena dompet penuh uang dan kartu, antri di ATM, dll. Semua itu telah hilang, digantikan sebuah alat kecil bernama handphone atau computer tablet.

Kritik

Sebagai informasi arah kecenderungan perkembangan teknologi informasi dibidang mobile computing, buku Saylor ini sangat menarik dan informatif. Namun tidak sepenuhnya benar bahwa industri jasa akan banyak tergantikan oleh perangkat lunak. Salah satu contoh, makin banyak terlihat industri jasa yang menempatkan customer service yang terampil sabar dan menguasai permasalahan sebagai ujung tombak untuk mendapatkan pelanggan. Lihat saja di kantor-kantor perbankan, asuransi, showroom mobil, penerbangan semakin nyaman dengan ruang tunggu besar berAC dan berderet tim customer service. Saylor lupa, bahwa komunikasi yang memanusiakan mungkin saja hanya perubahan gestur atau mengungkap rasa tanpa harus berucap kata, hingga tak tergantikan oleh peralatan secanggih apapun.

Earth Wars

Tebal buku          : 301 halaman

Penulis                 : Geoff Hiskock

Tahun                   : 2012

Penerbit              : John Wiley & Sons Singapore Pte. Ltd.

Buku Earth Wars ini adalah sebuah upaya untuk menunjukkan betapa ketatnya kesalingterkaitan antar belahan dunia dalam hal pasokan dan kebutuhan semua sumber daya yang dipicu oleh pertumbuhan kebutuhan standar hidup dan kebutuhan konsumsi energi di negara maju dan berkembang yang disebabkan tingginya laju pertumbuhan jumlah penduduk dunia.

Energi adalah persyaratan utama untuk mempertahankan pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan standar hidup, dan banyak perusahaan sumber daya alam (SDA) papan atas dunia melihat bahwa gas adalah primadona energi dalam 20 tahun kedepan.

Ketahanan Pangan, Air, Energi dan Logam adalah empat isu utama yang menjadi perhatian banyak negara dunia saat ini karena keberadaannya yang terbatas dan tidak mudah untuk meningkatkan kuantitas/kualitas atau menggantikannya, maka intensitas usaha perebutan kekuasaan antar negara atas sumber daya ini akan semakin nyata.

Sistematika penyajian dalam buku dimulai dengan membahas pentingnya empat sumber daya tersebut, dilanjutkan dengan masalah batas geografi antar negara yang berkorelasi dengan keberadaan sumber daya alam (SDA). Pembahasan tentang para konglomerat pemilik dan pengelola perdagangan SDA, dibahas dalam satu bab khusus. Bab-bab selanjutnya membahas tentang masing-masing SDA seperti Pangan/Air, Minyak/Gas, Nuklir, Energi Terbarukan, Metal dan Baja. Amerika Serikat, Jepang, dan BRACQK (Brazil, Rusia, Australia, Canada, Qatar dan Kazakhstan) masing-masing di bahas dalam satu bab khusus, dilanjutkan dengan satubab tentang nagara-negara sedang berkembang yang potensial menjadi pemenang dalam perang SDA, yaitu Turki, Iran, Indonesia dan Meksiko. Sebelum sampai pada bab Kesimpulan, dibahas khusus tentang dua negara yang diperkirakan sebagai pemenang perang SDA, yaitu China dan India.

Hingga 20 tahun kedepan, pembangkit listrik tenaga batubara masih akan mendominasi perlistrikan dunia, sementara produk perminyakan masih akan diperlukan untuk keperluan transportasi.

 

Minyak dan Gas

Departemen Energi AS memperkirakan kebutuhan minyak dunia di tahun 2012 mencapai 90 juta barrel/hari.

Produser minyak dunia terbesar 2011 adalah Federasi Rusia, sebesar 12,6% dari total produksi minyak dunia, diikuti oleh Arab Saudi 11,9%, AS 8,5%, Iran 5,7% dan China 5,0%. Sedangkan  importer minyak terbesar dunia 2011 (dalam juta ton) adalah AS 510, China 199, Jepang 179, India 159.

Rusia adalah penghasil gas terbesar, dengan estimasi cadangan 48 trillion  meter kubik (1.695 trilyun cubic feet).

Produksi shale gas di AS menyebabkan harga gas turun sampai 1/10 kali harga minyak. Selain gas murah, AS jg menkonsumsi 1 milyar ton thermal coal/tahun, dan 20 juta barrel/hari produk perminyakan, dan hampir separuhnya diperoleh dari impor. Pemasok minyak mentah terbesarnya adalah Kanada 21%, Mexico 12%, Arab Saudi 12%, Nigeria 11% dan Venezuela 10%.

AS memproduksi minyak 5,5 juta barrel/hari dan hampir 2 juta barrel/hari gas cair. Juga mumpunyai cadangan oil shale terbesar dunia, 1,5-2,0 trilyun barrel, namun masih sulit dan mahal biaya ekstraksinya. Estonia, China dan Brazil yang sekarang sudah memproduksinya. Rusia mempunyai cadangan oil shale sebesar 250 miliar barel, mungkin Israel juga memilikinya dalam jumlah yang sama.

China adalah konsumen energi terbesar dunia, menggantikan AS pada peringkat pertama pada tahun 2009. Setiap harinya membutuhkan 10 juta barrel minyak, 350 juta meter kubik gas, dan 5 juta ton batubara, plus tambahan dari tenaga nuklir, air dan sektor energi terbarukan lainnya. Dan separuh dari minyak, gas dan batubara masih harus import dari Timur Tengah, Afrika, Asia Tengah, Asia Tenggara dan Australia.

Tentang China dan India, Hiscock menulis bahwa target energi China 2011-2015 adalah proporsi penggunaan bahan bakar non-fosil harus mencapai 11,4% dan konsumsi energi serta emisi CO2 per unit GDP harus turun berturut-turut 16% dan 17%. Sementara kebutuhan minyak China sepertinya akan mencapai 12 juta barrel/hari di 2020.

Meskipun kebutuhan energi India tidak sebesar China, namun punya kekhawatiran yang sama dalam hal pertumbuhan penduduk usia menengah, yang menyebabkan tingkat kebutuhan kepemilikan kendaraan bermotor dan standar kehidupan juga semakin tinggi. Hal ini mendorong India, seperti halnya China, untuk mulai melaksanakan strategi energi yang berhubungan dengan eksplorasi minyak dan gas, batubara, serta fokus pada energi terbarukan seperti tenaga air, surya dan angin, serta program nuklir. Juga efisiensi energi yang lebih besar dalam hal produksi, penyimpanan dan distribusi serta lebih menggalakkan investasi-investasi sumber daya alam dan energi.

Perbedaannya dengan China, India hanya mempunyai cadangan valuta asing sebesar $300 milyar, sedangkan China $ 3 trilyun. Investasi China di luar negeri untuk minyak dan gas sebesar US$ 70 miliar (sejak 2002), sedangkan India, sebesar US$12,5 miliar.

China menjadi net oil importer pada tahun 1993, dan net gas importer pada tahun 2006. Meskipun ekspansi produksi domestik akan mencapai 150 miliar kubik meter (5.3 trillion cubic feet) pada 2015, China masih akan impor sebesar 80 miliar kubik meter (2.8 trillion cubic feet). Untuk LNG, sumber utama diperoleh dari Australia, Qatar dan Indonesia.

Untuk keperluan ketahanan energinya, China melakukan berbagai investasi minyak/gas di luar negeri melalui tiga perusahaan minyak nasional utamanya, yaitu: China National Petroleum Corp. (CNPC), China National Offshore Oil Corp. (CNOOC), dan China Petroleum & Chemical Corp. (Sinopec). Sementara India, tersedia lima perusahaan nasional untuk keperluan pengusahaan minyak/gasnya, yaitu: ONGC Videsh Ltd. (OVL), Bharat Petroleum Corporation Ltd. (BPCL), Indian Oil Corporation Ltd. (IOCL), Oil India Ltd. (OIL), Gas Authority of India Ltd. (GAIL), dan satu perusahaan swasta Reliance Industries Ltd. (RIL). Mukesh Ambani adalah pemilik RIL, yang banyak memiliki perusahaan minyak dan gas di luar negeri, seperti AS, Peru, Yaman, Oman, Irak, colombia, Australia dan Timor Timur.

Menurut International Energy Outlook, Sep. 2011: “Tetap tingginya harga minyak akan menyebabkan sumberdaya minyak jenis baru (oil sand, extra-heavy oil, biofuel, coal to liquid dan shale oil) secara ekonomi akan kompetitif”.

Batubara

Negara penghasil batubara terbesar dunia pada tahun 2010 (dalam juta ton) adalah China 3.250, AS 986, India 570, Australia 430, Rusia 317, Indonesia 320. Sementara negara pengekspor batubara terbesar dunia di 2009 (dalam juta ton) adalah: Australia 289, Indonesia 261, Rusia 130. AS diurutan ke-6 (60) dan ke-7 adalah China (38).

Negara dengan cadangan batubara terbesar dunia, 2009 (Milyar ton) adalah: AS 238, Rusia 157, China 114.5. Meskipun diluar 10 besar, Kolombia, Kanada, Polandia, Indonesia dan Brazil juga mempunyai cadangan batubara yg besar, masing-masing antara 4.5-7 milyar ton.

Data penggunaan batubara per kapita 2005 (kg oil equivalent/tahun) menunjukkan bahwa: India 531, China 1.242, Jepang 4.176, AS 7.913. Dunia mengkonsumsi 7 milyar ton batubara, dan 1 milyar brown coal atau lignite per tahun. Dan, 40% dipergunakan untuk kebutuhan pembangkit listrik (70% kebutuhan China dan 52% di India). Prediksi IEA (International Energy Agency), China akan menjadi konsumen energi sebesar 25% kebutuhan dunia di 2035, sementara AS akan turun menjadi 15,5% dan India akan naik menjadi 5%.

Sementara ini China sedang investasi untuk menambah daya listrik dari 320GW ke 480GW menggunakan teknologi rendah karbon, dan sekaligus menambah kapasitas daya dari 400GW ke 500GW menggunakan batubara. Penyumbang emisi CO2 terbesar dunia, 2008 (Juta ton) adalah China 6502, AS 5596 dan Federasi Rusia 1594.

Nuklir

Meskipun Tepco (Tokyo Electric Power Company) berhasil menjinakkan pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN) Fukushima 1, setelah serangan tsunami, 11 Maret 2011, Perdana Menteri Naoto Kan memerintahkan untuk shut down PLTN lainnya di Hamaoka, wilayah barat daya Tokyo.

Sementara itu, Kanselir Jerman, Angela Merkel, telah meminta untuk menunda 7 dari 17 PLTNnya  dan 10 lainnya akan ditutup lebih cepat pada tahun 2022, yang sebelumnya direncanakan utuk ditutup 2036. Demikian pula dengan Swiss, Itali dan China yang akan melakukan pengujian PLTN lebih cermat sebelum melakukan ekspansi lebih lanjut.

Jepang cukup mempunyai sejarah panjang tentang PLTN. Fukhusima dibangun oleh Tepco dan mulai beroperasi Maret 1971, sebagai respon atas tingginya harga minyak berhubung dengan embargo oleh negara-negara Arab pengekspor minyak karena perang Israel dengan negara-negara Arab 1967. Sebelumnya, 1966, Jepang telah membangun PLTN di Tokai. Hingga Maret 2011, Jepang telah mempunyai 54 reaktor nuklir yang menghasilkan 50 GW, yang cukup untuk memenuhi 1/3 kebutuhan listrik negaranya.

Ada 432 reaktor nuklir di dunia saat ini yang mampu menyediakan listrik sebesar 370 GW, diantaranya ada di AS 104, Perancis 58, Rusia 32, Korea Selatan 21, India 20, Inggris 18, Kanada 17, Ukraina 15, China 14.

China sedang membangun 50 reaktor baru dan berencana untuk menambah lagi 110 reaktor. Pada 2020, China akan menghasilkan listrik sebesar 70 GW dari PLTN. Sementara India yang saat ini memiliki 20 reaktor dan sedang membangun 20 lagi, masih berencana untuk menambah 40 reaktor yang akan dibangun sampai 2025. Bila semua rencana ini dipenuhi, maka India akan menghasilkan 64 GW listrik dari PLTN.

Satu ton Uranium Oksida menghasilkan energi yang sama dengan 20,000 ton batubara. Meskipun modal awal PLTN akan sangat mahal, namun biaya pemeliharaannya akan murah, hingga setengah dari biaya pemeliharaan pembangkit listrik berbahan bakar fosil.

Selain Kazakhstan sebagai penghasil Uranium terbesar dunia (17.803 ton, 2010), China berada di urutan ke-10 penghasil Uranium, 827 ton. Target China adalah meningkatkan pasokan energi nuklirnya dari 2% menjadi 5%, dari kebutuhan total energi nasional pada tahun 2020.

Kazakhstan telah menambang uranium sejak 1950, dan mengambil alih posisi Kanada sebagai penghasil Uranium terbesar dunia pada tahun 2009. Pada tahun 2010 telah memproduksi 17.800 ton uranium (28% produksi dunia), dan berharap akan mencapai 30.000 ton di 2018. Kazakhstan juga sudah bekerjasama untuk melakukan eksplorasi, eksploitasi dan perdagangan uranium dengan Rusia, Jepang, China, India, Canada dan Korea Selatan.

Pasokan uranium dunia dikuasai oleh perusahaan tambang besar, seperti Rio Tinto, BHP Billiton, Krasnokamensk (Rusia), Cameco (Canada).

Afrika Selatan mempunyai PLTN untuk memenuhi 5% kebutuhan listriknya.

Meskipun Korea Selatan tidak mempunyai tambang uranium, banyak impor dari Kanada dan Australia, namun dapat memenuhi 40% energi listrik dari 21 reaktor nuklirnya, dan akan meningkatkan kapasitas reaktor menjadi 27 GW di tahun 2020. .

Rusia adalah negara pertama yang menggunakan nuklir sebagai pembangkit listrik, 1956. PLTN Iran yang pertama, 915 MW dibangun oleh Rusia, 2011. Reaktor nuklir yang sedang dan akan dibangun oleh Rusia adalah India, Vietnam, Turki dan Argentina. Rusia sendiri mempunyai 32 reaktor nuklir berkapasitas 23 GW, dan akan menjadi 43 GW di 2020.

Perancis mempunyai 58 reaktor nuklir yang menyumbang 75% kebutuhan perlistrikannya, dan menggunakan 10.500 ton uranium per tahun, yang diperoleh dari Kanada, Nigeria, Australia, Rusia dan Kazakhtan.

Inggris memiliki 19 reaktor untuk menghasilkan 63 GW listrik, atau sekitar 19% kebutuhan negaranya. Sekitar 2.300 ton uranium kebutuhannya dipasok dari Kanada. Kebijakan energi Inggris adalah separuh dari target 60 GW energi pada 2025 berasal dari sumber daya terbarukan.

Brazil yang kaya dengan sumber daya air, memiliki banyak PLTA untuk menyumbang 84% dari total pembangkit listriknya, sementara Nuklir hanya menyumbang 3% saja yang diperoleh dari dua reaktor nuklirnya. Reaktor ke-3 sedang dibangun dan empat reaktor lagi akan aktif pada tahun antara 2018-2025. Brazil mempunyai 5% cadangan uranium dunia.

Arab Saudi mempunyai program nuklis sebanyak 16 reaktor yang akan aktif 2030.

Dalam jangka panjang, dunia akan menggunakan teknologi reaktor baru yang menggunakan sumber daya Thorium, dimana keberadaan cadangannya di dunia lebih banyak daripada Uranium, dan lebih sedikit menghasilkan sampah radioaktif.

Isu sekarang dan di masa depan, berkaitan dengan reaktor nuklir, yang sangat menentukan nasib manusia adalah:

1. Sampah radioaktif sebagai bagian dari produk sampingan PLTN. Ruang bawah tanah, batuan sintetis (sampah di keringkan dalam bentuk bubuk dan dipadatkan), kontainer yang dibeton dan disimpan didaerah terpencil, adalah beberapa usulan penyimpanan sampah radioaktif

2. Pengelolaan senjata nuklir Korea Utara, Pakistan, dan mungkin Iran.

Energi Terbarukan

Menurut  pidato Barack Obama tentang Kebijakan Energi AS, China telah mempunyai energi angin berkapasitas besar, dan Jerman telah mempunyai energi surya berkapasitas besar. Negara-negara yang memimpin abad 21 dalam hal ekonomi energi bersih (clean energy economy), adalah negara-negara yang akan memimpin abad 21 ekonomi global.

Beberapa teknologi penting Energi Terbarukan yang dikembangkan oleh AS telah diperbarui dan diproduksi menjadi lebih murah oleh China, India, Jepang, Jerman, Denmark, Korea Selatan dan Taiwan. Pemimpin pasar sel surya, turbin angin, biomassa, tenaga air, geothermal, energi gelombang adalah perusahaan-perusahaan dari Jerman, Denmark, India dan China.

Berdasar laporan Renewable Energy Policy Network (REN21) 2011, pada tahun 2010, Energi Terbarukan telah memasok kira-kira 16% dari konsumsi energi dan hampir 20% dari kebutuhan total pembangkit listrik. Tenaga Angin adalah pemimpin sektor listrik terbarukan pada tahun 2010, dengan kapasitas terpasang yang semakin banyak daripada teknologi terbarukan lainnya, dan sepertinya akan mencapai 450 GW di tahun 2015, menurut Steve Sawyer, sekjen Global Wind Energy Council (GWEC) yang berkedudukan di Brussels.

Spanyol sekarang telah mempergunakan Energi Terbarukan sebesar 60%, dan Denmark hampir 100%. Korea Selatan bahkan merencanakan proyek ambisius dengan investasi $ 9 milyar untuk kapasitas 2,5 GW Pembangkit Listrik Tenaga Angin pada tahun 2019.

China masih merasa nyaman saat ini dengan menggunakan pembangkit listrik tenaga batubara sampai beberapa dekada ke depan, namun menjadi pemimpin dunia dalam hal produksi Tenaga Air (hydro power) pada 2010, sebesar 200 GW kapasitas terpasang, lebih besar daripada Kanada (90 GW), AS (80 GW) dan Brazil (70 GW).

Untuk keperluan bahan bakar transportasi, Brazil dan AS masih memimpin dalam hal produksi ethanol. AS mentargetkan sedikitnya 36 milyar galon (136 milyar liter) bahan bakar cair harus berasal dari sumber terbarukan pada tahun 2022. Menurut laporan International Energy Agency (IEA) 2011, bahwa bersama-sama dengan AS dan Brazil, pada tahun 2016 kebutuhan global total gasoline sebesar 5,3% akan digantikan dengan ethanol dan 1,5%  minyak/gas dengan biodiesel.

Tembaga

Setiap mobil baru membutuhkan tembaga, sedikitnya 20 kg, dan akan lebih banyak lagi untuk keperluan mobil hibrida. Untuk keperluan konstruksi, baik itu apartemen, gedung, kapal, pesawat terbang, perlengkapan listrik, proyek rekayasa dan industri, pasti membutuhkan tembaga. Pada tahun 2010, dunia mengkonsumsi 19,4 juta ton tembaga, hampir $150 milyar, atau sekitar $ 7.500/ton. Akhir 2011, harga tembaga mencapai $7.800/ton.

Pada tahun 1990, saat harga tembaga $ 2.400/ton, Amerika Utara, Eropa dan Jepang mengkonsumsi 68% tembaga dunia, dan China hanya membutuhkan 5% saja. Di tahun 2010, China sudah membutuhkan 37% tembaga dunia, Jepang 5% dan Amerika Utara/Eropa hanya 27%.

Saat ini, dua smelter tembaga terbesar dunia ada di India dan China, dengan kapasitas masing-masing 900.000 ton, dan cadangan tembaga terbesar dunia adalah Chili, yang memiliki hampir 1/3 total produksi dunia. Sementara importir tembaga terbesar dunia, berturut-turut, adalah China, Jepang, India, Korea Selatan dan Jerman. AS sebagai konsumen tembaga terbesar kedua dunia, mampu mencukupi 60%-65% kebutuhannya dari tambang dalam negeri sendiri.

Kebutuhan tembaga per capita dunia rata-rata 2.7 kg/orang, sedikit lebih banyak di Amerika Utara, Eropa, Jepang, Korea Selatan dan Taiwan. India saat ini hanya 0,4 kg/tahun dan China 3 kg/tahun.

Untuk memenuhi kebutuhan tembaga sebanyak 7,47 ton tembaga, China memproduksi 1,16 juta ton konsentrat, impor 6,47 juta ton konsentrat dan 2,9 juta ton tembaga kadar tinggi dan memproses 4,36 juta ton tembaga bekas.

Tanah Jarang (Rare Earth)

Ini adalah kelompok mineral-mineral logam (http://id.wikipedia.org/wiki/Logam_tanah_jarang) yang sangat dibutuhkan sebagai bahan mentah barang-barang yang saat ini sedang menjamur, seperti batere untuk mobil hibrida/listrik dan  handphone/smartphone, konduktor, televisi dan monitor LED, laser, lensa kamera, mesin x-ray, komputer, peralatan militer dsb. China adalah penghasil utama 28 dari 52 elemen tanah jarang yang dibutuhkan industri tersebut. 50% – 60% kebutuhan ‘tanah jarang’ Jepang, diperoleh dari China. Bila prediksi 25% jumlah mobil pada tahun 2020 adalah mobil hibrida, maka kebutuhan lithium untuk batere mobil jelas akan sangat tinggi. Dengan cadangan lithium sebesar 70% (100 juta ton) cadangan dunia, Bolivia berencana membangun pabrik mobil listrik.

Dalam bab The Up and Comers, ada sub-bab yang mambahas khusus tentang Indonesia, yang menyebutkan bahwa saat ini Indonesia sedang melakukan eksplorasi geothermal dan coal bed methane(CBM), untuk mencapai target kebijakan energinya pada tahun 2025, dimana kebutuhan energi minyak bumi akan turun menjadi 26,2%, batubara 32,7%, gas 30,6%, geothermal 3,8% dan energi terbarukan sekitar 4,4%. Pada tahun 2015, berdasar Wood MacKenzie, dua dari tiga eksporter thermal coal terbesar dunia adalah perusahaan Indonesia, yaitu Bumi Resources dan Adaro (Xstrata, Australia yang terbesar). Indonesia juga salah satu dari tiga eksporter LNG terbesar dunia.

Laporan bank HSBC 2011 yang berjudul The World in 2050 menyebutkan bahwa negara berkembang, termasuk China dan India, akan mempunyai pengeluaran lima kali lipat dibanding negara maju. 19 dari 30 negara dengan ekonomi paling tinggi, berdasar GDP, adalah negara-negara yang saat ini masuk dalam ketegori negara berkembang (emerging country).

Hampir di setiap negara yang disebutkan di masing-masing bab dalam buku ini, terlihat selalu ada  investasi China di dalamnya. Bahkan, di Amerika Serikat, investasi China, melalui perusahaan nasionalnya CNOOC telah membeli perusahaan minyak besar Unocal $18,5 milyar pada tahun 2005. Di tahun 2020, akan mengalir investasi China ke seluruh dunia sebesar $1 trilyun, yang sebagian besarnya akan masuk ke Amerika Serikat. Hiscock juga menuliskan kekayaan China di Amerika Serikat berupa $1,2 trilyun di US Treasuries, piutang $450 milyar, investasi porto folio di berbagai perusahaan AS sebesar $80 milyar.

Dalam kesimpulannya, Hiscock menulis bahwa China akan menjadi penentu pasar energi dan sumber daya lainnya, diikuti dengan India, Indonesia dan beberapa negara Asia lainnya yg kaya SDA seperti Kazakhstan dan Mongolia.

Hal penting yang perlu menjadi perhatian China adalah faktor korupsi, HAM, penegakan hukum dan kebijakan satu anak yang menyebabkan kekurangan tenaga usia produktif, akan menjadi faktor yang melemahkan  masa kejayaannya di masa depan. Berdasar survei PBB, pada tahun 2025 India akan berpenduduk lebih banyak daripada China di masa puncaknya, kurang dari 1,4 milyar, sedangkan pada 2060 tenaga kerja produktif India akan mencapai 1,72 milyar orang dimana ekonomi India diperkirakan akan lebih baik daripada China. Ini berarti pada pertengahan abad ini akan ada dua negara adidaya dunia di Asia, yaitu China dan India.

Congo, Mozambique, Zambia dan Liberia sebagai negara yang kaya akan SDA tidak berarti bisa memenangkan Perang SDA (Earth Wars). Teknologi, logistik, SDM, finansial, konflik sosial dan bencana alam adalah faktor-faktor lain yang turut menentukan kemenangan perang ini.

Di Asia Tenggara, Indonesia diperkirakan akan menjadi pemenang di 2050, dimana populasi usia muda akan mencapai puncaknya, 293 juta orang dan menjadi negara berpenduduk terbanyak ke-4 dunia yang kaya akan minyak/gas,  thermal dan  cooking coal, minyak kelapa sawit dan berbagai bahan pangan.

Bila Perang SDA dianggap sebagai sebuah turnamen, maka nilai sementara tahun 2012 menurut Hiscock adalah:

Amerika Serikat                : 10

China                                : 8

Eropa dan Jepang            : 6

Rusia dan India                : 5

Brazil                                 : 4

Mexico, Kanada, Australia: 3

Saudi Arabia, Qatar, Kuwait, dan UEA: 2

Korea Selatan, Indonesia, Afrika Sel, Nigeria, Turkey, Iran, Republik di Asia Tengah, Mongolia: 1

Dengan melihat data-data populasi, cadangan devisa dan cadangan, investasi, ekspor/impor, kebutuhan, pasokan dan lalulintas perdagangan SDA dalam buku ini, dengan disertai sedikit penjelasan penulisnya, maka pembaca akan bisa menarik kesimpulan sendiri bahwa China/India yang terus berinvestasi secara besar-besaran, baik dalam hal volume perdagangan maupun nilai investasi, di berbagai belahan dunia untuk mencukupi kebutuhan SDAnya, akan mampu menggeser kejayaan Barat menuju Timur dan menjadi penentu kemenangan perang SDA ini. Namun sayangnya, pendapatan per capita kedua negara tersebut diperkirakan akan masih lebih rendah dibanding Amerika Utara, Eropa, Jepang, Korea Selatan, Australia, sebagian Amerika Selatan, Asia dan Timur Tengah.

Kritik

Buku yang seharusnya membahas ketahanan energi, metal, pangan dan air ini memang banyak menyajikan data dan analisis energi dan metal, namun hanya ada satu bab saja untuk masalah pangan dan air dari 15 bab yang ada. Mengingat banyak sekali kompilasi data tentang dua SDA tersebut, termasuk energi terbarukan, nuklir dan tanah jarang (rare earth) yang diperoleh dari berbagai sumber, seharusnya bisa lebih banyak lagi pembahasannya.

Banyak data yang sifatnya berurutan dijabarkan dalam bentuk kalimat, sehingga tidak mudah untuk diperbandingkan, akan lebih nyaman dibaca bila ditampilkan dalam bentuk tabel dan grafik.

Peta sebanyak delapan halaman di bagian depan buku tidak banyak membantu karena hanya berisikan batas negara dan ibukota. Akan sangat bagus bila ditampilkan peta thematik SDA dunia.

Namun, sedikit kekurangan tersebut tidak mengurangi betapa banyak sekali informasi dan analisis yang bisa diperoleh dalam kaitannya dengan ketahanan energi dan SDA saat ini dan dimasa datang. Sangat dianjurkan.

Communication Power

Judul Buku: Communication Power

Tebal buku: 571 halaman

Penulis: Manuel Castells

Tahun: 2009

Penerbit: Oxford United Press

Di bagian Pendahuluan, Castells bercerita tentang aktifitas ‘bawah-tanah’nya, saat masih berusia 18 tahun, dalam  memperjuangkan demokrasi menentang rejim otoriter Francisco Franco di Spanyol, dengan cara menyebarkan selebaran gelap. Berselang lama kemudian, barulah disadarinya bahwa sumbangannya terhadap demokrasi Spanyol mungkin jauh dari harapan, karena menurutnya suatu pesan hanya akan efektif bila si penerima pesan memang sudah mengerti persoalan dan jelas sumbernya. Namun ada satu hal yang kemudian diyakininya bahwa Kekuasaan harus didukung oleh kemampuan mengkontrol komunikasi dan informasi. Oleh sebab itu, menjadi jelas alasan pemerintahan fasis Spanyol untuk segera menutup semua akses komunikasi yang menghubungkan semua buah pikir para penentangnya dengan pola pikir publik. Dengan alasan yang sama, perlawanan terhadap kekuasaan (counterpower) semestinya diarahkan pada penghilangan kontrol pemerintah terhadap komunikasi dan informasi publik.

Persoalan utama yang disajikan dalam buku ini, adalah Mengapa, Bagaimana dan Oleh Siapa relasi kekuasaan dibangun dan diuji melalui pengaturan proses komunikasi, dan bagaimana relasi tersebut dapat diubah oleh para aktor sosial untuk tujuan perubahan sosial dengan cara mempengaruhi pola pikir masyarakat. Hipotesa Castells mengatakan bahwa bentuk kekuatan paling fundamental, berada pada kemampuan untuk membentuk pola pikir manusia. Bagaimana kita berpikir, akan menentukan bagaimana kita bertindak, baik secara individual maupun kolektif.

Analisis dalam buku ini hanya mengacu pada struktur sosial tertentu, yaitu Masyarakat Jaringan, suatu struktur sosial masyarakat, pada awal abad 21, yang terbentuk oleh komunikasi berbagai jaringan digital. Dengan demikian, analisis keterkaitan kekuasaan membutuhkan pemahaman atas kekhususan berbagai bentuk dan proses komunikasi sosial, yang mana dalam masyarakat jaringan berarti termasuk didalamnya adalah media massa dan komunikasi jaringan horisontal yang dibangun oleh komunikasi internet dan nirkabel.

Menurut Castells, dengan berkembangnya teknologi jaringan, menyebabkan munculnya model komunikasi baru yang radikal, dimana memungkinkan tumbuhnya ‘mass self-communication’, yang juga berarti menumbuhkan otonomi subyek komunikasi, ‘vis-a-vis’ korporasi komunikasi, dimana pengguna bisa menjadi pengirim sekaligus penerima pesan.

Sistematika penyajian

Bab 1 Castells menjelaskan arti Kekuasaan dengan menyajikan berbagai elemen dalam teori Kekuasaan, yaitu elemen-elemen kunci dalam konseptualisasi  masyarakat jaringan yang berkaitan dengan relasi kekuasaan masa kini.

Kekuasaan, menurutnya adalah kapasitas relasional yang memungkinkan seorang aktor sosial mempengaruhi keputusan aktor sosial lainnya secara asimetris untuk mengikuti kemauan, minat dan nilai-nilai yang dimilikinya. Aktor sosial dalam hal ini bisa berbentuk individual, kolektif, organisasi, institusi atau jaringan. Kapasitas Relasional dimaksudkan bahwa kekuasaan bukanlah suatu atribut dari seorang aktor sosial, melainkan berada dalam relasi/keterkaitan antar aktor. Asimetris berarti bahwa bila pengaruh dalam suatu relasi sosial selalu bersifat resiprokal (saling mempengaruhi), maka dalam relasi kekuasaan selalu ada derajat pengaruh yang lebih besar dari seorang aktor terhadap aktor lainnya.

Mengutip Geoff Mulgan, ada tiga sumber kekuasaan yaitu kekerasan, uang dan kepercayaan; dan yang paling hebat adalah kekuasaan atas pikiran yang bisa merubah kepercayaan.

Tentang masyarakat jaringan global, Castells berpendapat bahwa masyarakat jaringan adalah masyarakat global, namun tidak berarti bahwa setiap orang termasuk di dalamnya, tetapi setiap orang akan terpengaruh oleh proses yang terjadi dalam jaringan global yang membentuk struktur sosial. Dengan demikian, sikap eksklusif terhadap jaringan ini akan berpotensi terpinggirkan dari masyarakat jaringan global.

Dalam dunia jaringan, kemampuan untuk menguasai pihak lain begantung pada dua mekanisme dasar berikut:

  1. kemampuan untuk membangun jaringan, dan menentukan sasaran-sasaran dalam program jaringan
  2. kemampuan untuk menghubungkan dan bekerjasama dengan berbagai jaringan lain melalui upaya berbagi sasaran bersama dan memperkuat diri dari kompetisi dengan jaringan lain dengan cara membentuk kerjasama yang strategis.

Castells menyebut pemegang kekuasaan no. 1 adalah ‘programmer’, dan pemegang kekuasaan no. 2 adalah ‘switcher’.

Kesimpulan dalam bab 1 tentang Pengertian atas Berbagai Relasi Kekuasaan adalah bahwa menurut para pemikir Kekuasaan, sumber-sumber kekuasaan sosial di dunia ini – kekerasan dan diskursus, koersi dan persuasi, dominasi politik dan perlindungan kultural – tidak ada perubahan secara fundamental, namun dalam tataran operasi relasi kekuasaan, telah berubah dalam dua hal, yaitu terbentuk karena relasi antara global dengan lokal, dan tersusun dari relasi antar berbagai jaringan, bukan lagi dalam relasi tunggal.

Bab 2 membahas hal-hal yang berkaitan dengan Komunikasi, dimana Castells menjelaskan lebih jauh tentang penelitian empiriknya berkaitan dengan struktur dan dinamika komunikasi massa dalam kondisi globalisasi dan digitalisasi. Dalam bab ini juga dijelaskan bagaimana manusia mengolah pesan dan bagaimana proses pengolahan ini bisa berubah menjadi kenyataan politik.

Komunikasi adalah berbagi makna melalui pertukaran informasi. Dan, makna hanya bisa dimengerti dalam kontek relasi sosial dimana pengolahan informasi dan komunikasi terjadi.

Berbeda dengan Komunikasi Interpersonal dimana pengirim dan penerima pesan merupakan subyek komunikasi dan bersifat interaktif, sedangkan Komunikasi Massa bisa bersifat interaktif maupun satu arah serta punya potensi untuk menyebar secara luas di masyarakat (‘one to many’). Melalui internet dalam era digital, muncul bentuk baru komunikasi interaktif dengan kapasitas pengiriman pesan ‘many to many’, ‘real time’ dan juga memungkinkan untuk menggunakan komunikasi ‘point to point’, ‘broadcasting’, yang semuanya bisa diatur sesuai maksud dan tujuan komunikasi yang diinginkan, dan  Castells menyebutnya sebagai. ‘mass self-communication’. Disebut ‘self-communication’ karena setiap orang mampu membuat dan mengirim pesan sendiri dan bisa menentukan sendiri pihak-pihak yang akan dituju (‘receiver’). Ketiga bentuk komunikasi tersebut (interpesonal, komunikasi massa, mass self-communication), tetap eksis dan saling melengkapi dan bukan saling menghilangkan.

Bab 3, dengan bantuan para ahli neurosains dan kognitif sains, Castells menyajikan sebuah analisis berbagai relasi khusus antara emosi, kognisi dan politik, dilanjutkan dengan penjabaran tentang mekanisme ‘agenda-setting’, ‘framing’ dan ‘priming’ untuk pengkondisian komunikasi politik oleh para aktor sosial/politik ketika memasuki dunia media dan berbagai jaringan komunikasi untuk mengirimkan pesan kepentingan politiknya. Dalam bab ini juga disampaikan contoh kasus komunikasi politik  mis-informasi yang dilakukan pemerintahan Bush tentang Perang Irak.

Ketiga bab tersebut sangat penting dan tak terpisahkan karena menyangkut pengertian tentang konstruksi relasi kekuasaan melalui komunikasi dalam masyarakat jaringan yang membutuhkan integrasi dari tiga hal penting yang akan dijelaskan dalam masing-masing bab tersebut, yaitu:

  • struktur sosial dan kekuasaan politik dalam masyarakat jaringan global
  • proses komunikasi massa pada organisasi, kultur dan teknologi pada kondisi saat ini
  • proses kognitif dari signal-signal sistem komunikasi ke dalam pola pikir manusia dalam kaitannya dengan praktek sosial yang relevan secara politik.

Bab 4, menjelaskan tentang alasan mengapa dalam masyarakat jaringan, politik media seringkali lebih fokus pada masalah skandal politik; dan menghubungkannya dengan hasil analisis terhadap krisis legitimasi politis yang membangkitkan krisis demokrasi di berbagai belahan dunia.

Bab 5, mengupas tentang bagaimana gerakan sosial dan agen-agen perubahan dalam masyarakat, melalui berbagai jaringan komunikasi yang telah diprogram ulang, sehingga mampu menyampaikan nilai-nilai baru ke dalam pola pikir manusia dan memberikan inspirasi akan harapan perubahan politik.

Dalam kesimpulan yang berjudul Menuju Teori Komunikasi Kekuasaan, Castells menyatakan adanya kesalahan anggapan pada umumnya, bahwa bila relasi kekuasaan telah tertanam dalam pikiran manusia, dan bila bangunan makna bergantung pada arus informasi dan gambaran yang telah diolah dalam jaringan komunikasi, maka dapat disimpulkan bahwa kekuasaan berada dalam jaringan komunikasi dan pemilik perusahaan media. Salah. Jaringan komunikasi sebenarnya hanyalah pembawa pesan atau media saja, atau bukanlah pesan itu sendiri meskipun terlibat dalam pembentukan format dan kondisi pendistribusian pesan (misal infotainment). Pengirim pesanlah yang sebenarnya sumber konstruksi bangunan makna.

Mengingat adanya banyak ‘programmer’ dalam setiap jaringan, maka mereka membuat jaringan sendiri, yaitu jaringan para pengambil-keputusan untuk menentukan dan mengatur program dalam jaringan. Kekuasaan ini untuk memastikan pencapaian sasaran jaringan, misalnya untuk menarik audiens atau mendapatkan keuntungan.

Relasi kekuasaan antara jaringan korporasi multimedia dengan masyarakat secara luas bertujuan pada pembentukan budaya baru berdasarkan nilai-nilai dan keinginan para pemilik korporat dan para sponsornya. Namun sesungguhnya, jangkauan relasi kekuasaan adalah lebih luas dan melibatkan, secara umum, relasi kekuasaan politik, yang menyediakan akses ke lembaga-lembaga pemerintahan. Dijelaskan juga dalam bab-bab sebelumnya bahwa berbagai jaringan komunikasi adalah sangat penting untuk konstruksi kekuasaan politik.

Programmers dan Switchers adalah para aktor sosial pemegang kekuasaan masyarakat jaringan, namun tidak bersifat individual, melainkan bersifat jaringan juga. Namun siapa sebenarnya mereka ini, untuk mengetahuinya Castell menganjurkan supaya:

  •  mencari relasi antara jaringan komunikasi korporat, jaringan finansial, jaringan kebudayaan, jaringan teknologi, dan jaringan  poliik
  • melakukan analisis jaringan global dan jaringan lokal mereka
  • melakukan identifikasi kerangka/pola komunikasi dalam jaringan yang membentuk pola pikir publik
  • terus gunakan pikiran kritis untuk melatih cara pikir dalam dunia yang secara budaya telah terpolusi.

Konklusi yang paling penting dalam buku ini adalah bahwa konstruksi otonom terhadap pemaknaan hanya bisa terjadi bila kebebasan jaringan komunikasi internet tetap dijaga, meskipun akan sulit karena pemegang kekuasaan dalam masyarakat jaringan mempunyai misi untuk mengatur pola pikir publik melalui pemograman relasi antara komunikasi dan kekuasaan.

Rumah Hijau

Berderet rumah kosong berwarna hijau di lingkungan lahan bukaan baru yang terasa gersang dan masih miskin akan pepohonan telah membuat kami tertarik untuk mendekatinya. Kecil dan sederhana saja modelnya, namun terasa cocok bagi kami yang beranak tunggal, sepertinya. Terbayang suatu saat akan hijau rindang bila semua rumah telah berdiri dan berpenghuni, ramai penuh anak sebaya bermain sepeda keliling perumahan ini. Melamun …

Alhamdulillah, tak lama berselang, kami diijinkanNya untuk memiliki rumah pilihan ini. Berada di dataran tinggi kabupaten Bogor yang cukup sejuk, rumah ini hanya menyediakan dua kamar tidur dan satu kamar mandi. Mungil, namun damai membahagiakan. Pembangunan kamar pembantu dan renovasi dapur adalah prioritas utama sebelum kami menempatinya. Mulai angan2 kami berkembang untuk menentukan urutan prioritas kebutuhan barang2 kelengkapan rumah mungil ini. Anak kami masih berusia dua tahun saat itu. Di depan deretan Rumah Hijau masih berupa lahan kosong berisikan alang-alang, namun beruntung sudah ada tetangga tepat di kanan-kiri rumah kami.

Seiring waktu berjalan, lahan kosong di lingkungan rumah hijau itupun mulai dipenuhi dengan rumah baru penuh warga. Anak-anak sebaya semakin banyak, ramai penuh canda, bersepeda kecil keliling bersama. Rumah Hijau pun terimbas keramaian lingkungan, anak-anak berdatangan untuk main bersama.

Dua tahun kemudian, renovasi dilakukan untuk memperbaiki atap, mengganti genting, kusen, pintu dan plafon rumah. Dominan warna kayu telah menggantikan warna hijau kusen dan pintu asli rumah kami yang begitu melekat dalam benak. Pintu papan kayu telah menggantikan pintu hijau berbahan triplek. Gipsum bermotif, juga telah menggantikan asbes sebagai plafon rumah, tak lupa lampu gantung turut menghiasi ruang tamu. Pergola kayu pelindung mobilpun berdiri di depan rumah, bergelantungan bunga di bawah talangnya dengan kolam ikan kecil dari gerabah di sebelah. Taman kecil penuh bunga teratur rapi kebanggaan istri, terus terawat dan segar. Pagar kawatpun kami ganti dengan pagar besi melintang tanpa jeruji berbentuk panah atau tombak tajam menantang alam, berkesan ramah. Nyaman dan penuh syukur mengingat semuanya itu, serasa selalu berada di rumah baru, indah.

Sepuluh tahun kemudian, keindahan kecil pergola dan taman kecil itu terpaksa tergantikan oleh atap beton dan lantai berbatu tipis menutup seluruh halaman depan. Rumah Hijau telah berjasa melindungi kami selama ini, hingga terasa begitu nyaman berada di dalamnya.

Semoga semakin indah dan ramah Rumah Hijau ini, siapapun yang mendiaminya, karena tak lama lagi di akhir tahun 2012 ini, terpaksa kami harus meninggalkannya untuk masa depan yang lebih baik lagi.

Selamat tinggal Rumah Hijau…

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 655 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: