Feeds:
Tulisan
Komentar

Earth Wars

Tebal buku          : 301 halaman

Penulis                 : Geoff Hiskock

Tahun                   : 2012

Penerbit              : John Wiley & Sons Singapore Pte. Ltd.

Buku Earth Wars ini adalah sebuah upaya untuk menunjukkan betapa ketatnya kesalingterkaitan antar belahan dunia dalam hal pasokan dan kebutuhan semua sumber daya yang dipicu oleh pertumbuhan kebutuhan standar hidup dan kebutuhan konsumsi energi di negara maju dan berkembang yang disebabkan tingginya laju pertumbuhan jumlah penduduk dunia.

Energi adalah persyaratan utama untuk mempertahankan pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan standar hidup, dan banyak perusahaan sumber daya alam (SDA) papan atas dunia melihat bahwa gas adalah primadona energi dalam 20 tahun kedepan.

Ketahanan Pangan, Air, Energi dan Logam adalah empat isu utama yang menjadi perhatian banyak negara dunia saat ini karena keberadaannya yang terbatas dan tidak mudah untuk meningkatkan kuantitas/kualitas atau menggantikannya, maka intensitas usaha perebutan kekuasaan antar negara atas sumber daya ini akan semakin nyata.

Sistematika penyajian dalam buku dimulai dengan membahas pentingnya empat sumber daya tersebut, dilanjutkan dengan masalah batas geografi antar negara yang berkorelasi dengan keberadaan sumber daya alam (SDA). Pembahasan tentang para konglomerat pemilik dan pengelola perdagangan SDA, dibahas dalam satu bab khusus. Bab-bab selanjutnya membahas tentang masing-masing SDA seperti Pangan/Air, Minyak/Gas, Nuklir, Energi Terbarukan, Metal dan Baja. Amerika Serikat, Jepang, dan BRACQK (Brazil, Rusia, Australia, Canada, Qatar dan Kazakhstan) masing-masing di bahas dalam satu bab khusus, dilanjutkan dengan satubab tentang nagara-negara sedang berkembang yang potensial menjadi pemenang dalam perang SDA, yaitu Turki, Iran, Indonesia dan Meksiko. Sebelum sampai pada bab Kesimpulan, dibahas khusus tentang dua negara yang diperkirakan sebagai pemenang perang SDA, yaitu China dan India.

Hingga 20 tahun kedepan, pembangkit listrik tenaga batubara masih akan mendominasi perlistrikan dunia, sementara produk perminyakan masih akan diperlukan untuk keperluan transportasi.

 

Minyak dan Gas

Departemen Energi AS memperkirakan kebutuhan minyak dunia di tahun 2012 mencapai 90 juta barrel/hari.

Produser minyak dunia terbesar 2011 adalah Federasi Rusia, sebesar 12,6% dari total produksi minyak dunia, diikuti oleh Arab Saudi 11,9%, AS 8,5%, Iran 5,7% dan China 5,0%. Sedangkan  importer minyak terbesar dunia 2011 (dalam juta ton) adalah AS 510, China 199, Jepang 179, India 159.

Rusia adalah penghasil gas terbesar, dengan estimasi cadangan 48 trillion  meter kubik (1.695 trilyun cubic feet).

Produksi shale gas di AS menyebabkan harga gas turun sampai 1/10 kali harga minyak. Selain gas murah, AS jg menkonsumsi 1 milyar ton thermal coal/tahun, dan 20 juta barrel/hari produk perminyakan, dan hampir separuhnya diperoleh dari impor. Pemasok minyak mentah terbesarnya adalah Kanada 21%, Mexico 12%, Arab Saudi 12%, Nigeria 11% dan Venezuela 10%.

AS memproduksi minyak 5,5 juta barrel/hari dan hampir 2 juta barrel/hari gas cair. Juga mumpunyai cadangan oil shale terbesar dunia, 1,5-2,0 trilyun barrel, namun masih sulit dan mahal biaya ekstraksinya. Estonia, China dan Brazil yang sekarang sudah memproduksinya. Rusia mempunyai cadangan oil shale sebesar 250 miliar barel, mungkin Israel juga memilikinya dalam jumlah yang sama.

China adalah konsumen energi terbesar dunia, menggantikan AS pada peringkat pertama pada tahun 2009. Setiap harinya membutuhkan 10 juta barrel minyak, 350 juta meter kubik gas, dan 5 juta ton batubara, plus tambahan dari tenaga nuklir, air dan sektor energi terbarukan lainnya. Dan separuh dari minyak, gas dan batubara masih harus import dari Timur Tengah, Afrika, Asia Tengah, Asia Tenggara dan Australia.

Tentang China dan India, Hiscock menulis bahwa target energi China 2011-2015 adalah proporsi penggunaan bahan bakar non-fosil harus mencapai 11,4% dan konsumsi energi serta emisi CO2 per unit GDP harus turun berturut-turut 16% dan 17%. Sementara kebutuhan minyak China sepertinya akan mencapai 12 juta barrel/hari di 2020.

Meskipun kebutuhan energi India tidak sebesar China, namun punya kekhawatiran yang sama dalam hal pertumbuhan penduduk usia menengah, yang menyebabkan tingkat kebutuhan kepemilikan kendaraan bermotor dan standar kehidupan juga semakin tinggi. Hal ini mendorong India, seperti halnya China, untuk mulai melaksanakan strategi energi yang berhubungan dengan eksplorasi minyak dan gas, batubara, serta fokus pada energi terbarukan seperti tenaga air, surya dan angin, serta program nuklir. Juga efisiensi energi yang lebih besar dalam hal produksi, penyimpanan dan distribusi serta lebih menggalakkan investasi-investasi sumber daya alam dan energi.

Perbedaannya dengan China, India hanya mempunyai cadangan valuta asing sebesar $300 milyar, sedangkan China $ 3 trilyun. Investasi China di luar negeri untuk minyak dan gas sebesar US$ 70 miliar (sejak 2002), sedangkan India, sebesar US$12,5 miliar.

China menjadi net oil importer pada tahun 1993, dan net gas importer pada tahun 2006. Meskipun ekspansi produksi domestik akan mencapai 150 miliar kubik meter (5.3 trillion cubic feet) pada 2015, China masih akan impor sebesar 80 miliar kubik meter (2.8 trillion cubic feet). Untuk LNG, sumber utama diperoleh dari Australia, Qatar dan Indonesia.

Untuk keperluan ketahanan energinya, China melakukan berbagai investasi minyak/gas di luar negeri melalui tiga perusahaan minyak nasional utamanya, yaitu: China National Petroleum Corp. (CNPC), China National Offshore Oil Corp. (CNOOC), dan China Petroleum & Chemical Corp. (Sinopec). Sementara India, tersedia lima perusahaan nasional untuk keperluan pengusahaan minyak/gasnya, yaitu: ONGC Videsh Ltd. (OVL), Bharat Petroleum Corporation Ltd. (BPCL), Indian Oil Corporation Ltd. (IOCL), Oil India Ltd. (OIL), Gas Authority of India Ltd. (GAIL), dan satu perusahaan swasta Reliance Industries Ltd. (RIL). Mukesh Ambani adalah pemilik RIL, yang banyak memiliki perusahaan minyak dan gas di luar negeri, seperti AS, Peru, Yaman, Oman, Irak, colombia, Australia dan Timor Timur.

Menurut International Energy Outlook, Sep. 2011: “Tetap tingginya harga minyak akan menyebabkan sumberdaya minyak jenis baru (oil sand, extra-heavy oil, biofuel, coal to liquid dan shale oil) secara ekonomi akan kompetitif”.

Batubara

Negara penghasil batubara terbesar dunia pada tahun 2010 (dalam juta ton) adalah China 3.250, AS 986, India 570, Australia 430, Rusia 317, Indonesia 320. Sementara negara pengekspor batubara terbesar dunia di 2009 (dalam juta ton) adalah: Australia 289, Indonesia 261, Rusia 130. AS diurutan ke-6 (60) dan ke-7 adalah China (38).

Negara dengan cadangan batubara terbesar dunia, 2009 (Milyar ton) adalah: AS 238, Rusia 157, China 114.5. Meskipun diluar 10 besar, Kolombia, Kanada, Polandia, Indonesia dan Brazil juga mempunyai cadangan batubara yg besar, masing-masing antara 4.5-7 milyar ton.

Data penggunaan batubara per kapita 2005 (kg oil equivalent/tahun) menunjukkan bahwa: India 531, China 1.242, Jepang 4.176, AS 7.913. Dunia mengkonsumsi 7 milyar ton batubara, dan 1 milyar brown coal atau lignite per tahun. Dan, 40% dipergunakan untuk kebutuhan pembangkit listrik (70% kebutuhan China dan 52% di India). Prediksi IEA (International Energy Agency), China akan menjadi konsumen energi sebesar 25% kebutuhan dunia di 2035, sementara AS akan turun menjadi 15,5% dan India akan naik menjadi 5%.

Sementara ini China sedang investasi untuk menambah daya listrik dari 320GW ke 480GW menggunakan teknologi rendah karbon, dan sekaligus menambah kapasitas daya dari 400GW ke 500GW menggunakan batubara. Penyumbang emisi CO2 terbesar dunia, 2008 (Juta ton) adalah China 6502, AS 5596 dan Federasi Rusia 1594.

Nuklir

Meskipun Tepco (Tokyo Electric Power Company) berhasil menjinakkan pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN) Fukushima 1, setelah serangan tsunami, 11 Maret 2011, Perdana Menteri Naoto Kan memerintahkan untuk shut down PLTN lainnya di Hamaoka, wilayah barat daya Tokyo.

Sementara itu, Kanselir Jerman, Angela Merkel, telah meminta untuk menunda 7 dari 17 PLTNnya  dan 10 lainnya akan ditutup lebih cepat pada tahun 2022, yang sebelumnya direncanakan utuk ditutup 2036. Demikian pula dengan Swiss, Itali dan China yang akan melakukan pengujian PLTN lebih cermat sebelum melakukan ekspansi lebih lanjut.

Jepang cukup mempunyai sejarah panjang tentang PLTN. Fukhusima dibangun oleh Tepco dan mulai beroperasi Maret 1971, sebagai respon atas tingginya harga minyak berhubung dengan embargo oleh negara-negara Arab pengekspor minyak karena perang Israel dengan negara-negara Arab 1967. Sebelumnya, 1966, Jepang telah membangun PLTN di Tokai. Hingga Maret 2011, Jepang telah mempunyai 54 reaktor nuklir yang menghasilkan 50 GW, yang cukup untuk memenuhi 1/3 kebutuhan listrik negaranya.

Ada 432 reaktor nuklir di dunia saat ini yang mampu menyediakan listrik sebesar 370 GW, diantaranya ada di AS 104, Perancis 58, Rusia 32, Korea Selatan 21, India 20, Inggris 18, Kanada 17, Ukraina 15, China 14.

China sedang membangun 50 reaktor baru dan berencana untuk menambah lagi 110 reaktor. Pada 2020, China akan menghasilkan listrik sebesar 70 GW dari PLTN. Sementara India yang saat ini memiliki 20 reaktor dan sedang membangun 20 lagi, masih berencana untuk menambah 40 reaktor yang akan dibangun sampai 2025. Bila semua rencana ini dipenuhi, maka India akan menghasilkan 64 GW listrik dari PLTN.

Satu ton Uranium Oksida menghasilkan energi yang sama dengan 20,000 ton batubara. Meskipun modal awal PLTN akan sangat mahal, namun biaya pemeliharaannya akan murah, hingga setengah dari biaya pemeliharaan pembangkit listrik berbahan bakar fosil.

Selain Kazakhstan sebagai penghasil Uranium terbesar dunia (17.803 ton, 2010), China berada di urutan ke-10 penghasil Uranium, 827 ton. Target China adalah meningkatkan pasokan energi nuklirnya dari 2% menjadi 5%, dari kebutuhan total energi nasional pada tahun 2020.

Kazakhstan telah menambang uranium sejak 1950, dan mengambil alih posisi Kanada sebagai penghasil Uranium terbesar dunia pada tahun 2009. Pada tahun 2010 telah memproduksi 17.800 ton uranium (28% produksi dunia), dan berharap akan mencapai 30.000 ton di 2018. Kazakhstan juga sudah bekerjasama untuk melakukan eksplorasi, eksploitasi dan perdagangan uranium dengan Rusia, Jepang, China, India, Canada dan Korea Selatan.

Pasokan uranium dunia dikuasai oleh perusahaan tambang besar, seperti Rio Tinto, BHP Billiton, Krasnokamensk (Rusia), Cameco (Canada).

Afrika Selatan mempunyai PLTN untuk memenuhi 5% kebutuhan listriknya.

Meskipun Korea Selatan tidak mempunyai tambang uranium, banyak impor dari Kanada dan Australia, namun dapat memenuhi 40% energi listrik dari 21 reaktor nuklirnya, dan akan meningkatkan kapasitas reaktor menjadi 27 GW di tahun 2020. .

Rusia adalah negara pertama yang menggunakan nuklir sebagai pembangkit listrik, 1956. PLTN Iran yang pertama, 915 MW dibangun oleh Rusia, 2011. Reaktor nuklir yang sedang dan akan dibangun oleh Rusia adalah India, Vietnam, Turki dan Argentina. Rusia sendiri mempunyai 32 reaktor nuklir berkapasitas 23 GW, dan akan menjadi 43 GW di 2020.

Perancis mempunyai 58 reaktor nuklir yang menyumbang 75% kebutuhan perlistrikannya, dan menggunakan 10.500 ton uranium per tahun, yang diperoleh dari Kanada, Nigeria, Australia, Rusia dan Kazakhtan.

Inggris memiliki 19 reaktor untuk menghasilkan 63 GW listrik, atau sekitar 19% kebutuhan negaranya. Sekitar 2.300 ton uranium kebutuhannya dipasok dari Kanada. Kebijakan energi Inggris adalah separuh dari target 60 GW energi pada 2025 berasal dari sumber daya terbarukan.

Brazil yang kaya dengan sumber daya air, memiliki banyak PLTA untuk menyumbang 84% dari total pembangkit listriknya, sementara Nuklir hanya menyumbang 3% saja yang diperoleh dari dua reaktor nuklirnya. Reaktor ke-3 sedang dibangun dan empat reaktor lagi akan aktif pada tahun antara 2018-2025. Brazil mempunyai 5% cadangan uranium dunia.

Arab Saudi mempunyai program nuklis sebanyak 16 reaktor yang akan aktif 2030.

Dalam jangka panjang, dunia akan menggunakan teknologi reaktor baru yang menggunakan sumber daya Thorium, dimana keberadaan cadangannya di dunia lebih banyak daripada Uranium, dan lebih sedikit menghasilkan sampah radioaktif.

Isu sekarang dan di masa depan, berkaitan dengan reaktor nuklir, yang sangat menentukan nasib manusia adalah:

1. Sampah radioaktif sebagai bagian dari produk sampingan PLTN. Ruang bawah tanah, batuan sintetis (sampah di keringkan dalam bentuk bubuk dan dipadatkan), kontainer yang dibeton dan disimpan didaerah terpencil, adalah beberapa usulan penyimpanan sampah radioaktif

2. Pengelolaan senjata nuklir Korea Utara, Pakistan, dan mungkin Iran.

Energi Terbarukan

Menurut  pidato Barack Obama tentang Kebijakan Energi AS, China telah mempunyai energi angin berkapasitas besar, dan Jerman telah mempunyai energi surya berkapasitas besar. Negara-negara yang memimpin abad 21 dalam hal ekonomi energi bersih (clean energy economy), adalah negara-negara yang akan memimpin abad 21 ekonomi global.

Beberapa teknologi penting Energi Terbarukan yang dikembangkan oleh AS telah diperbarui dan diproduksi menjadi lebih murah oleh China, India, Jepang, Jerman, Denmark, Korea Selatan dan Taiwan. Pemimpin pasar sel surya, turbin angin, biomassa, tenaga air, geothermal, energi gelombang adalah perusahaan-perusahaan dari Jerman, Denmark, India dan China.

Berdasar laporan Renewable Energy Policy Network (REN21) 2011, pada tahun 2010, Energi Terbarukan telah memasok kira-kira 16% dari konsumsi energi dan hampir 20% dari kebutuhan total pembangkit listrik. Tenaga Angin adalah pemimpin sektor listrik terbarukan pada tahun 2010, dengan kapasitas terpasang yang semakin banyak daripada teknologi terbarukan lainnya, dan sepertinya akan mencapai 450 GW di tahun 2015, menurut Steve Sawyer, sekjen Global Wind Energy Council (GWEC) yang berkedudukan di Brussels.

Spanyol sekarang telah mempergunakan Energi Terbarukan sebesar 60%, dan Denmark hampir 100%. Korea Selatan bahkan merencanakan proyek ambisius dengan investasi $ 9 milyar untuk kapasitas 2,5 GW Pembangkit Listrik Tenaga Angin pada tahun 2019.

China masih merasa nyaman saat ini dengan menggunakan pembangkit listrik tenaga batubara sampai beberapa dekada ke depan, namun menjadi pemimpin dunia dalam hal produksi Tenaga Air (hydro power) pada 2010, sebesar 200 GW kapasitas terpasang, lebih besar daripada Kanada (90 GW), AS (80 GW) dan Brazil (70 GW).

Untuk keperluan bahan bakar transportasi, Brazil dan AS masih memimpin dalam hal produksi ethanol. AS mentargetkan sedikitnya 36 milyar galon (136 milyar liter) bahan bakar cair harus berasal dari sumber terbarukan pada tahun 2022. Menurut laporan International Energy Agency (IEA) 2011, bahwa bersama-sama dengan AS dan Brazil, pada tahun 2016 kebutuhan global total gasoline sebesar 5,3% akan digantikan dengan ethanol dan 1,5%  minyak/gas dengan biodiesel.

Tembaga

Setiap mobil baru membutuhkan tembaga, sedikitnya 20 kg, dan akan lebih banyak lagi untuk keperluan mobil hibrida. Untuk keperluan konstruksi, baik itu apartemen, gedung, kapal, pesawat terbang, perlengkapan listrik, proyek rekayasa dan industri, pasti membutuhkan tembaga. Pada tahun 2010, dunia mengkonsumsi 19,4 juta ton tembaga, hampir $150 milyar, atau sekitar $ 7.500/ton. Akhir 2011, harga tembaga mencapai $7.800/ton.

Pada tahun 1990, saat harga tembaga $ 2.400/ton, Amerika Utara, Eropa dan Jepang mengkonsumsi 68% tembaga dunia, dan China hanya membutuhkan 5% saja. Di tahun 2010, China sudah membutuhkan 37% tembaga dunia, Jepang 5% dan Amerika Utara/Eropa hanya 27%.

Saat ini, dua smelter tembaga terbesar dunia ada di India dan China, dengan kapasitas masing-masing 900.000 ton, dan cadangan tembaga terbesar dunia adalah Chili, yang memiliki hampir 1/3 total produksi dunia. Sementara importir tembaga terbesar dunia, berturut-turut, adalah China, Jepang, India, Korea Selatan dan Jerman. AS sebagai konsumen tembaga terbesar kedua dunia, mampu mencukupi 60%-65% kebutuhannya dari tambang dalam negeri sendiri.

Kebutuhan tembaga per capita dunia rata-rata 2.7 kg/orang, sedikit lebih banyak di Amerika Utara, Eropa, Jepang, Korea Selatan dan Taiwan. India saat ini hanya 0,4 kg/tahun dan China 3 kg/tahun.

Untuk memenuhi kebutuhan tembaga sebanyak 7,47 ton tembaga, China memproduksi 1,16 juta ton konsentrat, impor 6,47 juta ton konsentrat dan 2,9 juta ton tembaga kadar tinggi dan memproses 4,36 juta ton tembaga bekas.

Tanah Jarang (Rare Earth)

Ini adalah kelompok mineral-mineral logam (http://id.wikipedia.org/wiki/Logam_tanah_jarang) yang sangat dibutuhkan sebagai bahan mentah barang-barang yang saat ini sedang menjamur, seperti batere untuk mobil hibrida/listrik dan  handphone/smartphone, konduktor, televisi dan monitor LED, laser, lensa kamera, mesin x-ray, komputer, peralatan militer dsb. China adalah penghasil utama 28 dari 52 elemen tanah jarang yang dibutuhkan industri tersebut. 50% – 60% kebutuhan ‘tanah jarang’ Jepang, diperoleh dari China. Bila prediksi 25% jumlah mobil pada tahun 2020 adalah mobil hibrida, maka kebutuhan lithium untuk batere mobil jelas akan sangat tinggi. Dengan cadangan lithium sebesar 70% (100 juta ton) cadangan dunia, Bolivia berencana membangun pabrik mobil listrik.

Dalam bab The Up and Comers, ada sub-bab yang mambahas khusus tentang Indonesia, yang menyebutkan bahwa saat ini Indonesia sedang melakukan eksplorasi geothermal dan coal bed methane(CBM), untuk mencapai target kebijakan energinya pada tahun 2025, dimana kebutuhan energi minyak bumi akan turun menjadi 26,2%, batubara 32,7%, gas 30,6%, geothermal 3,8% dan energi terbarukan sekitar 4,4%. Pada tahun 2015, berdasar Wood MacKenzie, dua dari tiga eksporter thermal coal terbesar dunia adalah perusahaan Indonesia, yaitu Bumi Resources dan Adaro (Xstrata, Australia yang terbesar). Indonesia juga salah satu dari tiga eksporter LNG terbesar dunia.

Laporan bank HSBC 2011 yang berjudul The World in 2050 menyebutkan bahwa negara berkembang, termasuk China dan India, akan mempunyai pengeluaran lima kali lipat dibanding negara maju. 19 dari 30 negara dengan ekonomi paling tinggi, berdasar GDP, adalah negara-negara yang saat ini masuk dalam ketegori negara berkembang (emerging country).

Hampir di setiap negara yang disebutkan di masing-masing bab dalam buku ini, terlihat selalu ada  investasi China di dalamnya. Bahkan, di Amerika Serikat, investasi China, melalui perusahaan nasionalnya CNOOC telah membeli perusahaan minyak besar Unocal $18,5 milyar pada tahun 2005. Di tahun 2020, akan mengalir investasi China ke seluruh dunia sebesar $1 trilyun, yang sebagian besarnya akan masuk ke Amerika Serikat. Hiscock juga menuliskan kekayaan China di Amerika Serikat berupa $1,2 trilyun di US Treasuries, piutang $450 milyar, investasi porto folio di berbagai perusahaan AS sebesar $80 milyar.

Dalam kesimpulannya, Hiscock menulis bahwa China akan menjadi penentu pasar energi dan sumber daya lainnya, diikuti dengan India, Indonesia dan beberapa negara Asia lainnya yg kaya SDA seperti Kazakhstan dan Mongolia.

Hal penting yang perlu menjadi perhatian China adalah faktor korupsi, HAM, penegakan hukum dan kebijakan satu anak yang menyebabkan kekurangan tenaga usia produktif, akan menjadi faktor yang melemahkan  masa kejayaannya di masa depan. Berdasar survei PBB, pada tahun 2025 India akan berpenduduk lebih banyak daripada China di masa puncaknya, kurang dari 1,4 milyar, sedangkan pada 2060 tenaga kerja produktif India akan mencapai 1,72 milyar orang dimana ekonomi India diperkirakan akan lebih baik daripada China. Ini berarti pada pertengahan abad ini akan ada dua negara adidaya dunia di Asia, yaitu China dan India.

Congo, Mozambique, Zambia dan Liberia sebagai negara yang kaya akan SDA tidak berarti bisa memenangkan Perang SDA (Earth Wars). Teknologi, logistik, SDM, finansial, konflik sosial dan bencana alam adalah faktor-faktor lain yang turut menentukan kemenangan perang ini.

Di Asia Tenggara, Indonesia diperkirakan akan menjadi pemenang di 2050, dimana populasi usia muda akan mencapai puncaknya, 293 juta orang dan menjadi negara berpenduduk terbanyak ke-4 dunia yang kaya akan minyak/gas,  thermal dan  cooking coal, minyak kelapa sawit dan berbagai bahan pangan.

Bila Perang SDA dianggap sebagai sebuah turnamen, maka nilai sementara tahun 2012 menurut Hiscock adalah:

Amerika Serikat                : 10

China                                : 8

Eropa dan Jepang            : 6

Rusia dan India                : 5

Brazil                                 : 4

Mexico, Kanada, Australia: 3

Saudi Arabia, Qatar, Kuwait, dan UEA: 2

Korea Selatan, Indonesia, Afrika Sel, Nigeria, Turkey, Iran, Republik di Asia Tengah, Mongolia: 1

Dengan melihat data-data populasi, cadangan devisa dan cadangan, investasi, ekspor/impor, kebutuhan, pasokan dan lalulintas perdagangan SDA dalam buku ini, dengan disertai sedikit penjelasan penulisnya, maka pembaca akan bisa menarik kesimpulan sendiri bahwa China/India yang terus berinvestasi secara besar-besaran, baik dalam hal volume perdagangan maupun nilai investasi, di berbagai belahan dunia untuk mencukupi kebutuhan SDAnya, akan mampu menggeser kejayaan Barat menuju Timur dan menjadi penentu kemenangan perang SDA ini. Namun sayangnya, pendapatan per capita kedua negara tersebut diperkirakan akan masih lebih rendah dibanding Amerika Utara, Eropa, Jepang, Korea Selatan, Australia, sebagian Amerika Selatan, Asia dan Timur Tengah.

Kritik

Buku yang seharusnya membahas ketahanan energi, metal, pangan dan air ini memang banyak menyajikan data dan analisis energi dan metal, namun hanya ada satu bab saja untuk masalah pangan dan air dari 15 bab yang ada. Mengingat banyak sekali kompilasi data tentang dua SDA tersebut, termasuk energi terbarukan, nuklir dan tanah jarang (rare earth) yang diperoleh dari berbagai sumber, seharusnya bisa lebih banyak lagi pembahasannya.

Banyak data yang sifatnya berurutan dijabarkan dalam bentuk kalimat, sehingga tidak mudah untuk diperbandingkan, akan lebih nyaman dibaca bila ditampilkan dalam bentuk tabel dan grafik.

Peta sebanyak delapan halaman di bagian depan buku tidak banyak membantu karena hanya berisikan batas negara dan ibukota. Akan sangat bagus bila ditampilkan peta thematik SDA dunia.

Namun, sedikit kekurangan tersebut tidak mengurangi betapa banyak sekali informasi dan analisis yang bisa diperoleh dalam kaitannya dengan ketahanan energi dan SDA saat ini dan dimasa datang. Sangat dianjurkan.

Communication Power

Judul Buku: Communication Power

Tebal buku: 571 halaman

Penulis: Manuel Castells

Tahun: 2009

Penerbit: Oxford United Press

Di bagian Pendahuluan, Castells bercerita tentang aktifitas ‘bawah-tanah’nya, saat masih berusia 18 tahun, dalam  memperjuangkan demokrasi menentang rejim otoriter Francisco Franco di Spanyol, dengan cara menyebarkan selebaran gelap. Berselang lama kemudian, barulah disadarinya bahwa sumbangannya terhadap demokrasi Spanyol mungkin jauh dari harapan, karena menurutnya suatu pesan hanya akan efektif bila si penerima pesan memang sudah mengerti persoalan dan jelas sumbernya. Namun ada satu hal yang kemudian diyakininya bahwa Kekuasaan harus didukung oleh kemampuan mengkontrol komunikasi dan informasi. Oleh sebab itu, menjadi jelas alasan pemerintahan fasis Spanyol untuk segera menutup semua akses komunikasi yang menghubungkan semua buah pikir para penentangnya dengan pola pikir publik. Dengan alasan yang sama, perlawanan terhadap kekuasaan (counterpower) semestinya diarahkan pada penghilangan kontrol pemerintah terhadap komunikasi dan informasi publik.

Persoalan utama yang disajikan dalam buku ini, adalah Mengapa, Bagaimana dan Oleh Siapa relasi kekuasaan dibangun dan diuji melalui pengaturan proses komunikasi, dan bagaimana relasi tersebut dapat diubah oleh para aktor sosial untuk tujuan perubahan sosial dengan cara mempengaruhi pola pikir masyarakat. Hipotesa Castells mengatakan bahwa bentuk kekuatan paling fundamental, berada pada kemampuan untuk membentuk pola pikir manusia. Bagaimana kita berpikir, akan menentukan bagaimana kita bertindak, baik secara individual maupun kolektif.

Analisis dalam buku ini hanya mengacu pada struktur sosial tertentu, yaitu Masyarakat Jaringan, suatu struktur sosial masyarakat, pada awal abad 21, yang terbentuk oleh komunikasi berbagai jaringan digital. Dengan demikian, analisis keterkaitan kekuasaan membutuhkan pemahaman atas kekhususan berbagai bentuk dan proses komunikasi sosial, yang mana dalam masyarakat jaringan berarti termasuk didalamnya adalah media massa dan komunikasi jaringan horisontal yang dibangun oleh komunikasi internet dan nirkabel.

Menurut Castells, dengan berkembangnya teknologi jaringan, menyebabkan munculnya model komunikasi baru yang radikal, dimana memungkinkan tumbuhnya ‘mass self-communication’, yang juga berarti menumbuhkan otonomi subyek komunikasi, ‘vis-a-vis’ korporasi komunikasi, dimana pengguna bisa menjadi pengirim sekaligus penerima pesan.

Sistematika penyajian

Bab 1 Castells menjelaskan arti Kekuasaan dengan menyajikan berbagai elemen dalam teori Kekuasaan, yaitu elemen-elemen kunci dalam konseptualisasi  masyarakat jaringan yang berkaitan dengan relasi kekuasaan masa kini.

Kekuasaan, menurutnya adalah kapasitas relasional yang memungkinkan seorang aktor sosial mempengaruhi keputusan aktor sosial lainnya secara asimetris untuk mengikuti kemauan, minat dan nilai-nilai yang dimilikinya. Aktor sosial dalam hal ini bisa berbentuk individual, kolektif, organisasi, institusi atau jaringan. Kapasitas Relasional dimaksudkan bahwa kekuasaan bukanlah suatu atribut dari seorang aktor sosial, melainkan berada dalam relasi/keterkaitan antar aktor. Asimetris berarti bahwa bila pengaruh dalam suatu relasi sosial selalu bersifat resiprokal (saling mempengaruhi), maka dalam relasi kekuasaan selalu ada derajat pengaruh yang lebih besar dari seorang aktor terhadap aktor lainnya.

Mengutip Geoff Mulgan, ada tiga sumber kekuasaan yaitu kekerasan, uang dan kepercayaan; dan yang paling hebat adalah kekuasaan atas pikiran yang bisa merubah kepercayaan.

Tentang masyarakat jaringan global, Castells berpendapat bahwa masyarakat jaringan adalah masyarakat global, namun tidak berarti bahwa setiap orang termasuk di dalamnya, tetapi setiap orang akan terpengaruh oleh proses yang terjadi dalam jaringan global yang membentuk struktur sosial. Dengan demikian, sikap eksklusif terhadap jaringan ini akan berpotensi terpinggirkan dari masyarakat jaringan global.

Dalam dunia jaringan, kemampuan untuk menguasai pihak lain begantung pada dua mekanisme dasar berikut:

  1. kemampuan untuk membangun jaringan, dan menentukan sasaran-sasaran dalam program jaringan
  2. kemampuan untuk menghubungkan dan bekerjasama dengan berbagai jaringan lain melalui upaya berbagi sasaran bersama dan memperkuat diri dari kompetisi dengan jaringan lain dengan cara membentuk kerjasama yang strategis.

Castells menyebut pemegang kekuasaan no. 1 adalah ‘programmer’, dan pemegang kekuasaan no. 2 adalah ‘switcher’.

Kesimpulan dalam bab 1 tentang Pengertian atas Berbagai Relasi Kekuasaan adalah bahwa menurut para pemikir Kekuasaan, sumber-sumber kekuasaan sosial di dunia ini – kekerasan dan diskursus, koersi dan persuasi, dominasi politik dan perlindungan kultural – tidak ada perubahan secara fundamental, namun dalam tataran operasi relasi kekuasaan, telah berubah dalam dua hal, yaitu terbentuk karena relasi antara global dengan lokal, dan tersusun dari relasi antar berbagai jaringan, bukan lagi dalam relasi tunggal.

Bab 2 membahas hal-hal yang berkaitan dengan Komunikasi, dimana Castells menjelaskan lebih jauh tentang penelitian empiriknya berkaitan dengan struktur dan dinamika komunikasi massa dalam kondisi globalisasi dan digitalisasi. Dalam bab ini juga dijelaskan bagaimana manusia mengolah pesan dan bagaimana proses pengolahan ini bisa berubah menjadi kenyataan politik.

Komunikasi adalah berbagi makna melalui pertukaran informasi. Dan, makna hanya bisa dimengerti dalam kontek relasi sosial dimana pengolahan informasi dan komunikasi terjadi.

Berbeda dengan Komunikasi Interpersonal dimana pengirim dan penerima pesan merupakan subyek komunikasi dan bersifat interaktif, sedangkan Komunikasi Massa bisa bersifat interaktif maupun satu arah serta punya potensi untuk menyebar secara luas di masyarakat (‘one to many’). Melalui internet dalam era digital, muncul bentuk baru komunikasi interaktif dengan kapasitas pengiriman pesan ‘many to many’, ‘real time’ dan juga memungkinkan untuk menggunakan komunikasi ‘point to point’, ‘broadcasting’, yang semuanya bisa diatur sesuai maksud dan tujuan komunikasi yang diinginkan, dan  Castells menyebutnya sebagai. ‘mass self-communication’. Disebut ‘self-communication’ karena setiap orang mampu membuat dan mengirim pesan sendiri dan bisa menentukan sendiri pihak-pihak yang akan dituju (‘receiver’). Ketiga bentuk komunikasi tersebut (interpesonal, komunikasi massa, mass self-communication), tetap eksis dan saling melengkapi dan bukan saling menghilangkan.

Bab 3, dengan bantuan para ahli neurosains dan kognitif sains, Castells menyajikan sebuah analisis berbagai relasi khusus antara emosi, kognisi dan politik, dilanjutkan dengan penjabaran tentang mekanisme ‘agenda-setting’, ‘framing’ dan ‘priming’ untuk pengkondisian komunikasi politik oleh para aktor sosial/politik ketika memasuki dunia media dan berbagai jaringan komunikasi untuk mengirimkan pesan kepentingan politiknya. Dalam bab ini juga disampaikan contoh kasus komunikasi politik  mis-informasi yang dilakukan pemerintahan Bush tentang Perang Irak.

Ketiga bab tersebut sangat penting dan tak terpisahkan karena menyangkut pengertian tentang konstruksi relasi kekuasaan melalui komunikasi dalam masyarakat jaringan yang membutuhkan integrasi dari tiga hal penting yang akan dijelaskan dalam masing-masing bab tersebut, yaitu:

  • struktur sosial dan kekuasaan politik dalam masyarakat jaringan global
  • proses komunikasi massa pada organisasi, kultur dan teknologi pada kondisi saat ini
  • proses kognitif dari signal-signal sistem komunikasi ke dalam pola pikir manusia dalam kaitannya dengan praktek sosial yang relevan secara politik.

Bab 4, menjelaskan tentang alasan mengapa dalam masyarakat jaringan, politik media seringkali lebih fokus pada masalah skandal politik; dan menghubungkannya dengan hasil analisis terhadap krisis legitimasi politis yang membangkitkan krisis demokrasi di berbagai belahan dunia.

Bab 5, mengupas tentang bagaimana gerakan sosial dan agen-agen perubahan dalam masyarakat, melalui berbagai jaringan komunikasi yang telah diprogram ulang, sehingga mampu menyampaikan nilai-nilai baru ke dalam pola pikir manusia dan memberikan inspirasi akan harapan perubahan politik.

Dalam kesimpulan yang berjudul Menuju Teori Komunikasi Kekuasaan, Castells menyatakan adanya kesalahan anggapan pada umumnya, bahwa bila relasi kekuasaan telah tertanam dalam pikiran manusia, dan bila bangunan makna bergantung pada arus informasi dan gambaran yang telah diolah dalam jaringan komunikasi, maka dapat disimpulkan bahwa kekuasaan berada dalam jaringan komunikasi dan pemilik perusahaan media. Salah. Jaringan komunikasi sebenarnya hanyalah pembawa pesan atau media saja, atau bukanlah pesan itu sendiri meskipun terlibat dalam pembentukan format dan kondisi pendistribusian pesan (misal infotainment). Pengirim pesanlah yang sebenarnya sumber konstruksi bangunan makna.

Mengingat adanya banyak ‘programmer’ dalam setiap jaringan, maka mereka membuat jaringan sendiri, yaitu jaringan para pengambil-keputusan untuk menentukan dan mengatur program dalam jaringan. Kekuasaan ini untuk memastikan pencapaian sasaran jaringan, misalnya untuk menarik audiens atau mendapatkan keuntungan.

Relasi kekuasaan antara jaringan korporasi multimedia dengan masyarakat secara luas bertujuan pada pembentukan budaya baru berdasarkan nilai-nilai dan keinginan para pemilik korporat dan para sponsornya. Namun sesungguhnya, jangkauan relasi kekuasaan adalah lebih luas dan melibatkan, secara umum, relasi kekuasaan politik, yang menyediakan akses ke lembaga-lembaga pemerintahan. Dijelaskan juga dalam bab-bab sebelumnya bahwa berbagai jaringan komunikasi adalah sangat penting untuk konstruksi kekuasaan politik.

Programmers dan Switchers adalah para aktor sosial pemegang kekuasaan masyarakat jaringan, namun tidak bersifat individual, melainkan bersifat jaringan juga. Namun siapa sebenarnya mereka ini, untuk mengetahuinya Castell menganjurkan supaya:

  •  mencari relasi antara jaringan komunikasi korporat, jaringan finansial, jaringan kebudayaan, jaringan teknologi, dan jaringan  poliik
  • melakukan analisis jaringan global dan jaringan lokal mereka
  • melakukan identifikasi kerangka/pola komunikasi dalam jaringan yang membentuk pola pikir publik
  • terus gunakan pikiran kritis untuk melatih cara pikir dalam dunia yang secara budaya telah terpolusi.

Konklusi yang paling penting dalam buku ini adalah bahwa konstruksi otonom terhadap pemaknaan hanya bisa terjadi bila kebebasan jaringan komunikasi internet tetap dijaga, meskipun akan sulit karena pemegang kekuasaan dalam masyarakat jaringan mempunyai misi untuk mengatur pola pikir publik melalui pemograman relasi antara komunikasi dan kekuasaan.

Rumah Hijau

Berderet rumah kosong berwarna hijau di lingkungan lahan bukaan baru yang terasa gersang dan masih miskin akan pepohonan telah membuat kami tertarik untuk mendekatinya. Kecil dan sederhana saja modelnya, namun terasa cocok bagi kami yang beranak tunggal, sepertinya. Terbayang suatu saat akan hijau rindang bila semua rumah telah berdiri dan berpenghuni, ramai penuh anak sebaya bermain sepeda keliling perumahan ini. Melamun …

Alhamdulillah, tak lama berselang, kami diijinkanNya untuk memiliki rumah pilihan ini. Berada di dataran tinggi kabupaten Bogor yang cukup sejuk, rumah ini hanya menyediakan dua kamar tidur dan satu kamar mandi. Mungil, namun damai membahagiakan. Pembangunan kamar pembantu dan renovasi dapur adalah prioritas utama sebelum kami menempatinya. Mulai angan2 kami berkembang untuk menentukan urutan prioritas kebutuhan barang2 kelengkapan rumah mungil ini. Anak kami masih berusia dua tahun saat itu. Di depan deretan Rumah Hijau masih berupa lahan kosong berisikan alang-alang, namun beruntung sudah ada tetangga tepat di kanan-kiri rumah kami.

Seiring waktu berjalan, lahan kosong di lingkungan rumah hijau itupun mulai dipenuhi dengan rumah baru penuh warga. Anak-anak sebaya semakin banyak, ramai penuh canda, bersepeda kecil keliling bersama. Rumah Hijau pun terimbas keramaian lingkungan, anak-anak berdatangan untuk main bersama.

Dua tahun kemudian, renovasi dilakukan untuk memperbaiki atap, mengganti genting, kusen, pintu dan plafon rumah. Dominan warna kayu telah menggantikan warna hijau kusen dan pintu asli rumah kami yang begitu melekat dalam benak. Pintu papan kayu telah menggantikan pintu hijau berbahan triplek. Gipsum bermotif, juga telah menggantikan asbes sebagai plafon rumah, tak lupa lampu gantung turut menghiasi ruang tamu. Pergola kayu pelindung mobilpun berdiri di depan rumah, bergelantungan bunga di bawah talangnya dengan kolam ikan kecil dari gerabah di sebelah. Taman kecil penuh bunga teratur rapi kebanggaan istri, terus terawat dan segar. Pagar kawatpun kami ganti dengan pagar besi melintang tanpa jeruji berbentuk panah atau tombak tajam menantang alam, berkesan ramah. Nyaman dan penuh syukur mengingat semuanya itu, serasa selalu berada di rumah baru, indah.

Sepuluh tahun kemudian, keindahan kecil pergola dan taman kecil itu terpaksa tergantikan oleh atap beton dan lantai berbatu tipis menutup seluruh halaman depan. Rumah Hijau telah berjasa melindungi kami selama ini, hingga terasa begitu nyaman berada di dalamnya.

Semoga semakin indah dan ramah Rumah Hijau ini, siapapun yang mendiaminya, karena tak lama lagi di akhir tahun 2012 ini, terpaksa kami harus meninggalkannya untuk masa depan yang lebih baik lagi.

Selamat tinggal Rumah Hijau…

RIP Ondos – Itu sudah …

Demokratis, idealis,  egaliter, altruis dll dll … itulah beberapa kata pujian yang banyak dialamatkan ke Ondos, tapi capai sudah aku membaca istilah-istilah ini … dan lagi, banyak sudah kawan-kawan lain, yang lebih fasih untuk menulis tentang Ondos dari sisi politik, kemahasiswaan, dan sosial … sudah, aku gak akan menulis dari sisi ini untuk mengenang saudaraku, Ondos. Aku akan menulis kenanganku terhadap dia tentang hal yang ringan-ringan saja, dan lagi, aku gak mau terlalu bersedih-sedih mengenangnya. Ondos itu seingatku gak pernah kelihatan sedih, marah berlebihan juga tidak, gembira berlebihan juga tidak … yah relatif datar … tapi ‘ngenyek’ sering juga .. :)

T06-TPB ITB (1983?)

Pertama kenal Ondos di tahun 1982 ketika penerimaan mahasiswa baru ITB, kebetulan dia ini satu kelas denganku di T06 pada tahun pertama kuliah (TPB: Tahun Pertama Bersama) dan sering kuliah bareng di geologi. Aku Tambang Eksplorasi dan dia Geologi. Pernah suatu ketika, kita dibuat sibuk karena akan ujian Calculus. Aku belajar di perpustakaan menggunakan buku Calculus kuning tebal, tiba-tiba Ondos datang bawa buku tebal juga. Dengan gaya kaget dia nyeletuk “ Gila, tebal kali buku yg kau baca, belajar apa?”. “Matematik lah, kan mau ujian.. kau juga bawa buku tebal, apa itu?” jawabku. Lalu dia tunjukkan covernya JIUJITSU … beladiri :) … santai kali kawan ini … Kami juga berada dalam satu group saat field trip di Karangsambung. Tentang ini, dia juga cukup usil, karena banyak menulis di atas batu sungai yang kami lewati ‘anang Top 86′ sehingga aku jadi bahan ledekan kawan-kawan lain setiap kali mereka membacanya. Kawan-kawan seangkatan pasti ingat kelakuan usil dia ini. Usil gaya Ondos heheheh …

Selain dalam hal kegiatan kemahasiswaan, ada beberapa periode dimana komunikasi intensif dilakukan dengan Ondos, yaitu :

- periode Kebon Bibit

- periode Tanah Abang

- periode DPR

Periode Kebon Bibit

Pada periode ini, akhir 80an, rumah Bobby di Kebon Bibit jadi tempat nongkrong kawan2 YTI s/d 90an awal. Saat itu aku pernah kerjasama dengan beberapa kawan tambang, geofisika dan Ondos untuk melakukan survey geolistrik air tanah untuk kebutuhan pabrik asbes, di daerah Sukabumi. Aku dan ondos bagian menarik kabel … he he mau juga dia diperintah kawan geofisik.. hasilnya, bagi rata Rp. 200 ribu/org. Ondos kasih nama konsultan PT. Bumi Berbaring … karena hanya untuk satu kali kerja, habis itu berbaring aja … alias tewas itu perusahaan :). Ondos juga pernah dirawat di rumah ini ketika sakit thypus hingga sembuh. Kalau gak salah, Iwan (kakak Aya), yang jadi dokternya. Aku juga sempat membuat Ondos sibuk ketika akan menghadapi sidang S1. Saat itu Ondos sudah lulus dan berada di Jakarta untuk cari kerja. Aku minta dia ke Bandung untuk bantu aku jelasin aspek geologi skripsiku. Berhari-hari kita diskusi tentang ini, bahkan sampai tidurpun Ondos sempat ngelindur dan teriak “sedimennn…” :). Trims masbro Ndos, kau ikut andil membekali masa depanku. Ondos dan kawan2 YTI juga datang di acara wisudaku.

Periode Tanah Abang

Periode ini dimulai tahun 1991 (?), tinggal berempat (ucok, ondos, elfi, aku dan kiban beberapa waktu kemudian) di RSTA Blok 9, lt. 4, No. 2. Kami berempat sudah bekerja semua dan Ondos sudah bekerja di Gramedia sebagai editor. Buku-buku bisnis yang dibawanya mulai memenuhi rumah kecil itu. Saat itu, Ondos senang sekali bicara tentang bisnis dan motivasi. Seven Habits sudah sangat fasih dia, saat itu. Teori-teori perpolitikan tidak banyak dibicarakan disitu, mungkin karena kami kurang cukup serius menanggapinya kali ya .. pembicaraan baru serius bila kawan-kawan ‘seiman’ berkunjung, seperti Didi, Rachman atau Farhan. Hampir setiap sore, Ondos pulang selalu bawa bungkusan minuman es air jeruk dan kelapa muda, untuk diminum bersama. Ini betul-betul minuman yang baru buatku, sehingga tak akan pernah lupa bahwa Ondos yg perkenalkan ini. Sampai rumah, Ondos sibuk jungkirbalik itu kantong plastik minuman sambil ‘ceramah’, sementara kami bertiga bertanya-tanya “kapan minuman ini dibagi???” :). Dia sadar betul bahwa kita sedang menunggu.. nakal juga dia ini … aku meninggalkan Lt. 4 lebih dulu karena menikah dan tinggal dengan anak/istri. Lalu berturut-turut menikah Ucok, Elfi dan terakhir Ondos. Aku turut hadir pernikahan Ondos dengan mbak Maria di gereja Semarang.

Periode DPR

4 Agustus 2012, Buka Bersama

Jalan-Jalan, Jan 2011

Ini periode saat Ondos menjadi anggota DPR. Tidak banyak kami bertemu, karena aku masih kerja di Papua saat itu, namun kami masih sempat saling kirim sms. Kadang-kadang bila ada berita tentang pdip atau dpr di televisi, aku masih sempat kontak dia, meskipun dia tidak cukup serius menanggapinya. Dia tahu kalau aku juga tida cukup serius bertanya, akhirnya cuma bercanda … kata-kata yang biasa kita ucapkan, kalau ketahuan tidak serius tanya/jawab adalah: “jangan ngenyeklah …” lantas ketawa bersama :) .. aneh dia ini, teman serius banyak, hidup serumah dengan kawan-kawan kurang serius (dalam urusan politik) juga bisa … yang jelas dia senang bersama kawan-kawan yang ‘serius berkawan’ dan saling bisa menjaga integritasnya.. “Itu sudah …”, ungkapan Papua yang sering dia katakan setelah aku lama kerja disana.

Ondos telah pergi selamanya di usia 50 (ttg ini dia sll mengangatkanku bhw kita sama2 50). Tiada gading yang tak retak, gajah mati meninggalkan gading, macan mati meninggalkan belang. Ondos pergi meninggalkan kebaikan, untuk terus kita teladani. Selamat jalan kawan, selamat beristirahat dalam damai.

Program lebaran Keluarga Putri Kediri (KPK) tahun 2012 ini sepertinya jauh lebih terencana. Hampir dua bulan sebelum lebaran, program sudah tersusun, transportasi. darat/udara sudah saling konfirmasi, bahkan ticket dan hotel sudah terbeli, berkat koordinasi TA, DG dan DR.

Habis Sungkeman by DW

Kedatangan gerombolan KPK dari luar kota dimulai dari De Wow sklg pada hari Sabtu, 11 Agustus 2012, lalu pd Seninnya adalah OA sklg dengan mas Dhito/mbak Dhila. Rabu siang, pakde Anang muncul dari Banjarmasin, dilanjutkan om Putut pada malam harinya, kemusian pakd Tri sklg dan terakhir om Peter dari Munchen beberapa hari kemudian (nekat tenan ini bule, gak tahu lor-kidul, berani datang sendiri ke Kediri … huebat ..).

Beberapa hal baru, terlihat di rumah Putri, seperti: jendela di sebelah pintu masuk dari carport sudah hilang, digantikan dengan kusen pintu rak kaca untuk souvenir, furnitur baru ada di ruang tamu depan, sedangkan yang lama pindah ke ruang tv. Yang really surprising adalah hadirnya Ford Fiesta putih sporty di carport, punya mas Andre.. uapikkk banget … Hampir ketinggalan, mbak Ika sebagai anggota baru juga hadir.. selamat bergabung mbak ..

Menuju Bali

Stasiun Kertosono

PO. Setiawan adalah bus baru yang nyaman, sejuk dan full music, mengangkut rombongan Putri menuju Kertosono, 20 Aug 2012 09:15 dari rumah Kediri. Ada 25 orang anggota keluarga yang ikut, kecuali pakde Agus, mbak Winda dan pakde Anung/bude Hani yg berangkat dari Jakarta. Jalan yang ramai karena lebaran, membuat bus baru bisa sampai di stasiun Kertosono pada jam 10:45 . Sangat beruntung, karena KA Sancaka Pagi yang harusnya berangkat 10:44 ternyata terlambat sampai Kertosono.

Gerbong kereta Eksekutif bersih dan nyaman, sesuai harganya Rp. 160.000 Kertosono – Surabaya. Sayang, nasi goreng khas Kereta Api yang kami kangeni sudah habis .. Ohhh … Kereta sampai di stasiun Gubeng Surabaya 12:30. Dilanjutkan dengan taxi menuju bandara Juanda.

GA344 takeoff 15:55 mengangkut kami ke Denpasar, dan landing di bandara Ngurah Rai 16:30wib.

Bus wisata Gede Tour langsung membawa kami ke Jimbaran utk makan malam di Bali cafe, di udara terbuka pantai selatan Bali dengan pandangan laut lepas dan naik-turunnya pesawat di Ngurah Rai yang terlihat kerlap-kerlipnya. Menu seafood beragam dalam satu piring besar per orang, disajikan di atas meja panjang berderet menjorok ke laut. Dua orang penari Bali berlenggak-lenggok di atas panggung mengiringi makan malam dalam suasana akrab, penuh canda. Pakde Anung dan Bude Hani hadir juga.

Acara malam itu diakhiri dengan masuk ke hotel The Breezes, di Seminyak. Bagus dan nyaman hotelnya. Recommended.

Bounty Cruise

Menuju Bounty Cruise

Episode paling menyenangkan pagi hari selanjutnya, khususnya untuk para ABG dan ASG (anak sudah gede), adalah bermain air di sekitar pulau Nusa Lembongan. Bounty Cruise besar berlantai tiga mengangkut kami dari pelabuhan Benoa menuju pantai Nusa Lembongan. Berhenti di ponton tengah laut, sebagai pusat permainan air seperti Banana boating, snorkling, diving dll. Permainan yang pada umumnya mendebarkan disaat awal namun berakhir menyenangkan ini sepertinya tidak membuat lelah mereka, apalagi lunch break disediakan di atas ponton.

Village tour
Setelah permainan selesai, dilanjutkan dengan perjalan ke desa Lembongan di pulau Nusa Lembongan, salah satu pulau kecil dari deretan tiga pulau yang terletak di sebelah tenggara pulau Bali, yakni Nusa Penida, Nusa Ceningan dan Nusa Lembongan, untuk melihat Goa Gala dan peternakan Rumput Laut.

Budidaya Rumput-Laut

Budidaya Rumput-Laut dilakukan sangat sederhana. Pengeringan hanya dilakukan dengan cara menghamparkan rumput-laut diatas terpal berharap kering dari panas sinarmatahari, kemudian di petik secara manual di dalam ‘rumah-rumah’ kecil dan dikemas dalam kantong-kantong plastik kecil untuk dijajakan sepanjang jalan.

Keluar Goa

Goa Gala, sebuah goa buatan manusia, di bawah permukaan tanah datar berbatu kapur yang cukup unik di Nusa Lembongan ini dibuat oleh Made Byasa seorang diri, selama 15 tahun (1961-1976) dengan manggunakan peralatan yang sangat sederhana pada waktu itu yaitu linggis. Pekerjaan beliau adalah mangku dalang, petani dan juga pertapa. ‘Jalan tikus’ setinggi 1,5 meter di kedalaman 3 meter bawah tanah ini berada dalam area kira2 225 m2 dengan 6 lubang di permukaan tanah.

Made Byasa membangun Goa Gala karena terinspirasi kisah pewayangan Mahabarata, khususnya pada episode “Wana Parwa”, yaitu kehidupan Pandawa yang sedang dalam pelarian dari kejaran pasukan Kurawa sehingga membuat tempat perlindungan khusus yang terbuat dari gala atau aspal. Dalam kisah tersebut, diceritakan bahwa Pandawa dibuang ke hutan selama 12 tahun karena kalah berjudi dengan Kurawa. Sebagai perlindungan dari kemungkinan serangan Kurawa, maka dibangunlah sebuah goa dan dinamakan “Gala-Gala”.

Cruise kembali ke Benoa tepat 16:00, kita semua terlihat lelah dan ngantuk. Pop Mie panas sempat menghantar kita sebelum krok krok krok di atas kapal…

Tari Kecak
Sudah sangat paham bahwa tarian khas Bali adalah Tari Kecak, namu baru saat ini bisa menikmatinya langsung depan panggung, dari awal hingga akhir cerita.

Tari Kecak

Tari kecak Rama-Sinta yang disajikan selama 1,5 jam sungguh mengagumkan. Iringan music vokal dan gerak seragam para pendukung tari utama terdengar energik dan indah dilihat. Gerak tubuh para penari utama terlihat sangat lentur harmonis dan menerus, bagai gerak gelombang kadang bertumpuk, kadang berurutan antara kaki, pinggul, pinggang, dada, tangan bahkan gerak mata. Sangat menakjubkan.. Berkesan..

Tari Barong

Menonton Tari Barong

Pertunjukan tari Barong di keesokan paginya, berada di wilayah Barong Celuk. Panggung dari batu berada di depan, kira-kira 25×10 m, di sebelah kanan tempat gamelan dan para perawit yang sedang memainkannya. Tribun tempat penonton cukup luas utk menampung lebih dari 500 orang.

Tari Barong ini bercerita tentang Barong vs Rangde (kebajikan vs kebatilan). Dewa Syiwa memberi kekuatan pd Sahadewa, anak Dewi Kunthi. Kalike (perempuan) utusan Rangde berubah menjadi babi hutan, kemudian berubah lagi menjadi garuda, namun tetap kalah melawan Sahadewa, kemudian berubah menjadi Barong. Pengawal Sahadewa menggunakan keris utk membunuh Rangde.

Ubud

Belanja produk Uluwatu

Seperti halnya Tari Kecak dan Tari Barong yang baru pertama kali aku nikmati, Ubud adalah obyek wisata yang memang ingin aku kunjungi. Terletak di tengah pulau Bali, berada di dataran tinggi yang cukup sejuk dan jauh dari kegaduhan, meskipun sudah mulai ramai dengan pertokoan di sepanjang jalan utama. Ada dua team yang melakukan kegiatan berbeda  saat di Ubud, yaitu jalan-jalan dan arung jeram.

Ada butik menarik yang sudah diincar para bude, yaitu Uluwatu. Butik ini menjual pakaian wanita dengan warna dominan hitam-putih. Bagus memang …

Sebuah kedai es krim Tosca Gellato yang menyediakan berbagai rasa, di sebelah butik Uluwatu, Ubud sempat kami kunjungi .. uenak.. Khususnya utk rasa kopi.

Sebuah penginapan yang menyediakan spa, resto dan gallery, berkonsep cottege, Padi Prada, kita pilih untuk istirahat Putri, sambil menunggu team ‘arung jeram’ menyelesaikan kegiatannya. Suite room berupa bangunan tunggal berkamar besar di bagian depan dan teras dengan pemandangan sawah di bagian belakang. Suasana damai …

Makanan selama di Bali juga memuaskan, baik seafoodnya, maupun nasi Balinya yang pedas. Tiga hari selalu masuk kamar hotel saat larut malam, karena penuhnya acara. Memuaskan.. Keesokan harinya kami harus saling berpisah, Putri ke Kediri, ada juga yang ke Yogya, Manado dan Jakarta

Kapan lagi jalan-jalan dengan Putri? Saat posting halaman ini, sebagian anggota KPK (Keluarga Putri Kediri) sedang jalan-jalan ke Munchen, Paris, Itali dan Austria bersama Putri. Selalu sehat ya Putri, supaya terus bisa jalan-jalan.

Kata-kata baru yang kami dapat:
- Om swastiasti om : Semoga ada dalam keadaan baik atas karuniaNya
- Om santi santi santi om : Semoga damai atas karuniaNya
- Matur Suksma : Terimakasih

Jeda Tulisan

Sudah lama sekali rasanya tidak update blog ini. Banyak peristiwa yang seharusnya bisa direnungkan, kritisi dan ungkapkan dalam bentuk tulisan atau mungkin hanya catatan ringan saja, telah banyak terlewatkan, seperti catatan Lebaran, atau kasus Krisis Ekonomi Eropa dan Permen ESDM No.7/2012 ttg Pengkayaan Nilai Tambah Pertambangan, yang keduanya saling terkait dan menjadi bagian penting dalam kegiatan penulis.

Membuat blog dan merawatnya secara teratur akan sangat bermanfaat bagi penulisnya karena bisa menjadi catatan pemikiran, summary informasi atau bahkan bisa menjadi informasi bagi pembacanya.

Ada beberapa buku menarik yang masih antri untuk dibaca saat ini, dan akan dituliskan dalam blog ini ringkasannya, ASAP. Maaf kawan, saya termasuk yang sulit berbagi fokus dalam kesempatan yang sama.

19 Juni 2012, Lion Air Boeing 737-800 terbang jam 5:00 WIB dari bandara Soekarno-Hatta, Jakarta langsung membubung tinggi di ketinggian 37000 kaki. Pesawat bersih, penuh penumpang dan terasa sejuk dengan interior dominan berwarna biru. Mendarat di bandara Mutiara Palu jam 8:20 WITA.

Tepat jam 9 pagi Toyota HI-Lux double cabin membawa kami bertiga menuju Morowali via Poso (lihat peta, dari titik A menuju B). Sungai banyak terlihat kering. Jalan ditutup selama 2 jam, tepat saat kami memasuki Kebun Kopi, antara Palu-Toboli, karena perbaikan jalan akibat longsor. Toboli adalah pertigaan jalan di pantai timur Sulawesi tempat bertemunya jalan dr Manado-Makassar dan Palu-Makassar. Toboli-Manado 1000km dan Toboli-Makassar 900km.

Istirahat siang, kami makan ikan bakar di resto pinggir pantai kota Lebo, Kab. Parigi. Restoran sepi tanpa nama, tak satupun terlihat tamu kecuali kami bertiga. Hanya tersedia satu box ‘iglo’ berisi ikan baronang. Kami memesan masing-masing satu ikan baronang dengan cah kangkung dan es nutrisari. Kenyang dengan harga terjangkau, Rp. 40.000 per orang. Siap melanjutkan perjalanan di panas terik. Lebo-Poso sekitar 150 km, lebar jalan hanya mampu untuk dua mobil bahkan seringkali kami harus keluar badan jalan saat menyalip truk. Klakson mobil kami terus berbunyi mengingat seringkali motor/sepeda keluar ke jalan raya dari pintu rumah yang dekat sekali ke badan jalan, dengan mendadak.

Setelah 43 km perjalanan, kami sampai di Kec. Tolai, 107 Km menuju Poso. Cukup ramai, terlihat pompa bensin, Tiki dan BNI. Samsurizal Tombolotutu calon bupati yg banyak muncul balihonya di pinggir jalan, banyak modal sepertinya.

Kecamatan Balinggi, 1/2 jam dr Tolai, banyak dihuni warga Bali, pagar rumah kas Bali dan pura, termasuk simbol patung yang dibungkus kain hitam-putih terlihat di pinggir jalan. Sawah hijau dan tanaman coklat banyak terlihat sepanjang jalan di kecamatan ini. Rumah adat Bali ini masih banyak terlihat hingga mendekati kota Poso. Ada cerita bahwa masyarakat Bali di Poso banyak terlibat dalam usaha perdamaian saat kerusuhan etnik terjadi di awal 2000an. Beberapa puing-puing sisa rumah dan bangunan bekas terbakar saat kerusuhan masih terlihat, namun banyak juga sudah terlihat direnovasi. Poso sudah aman dan mulai membangun. Toko mobil Haji Kalla sedang dibangun di kota ini. Antrian bahan bakar bensin terlihat panjang, banyak motor juga membawa jerigen. Entah apa penyebabnya, kuota bbm yang kurang atau penjual eceran yang menimbun?

Kecamatan Sausu di Kabupaten Poso dipisahkan dengan kabupaten Parigi oleh sebuah sungai besar. Sampai di kecamatan Tambarana jam 15:30, berjarak 170 km dari Palu dan 50 km lagi menuju Poso. Kira-kira 40 km sebelum masuk Poso, jalan rusak dan aspal lepas dari badan jalan. Perbaikan sedang dilakukan.

Masuk kabupaten Poso jam 16:30 disambut dua tower BTS (telkomsel?) di kiri/kanan jalan. Rumah-rumah adat Bali masih banyak terlihat dengan tanaman coklat di depannya. Depo Pertamina di sebelah kiri jalan terlihat luas dan bersih, walaupun sempat terbakar saat kerusuhan yang sangat traumatik terjadi beberapa tahun yang lalu. Pusat kota ditandai oleh pusat pertokoan kecil (pasar?) di pojok perempatan. Konon, saat terjadi kerusuhan, pasar ini sangat dijaga oleh aparat keamanan sebagai pusat ekonomi dan tempat pengungsian.

menyeberang sungai

Perjalanan Poso – desa Tomboyali menggunakan jalan raya Poso-Luwuk, kemudian belok ke kanan di pertigaan Taiawa. Jalan sempit dan rusak di beberapa lokasi. Sampai di desa Malino, perjalanan semakin berat setelah melewati desa Sumara, karena memasuki hutan heterogen dengan pohon-pohon berbatang kecil dan gelap, sudah jam 18:30wita dan tanpa signal handphone. Jembatan banyak rusak, sehingga seringkali kami harus menyeberang sungai kecil maupun besar, untungnya di hulu tidak sedang hujan walaupun air sudah menutupi lampu depan mobil dan merendam knalpot. Toyota Hilux memang handal.

Alhamdulillah akhirnya sampai juga kami di kampung Tambayoli pada jam 20:00 wita, setelah total 11 jam perjalanan dari Palu. Desa terlihat terang dan hidup di malam hari karena mendapat bantuan listrik dari perusahaan tambang nikel. Desa, yang masuk kecamatan Bungku Utara, kabupaten Morowali ini berada di dekat muara laut lepas Sulawesi bagian timur, berisi tak lebih dari 200 rumah, yang sebagian warganya bermatapencaharian sebagai petani, peternak dan pekerja tambang. Banyak rumah mulai dibangun dan ekonomi mulai menggeliat tumbuh karena pertambangan mulai beroperasi beberapa bulan yang lalu, efek ganda (multiplier effect) telah terjadi. Semoga keberadaan perusahaan tambang disana bisa menjadi berkah untuk masyarakat sekitar dan perusahaan. Amin.

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 645 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: